Anak Hilang

Ketika pada tahun 2006 tiba-tiba Pluto dinyatakan bukan lagi sebagai planet, Clyde W. Tombaugh berkata, bahwa rasanya seperti kelihatangan anak….

Banyak cara mencari anak yang hilang. Orang Amerika mencarinya dengan cara menempelkan wajah anak hilang di kotak susu. Ada juga yang menempelkan pengumuman di dinding-dinding jalanan, dan banyak yang pasang iklan di koran.

Saya ingin melebarkan definisi ‘anak’ lebih dari sekedar makhluk yang lahir dari spesies yang sama. Ada yang disebut anak sebab orang tersebut merawatnya, biasanya disebut ‘anak angkat’ atau ‘adopsi’. Ada pula yang disebut anak karena menikah dengan ibu/bapaknya, ini disebut ‘anak tiri’. Beberapa teman yang tidak punya anak kandung, atau anak tiri atau anak adopsi, memelihara hewan peliharaan. Tetangga saya punya anjing lucu, dengan anjing itu dia menyebut dirinya ‘mamah dan papah’. Begitu sayangnya, dia mandikan, disisiri, disikat giginya pula. Seorang teman pelukis, Tommy F. Awuy dan istrinya, Amal, juga punya beberapa ekor anjing yang membuat saya takut (karena mereka besar dan suka sekali menggonggong). Kepada anjing itu, Tommy dan Amal menyebut diri mereka ‘ayah dan bunda’. Ada lagi, Husni dan Nurrudin, teman Eka semasa kuliah, punya beberapa ekor kucing. Kucing inilah anak-anak mereka.

Untuk para penulis, saya yakin mereka menganggap buku-buku/karyanya sebagai anak-anaknya. Dan ada saja satu karya yang lebih disayang dari karya lain. Ini seperti pilih kasih terhadap anak-anaknya sendiri. Hal yang sama, saya yakin berlaku pula untuk para pelukis atau para musikus.

Husni dan Nurrudin belum lama kehilangan salah satu kucingnya. Bagaimana mencarinya? Mereka konon keliling kompleks perumahannya sambil memanggil-manggil nama sang kucing; Jablai (ya… itu namanya). Meski sebenar-benarnya ia tak kurang-kurang dibelai oleh tuannya.

Bagaimana dengan Clyde W. Tombaugh, yang tiba-tiba merasa kehilangan anak ketika Pluto dinyatakan bukan lagi planet? Bingung kan, dibilang hilang juga masih ada di situ. Hanya saja statusnya sudah berubah. Mungkin ini semacam… -bagaimana ya saya menggambarkannya- misalnya, seorang bayi lahir di rumah sakit, dan di bawa pulang oleh orangtuanya, lalu dipelihara sampai besar. Tiba-tiba, seseorang datang ke rumah mereka (dalam hal ini rumah keluarga Tombaugh), dan bilang bahwa bayi yang mereka bawa pulang itu bukan anak kandung mereka, sebab mereka salah ambil bayi! Rasanya pasti seperti akan pingsan.

Lantas bagaimana dengan kami -saya dan Eka-, siapakah yang kami sebut sebagai anak? Tadinya saya pikir kami akan memelihara kura-kura, atau ikan, atau kucing, atau anjing. Tapi sampai sekarang tak juga kami menyempatkan diri untuk pergi ke pasar hewan. Akibatnya, jika kami pergi ke rumah teman, atau anjing tetangga mampir, merekalah yang kami sayang-sayang bak anak sendiri (selain keponakan kami, tentu saja).

Hingga hari Jumat lalu, kira-kira empat hari yang lalu, tiba-tiba website ini hilang! Raib begitu saja, ditelan dunia maya. Eka panik, dan saya juga tidak kalah panik. Bagaimana kami bisa mengumumkan kehilangan ini? Tak mungkin kami umumkan pencarian di koran atau di kotak karton susu. Eka bolak-balik berusaha menghubungi NeoCyber. Tapi sial, karena akhir pekan, kantor mereka tak ada yang mengangkat. Jadilah, selama tiga hari kami makan tak enak tidur tak nyenyak. Takut kalau-kalau dihack, atau nama website ini diambil orang.

Senin, baru kami bisa menghubungi NeoCyber, menanyakan keberadaan ratihkumala dot com. Tak lama, mereka memperbaiki miskomunikasi ini, dan… viola! ratihkumala dot com muncul lagi. Lalu kata Eka dengan girang, “anak ilang balik pulang!” Sejak saat itu, kami menyadari hal penting; website-website yang Eka urus adalah anak-anak kami.

[Foto atas-bawah: 1)Kami dan anjing tentangga, Hugo. 2)Jablai, kucing yang hilang. Kalau kira-kira ada yang mengetahui keberadaannya, silakan isi ‘comment’ artikel ini.]

4 thoughts on “Anak Hilang

  1. he he kalian baru sadar bahwasanya kalian udah punya anak setelah anak-anak (baca: website) kalian hilang di telan dunia maya….hmmm…ck..ck…ck…untuk masih bisa di temukan…selamat deh :)

Comments are closed.