By rk

Photo Shoot at Pullman Hotel Jakarta

It was a beautiful day on Sunday, 23 August 2015. Aelke, I and our dear friend, Anis rushed the morning to Pullman Hotel, Jakarta. Ms. Rita welcomed us friendly and showed us the hotel she worked for. The lobby itself shows clearly that they picked one clear design concept for the hotel: a hotel gallery. Statues, paintings and contemporary arts are here and there as the interior design of the hotel. Even the chairs, sofas and centerpieces are clearly show that the hotel really thought it trough on designing its interior.

Read more

My Translators

Lady of words, that’s what they are: Hiltrud Cordes, Annie Tucker and Soe Tjen Marching. They are my dear translators.

Read more

Kisah Gadis Kretek dan Lelaki Harimau

RatihEka1

Wawancara dengan GEO Times | Sabtu, 14/02/2015

“Maaf, agak telat. Saya kira perjalanannya tidak akan semacet ini,” kata Ratih Kumala memulai perbincangan.

Ratih Kumala dan Eka Kurniawan adalah dua penulis yang belakangan ini namanya makin terkenal di dunia sastra Indonesia. Selain sebagai penulis, keduanya adalah pasangan suami istri.

Keduanya telah melahirkan beberapa novel, selain sempat juga menerbitkan kumpulan cerita pendek. Kedua penulis muda ini bertutur  pada The Geo Times tentang kecintaan mereka pada sastra.

Read more

Bastian dan Jamur Ajaib (kumpulan cerpen, 2015)

KoverBastianSaya pikir, setelah Larutan Senja, takkan ada lagi kumpulan cerpen yang akan saya terbitkan. Sebab saya pikir, ‘novel lebih gue banget’. Ternyata saya salah. Tahun ini, saya berkesempatan untuk menerbitkan kumpulan cerpen kedua saya, dengan judul Bastian dan Jamur Ajaib (Gramedia Pustaka Utama, 2015).

Read more

Pengetahuan Dasar Kepenulisan

Saya adalah orang yang lumayan sering bikin typo. Itu saya mengaku sejujur-jujurnya. Di beberapa buku, typo saya pun ada yang masih miss, alias terlanjur kena cetak. Di buku yang terbaru, Bastian dan Jamur Ajaib, meskipun saya sudah memproofreadnya, sekarang saya tetap berdoa semoga minim typo. Ya, typo itu kesalahan karena mungkin jari mengetik lebih cepat daripada bayangan sendiri. Selain karena saya juga ada sedikit disleksia. Buat saya, itu belum haram hukumnya, tapi makruh. Tapi, untuk penggunaan tanda baca, saya merasa ini hukumnya haram kalau bikin kesalahan.

Hari ini, di ruang Scipt Editor (SE) kantor saya, teman-teman SE membahas tanda baca. Pasalnya, kami menerima satu skenario dengan tanda baca amburadul. Karakter yang seharusnya kalem, dialognya semua diakhir dengan tanda seru (!). Tak tanggung-tanggung, tanda seru itu bukan cuma satu, melaikan tiga bahkan ada yang empat di satu kalimat. Salah satu SE pun bilang, “gue males pake penulis ini lagi!”

Read more