seragamsd

Tanggal 24 April 2009 malam, sebuah SMS menggembirakan datang dari Executive Produser saya, salah satu FTV program Bioskop Indonesia menang sebagai kategori Sinetron Lepas Terpuji dari Forum Film Bandung 2009. FTV ini berjudul “Baju Seragam Anak Pemulung”, berkisah tentang dua anak pemulung, Evi dan Akil, yang ingin terus sekolah.

Evi dan Akil -dua tokoh dalam FTV ini- adalah kakak beradik yang kurang beruntung. Mereka sebenarnya diajar oleh kakeknya, hingga kakek mereka punya uang yang cukup untuk menyekolahkan keduanya. Betapa bangganya sang kakek, ketika melihat kedua cucunya berseragam sekolah merah-putih dengan dasi. Sayangnya, ketika pulang, kakek yang sedang mulung ditabrak truk dan meninggal. Sejak itu, Evi dan Akil tinggal bersama Bibi dan Otoy, sepupu mereka yang gendut, super songong dan hobi makan. Di rumah bibinya, Evi dan Akil masih tetap berusaha untuk mandiri. Bagaimanapun, bibi mereka bukanlah orang kaya, hanya seorang janda yang berjualan pecel untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ide “Baju Seragam Anak Pemulung” ini sebenarnya sudah lumayan lama. Awalnya dicetuskan oleh mas Harli Rusdiantoro, salah satu Associate Produser program Bioskop Indonesia – Trans TV. Dari perbincangan kami, Tim Penulis (saya, Tary, Ana) mengembangkan sinopsis untuk selanjutnya dikembangkan lagi menjadi skenario (Madin). Seperti halnya naskah Bioskop Indonesia lainnya, naskah “Baju Seragam Anak Pemulung” juga tidak langsung lolos dari draft 1. Jika saya tidak salah ingat, saya mengerjakan editing naskah ini hingga draft ke-4. Selama pengerjaan, dua kali saya sempat lembur hingga jam empat pagi. Tapi bagaimanapun, semua itu kini rasanya sudah terbayar dengan menangnya FTV ini di FFB 2009.

“Baju Seragam Anak Pemulung” disutradarai oleh Betul Solihin. Puluhan anak-anak datang untuk ikut kasting FTV ini. Teman-teman Creative sampai “teler” mengkasting anak-anak yang membludak dari pagi sampai malam. Akhinrya dipilih tiga aktor cilik yang sangat berbakat untuk pemeran Akil, Evi dan Otoy. FTV ini pertama tayang pada Kamis, 26 Februari 2009 pukul 19.00-21.00 WIB. Kami selalu deg-degan dengan hasil rating/share drama murni, mengingat saingan di stasiun televisi lain sudah menyajikan drama serial yang lebih mengikat. FTV ini adalah proyek idealis kami, dan secara batin diam-diam semua sudah bersiap-siap untuk mendapatkan rating jeblok. Tak disangka-sangka, hasilnya sangat berbeda dari yang kami duga. “Baju Seragam Anak Pemulung” menjadi Bioskop Indonesia dengan daily rating/share tertinggi, bahkan ketika itu mengalahkan rating/share sinetron serial. Sejak itu saya pribadi percaya, bahwa penonton pun sebenarnya cerdas memilih program. Bagi saya pribadi –meskipun yang memberi ide adalah mas Harli, yang mengembangkan sinopsis dan pengerjaan editing adalah saya, dan yang menulis skenario adalah Madin–, tetap percaya bahwa “Baju Seragam Anak Pemulung” adalah hasil karya tim sukses Bioskop Indonesia. Bagaimanapun, semua orang dalam tim ini telah mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk FTV ini. Bravo! ^_^