“Ah Kauw”
1

“Ah Kauw”

Sudah hampir dua puluh lima tahun Ah Kauw menjadi penggali kubur. Jika kau mengira ia bekerja sebagai penggali kubur bagi mereka yang mati, maka kau salah.

Tadinya ia menggali kubur untuk orang yang sudah mati, seperti penggali kubur kebanyakan. Sampai suatu hari, Koh Hien, orang yang dikenal Ah Kauw sebagai pemilik toko yang menjual barang-barang untuk keperluan kematian orang-orang Tionghoa, menawarinya pekerjaan yang lebih menghasilkan uang di Jakarta.

Baca selengkapnya di sini: Suara Merdeka, 17 Februari 2008 (Home-Entertainment-Cerpen)

One thought on ““Ah Kauw”

  1. Aku selalu merasa tersihir saat membaca cerpen-cerpen Ratih. Kalimat pembuka seperti sebuah tongkat ajaib Harry Potter yang membuat bola mataku ‘nemplok’ di layar monitor lalu hanyut dalam aliran cerita. Selalu ada nuansa mistis, ganjil, ringan, menikung, dan akhirnya hati ini berkata “dahsyat!” usai baca kalimat terakhir. Intinya, aku doyan dengan gayamu bercerita!

Comments are closed.