50 Ratih

50ratih_sangMbak Ratih Sanggarwati suatu pagi mengontak saya. Dia mengundang saya untuk datang ke acara ulangtahunnya yang ke-50. Saya sempat heran, sebab saya tidak mengenal Mbak Ratih Sang. Ketika saya tanya kenapa tiba-tiba mengundang saya, jawabannya cukup membuat saya tersenyum, “Sebab nama kamu ‘Ratih’, saya mengundang 50 orang bernama Ratih untuk datang dan membaca puisi karya saya.”

Jadilah, pada tanggal 8 Desember 2012, di Kemang, dengan dress code ‘a touch of green’, saya datang ke acara 50 tahun ultah Ratih Sang, dan bertemu dengan 50 orang yang namanya sama-sama Ratih, dengan beragam profesi. Ada Ratih Ratno Timoer (putri dari Ratno Timoer, aktor lawas), Ratih Sanggarwati (model Indonesia yang punya gawe), Ratih Purwasih (penyanyi pop tahun ’80-an), dll.

Dulu, ketika saya kecil, saya bertanya pada (alm.) papah saya, kenapa sih nama saya musti ‘Ratih’? Kan orang bule susah menyebutnya. Kalau ke luar negeri (yang Berbahasa Inggris), pasti nama saya ketika disebut bule-bule itu akan terdengar aneh. Dan itu terbukti benar. Saat kuliah saya punya beberapa teman bule, mereka susah menyebut nama saya. Jadi, saya memberi previlege kepada mereka untuk memanggil saya ‘Mala’ (dari nama belakang, Kumala). Kini, saya menyadari dua hal (selain nama ‘Ratih’ sampai sekarang masih susah disebut oleh lidah bule): Pertama, nama ‘Ratih’ amat sangat pasaran. Kedua, orang-orang yang namanya ‘Ratih’ itu ternyata unik-unik! Hehehe.

2 thoughts on “50 Ratih

  1. Mbak ratih kumala,saya tinggal d cilegon,saya udah cari d smua toko buku cilegon dan serang,tp saya ga bs dpt buku “kronik betawi” dan “tabula rasa” gimana caranya mbak biar saya bs dpt buku itu? Saya ingin skali punya. Mohon solusi nya ya mbak. Trimakasih

  2. Wah memang benar mbak yg nama’y ratih org’y unik”, trmasuk saya.hehe bayak tmn saya yg memandang karakter saya unik :)

Comments are closed.