Adegan Klise di Film

“Fangkly my dear, I dont give a damn.”
(kalimat dan agedan terkenal dalam film Gone With The Wind)

Seberapa sering anda mengingat adegan dalam film yang pernah ditonton? Kutipan di atas misalnya, ketika Scarlet O’Hara menahan kekasihnya Reth Butler. Tapi dengan acuh Reth malah menjawab demikian. Jangan lupa pula dengan adegan terkenal di serial film layar lebar James Bond. Akting yang khas ketika James Bond memperkenalkan dirinya, selalu dengan kalimat; “My name is Bond. James Bond.” Sambil bergaya kharismatik, membuat lawan bicaranya (terutama perampuan) jadi termehek-mehek.


Beberapa waktu lalu, saya berkumpul dengan teman-teman F.Comm (para penggerak Majalah F, majalah yang mengulas tentang film). Ngobrol yang asik-asik tentang film, baik lokal maupun Internasional.

Seorang teman, Adi Wicaksono, mengaku baru saja memperhatikan adegan-adegan klise yang ada di film Indonesia, dari jadul sampai sekarang. Ternyata adegan paling klise dan paling laku untuk dishut yang ada di film kita antaralain:

  1. Pasangan aktor sedang berada di bawah pohon atau bersender di tiang. Yang perempuan sedang duduk sedang yang laki-laki berdiri, lalu berkata, “kau tahu sendiri kan, orangtuamu tak merestui hubungan kita….” (kalau adegan ini jadul, yang laki-laki pasti sedang membawa jaket yang disampirkan di pundaknya -sok cool untuk ukuran jaman kuda gigit besi-)
  2. Pasangan aktor sedang berada di tangga. Satu aktor sedang naik tangga, dan yang satunya lagi di bawah, melihat ke arah aktor yang naik tangga. Lalu, aktor yang naik tangga menghentikan langkahnya, berbalik, melihat ke bawah/ke arah aktor yang di bawah, lalu berkata sesuatu, meneruskan perbincangan mereka sebelumnya/berkomentar pendek. Dan berbalik lagi lalu meneruskan naik tangga.

Djenar Maesa Ayu yang waktu itu kebetulan ada di situ komentar sambil tertawa ngakak, “Bapak gue pernah tuh bikin adegan gitu!” (maklum, bapaknya memang tukang bikin film).

Nah, belum lama saya dan Eka nonton serial Ugly Betty. Setelah itu, kami menemukan adegan-adegan klise yang ada di film produksi Hollywood:

  1. Aktor anak kecil yang sedang memerankan drama di sekolahnya, lalu syut ke bagian penonton drama tersebut. Ada kursi kosong sebab orangtuanya/orang yang disayanginya tidak datang untuk menonton, padahal sangat diharapkan untuk hadir. (Adegan ini ada di banyak film, selain Ugly Betty, ada juga di film Spiderman (saya lupa Spiderman yang keberapa), serial kartun As Told By Ginger di Nickelodeon, dll)
  2. Adegan pagi-pagi di sebuah kamar yang berantakan. Di tempat tidur ada dua orang aktor. Tiba-tiba satlah satu aktor -yang semalam baru bercinta- kaget karena bangun kesiangan. Lantas lekas-lekas mengumpulkan baju yang berantakan untuk bergegas pergi ke kantor. (Adegan ini ada dil film The Devil Wears Prada, serial Desperate Housewives, serial Brothers and Sisters, dll)
  3. Adegan dua orang aktor yang berpisah. Mereka saling berbalik arah, memunggungi. Sesaat kemudian, aktor perempuan berbalik, melihat ke arah aktor laki-laki yang masih terus berjalan. Aktor perempuan dengan sedih melihat punggung aktor laki-laki, maka aktor perempuan berbalik dan berjalan laki. Dua detik kemudian, aktor laki-laki yang berbalik, melihat ke aktor perempuan yang berjalan memunggunginya. Maka aktor laki-laki berbalik dan berjalan lagi. (Adegan ini ada di sangat banyak film yang kira-kira temanya romansa dan putus cinta)

Yang unik adalah, kelihatannya para sineas (baik sineas Indonesia maupun Hollywood) kelihatannya sudah secara tidak sadar mengulang adegan klise tersebut dari film satu ke film lainnya. Saya lalu bertanya-tanya, kenapa bisa adegan yang sama diulang-ulang terus? Apa karena memang di kehidupan sehari-hari memang sering begitu adanya? Atau mungkin karena agedan-adegan yang klise itu sudah tebukti membuat penonton jadi terharu atau apa pun? Ya, apa pun alasannya, sah-sah saja sih. Bagi penikmat film, seperti saya, adegan-adegan di atas jadi akrab meskipun bukan adegan yang khas seperti di film Gone With The Wind.

Kunjungi www.majalahfilm.com untuk membaca artikel-artikel tentang film.

3 thoughts on “Adegan Klise di Film

  1. haha….tul! bukankah hidup memang penuh “repeat” sama banyaknya dengan orang-orang yang amnesia, meski hanya sedetik dari hidup yang pernah dilalui. mungkin karena itu banyak sutradara yang mengulang adegan klise… kenapa iya? tapi kenapa tidak?

  2. wah, mau nambah idde nih….kenapa nggak dibikin sekalian, adegan klise di filkm indonesia tentang pemerkosaan di pinggir kali. perempuannya pake kemben, bawa sekeranjang pakaian yang abis dicuci. berjalan ke arah atas sungai dan ditengah jalan, di bawah sebuah pohon (tempat segerombol penjahat telah mengintipnya beberapa saat), si perempuan berkemben dicegat. dia menjerit2 ketakutan sambil satu tangan memeluk keranjang, satu tangan lain memegang ujung kemben agar tidak jatuh (atau agar tidak disaut penjahat?) trus para lelaki berjenggot dan sebagian membawa parang itu akan mengelilingi si cewek sambil tertawa-tawa dan bilang “ayo manis…sayang, dll” trus si bos penjahat akan memperkosa duluan, dst. terakhir dia ditinggal begitu saja. dan scene-nya adalah si perempuan menangis. kemudian ngadu ke kakak/bapak or kekasih. dan bisa ditebak, mereka akan membalas dendam…huahahahahaha……nggak percaya? liat saja film2 silat tahun 60-70an…dimana masih ada barry prima dan aduh..aku nggak hapal nama semua aktor jaman segitu. hmm…dalam hal ini karena konteksnya amnesia, sepertinya adegan ini merupakan ulangan dari film tahun2 sebelumnya dan diulang lagi di tahun2 berikutnya…salam amnesia!

Comments are closed.