Malam Anugerah Khatulistiwa Literary Awards ke-12 telah berlangsung pada Kamis, 29 November 2012 di Plaza Senayan, Jakarta. Kali ini, dewan juri diketuai oleh Hilmar Farid. Saya cukup beruntung bisa masuk dalam 5 Besar (Short-list) Khatulistiwa Literary Awards 2012, untuk kategori prosa. Berikut adalah para nominatornya menurut urutan abjad (sumber khatulistiwaliteraryaward.wordpress.com): Prosa: 1. Cerita Cinta Enrico,…
Continue reading »
Category Archives: Gadis Kretek
Intrik dari Selinting Kretek
Majalah Detik Edisi 23-29 April 2012 Resensi Gadis Kretek Reporter: Silvia Galikano
Ilustrator Gadis Kretek
Hampir sebulan Gadis Kretek terbit, kover novel ini banyak menuai komentar sebab dianggap “provokatif”. Pertanyaan yang paling sering saya dengar adalah, “siapa yang bikin ilustrasi kovernya, Mbak?” Kenalkan, ini Pak Iksaka Banu, ilustrator Gadis Kretek. Dia telah dengan sabar mendengarkan konsep saya atas keseluruhan novel ini. Berkali-kali ilustrasi harus bolak-balik antara saya, Mbak Mirna (editor…
Continue reading »
Oleh-oleh Dari Peluncuran Novel Gadis Kretek
Novel Gadis Kretek akhirnya resmi lahir. Tanggal 9 Maret 2012, di TB Gramedia, Grand Indonesia, jam 15:00-17:00 wib telah diluncurkan. Pada hari ini, juga untuk pertama kalinya saya memegang buku ini secara nyata, sebab memang buku betul-betul fresh from the oven, alias baru keluar dari percetakan pada hari sebelumnya di langsung dikirim ke lokasi launching….
Continue reading »
Endorsement Pembaca Gadis Kretek
Mengejutkan, penuh dengan detail yang kaya sampai kalimat terakhir. Tanpa terasa kita diajak oleh tiga generasi Indonesia mutakhir yang berusaha meluruskan penyelewengan sejarah oleh generasi yang bercerai berai akibat ganasnya revolusi, politik dan kondisi sosial paling kontroversial di negeri ini lewat kretek, cinta, dan kasih tak sampai melalui ludah yang terasa manis. Semanis ludah Roro…
Continue reading »
Undangan Launching Gadis Kretek
Gadis Kretek | sebuah novel Ratih Kumala | Gramedia Pustaka Utama | 2012 Pak Raja sekarat. Dalam menanti ajal, ia memanggil satu nama perempuan yang bukan istrinya; Jeng Yah. Tiga anaknya, pewaris Kretek Djagad Raja, dimakan gundah. Sang Ibu pun terbakar cemburu terlebih karena permintaan terakhir suaminya ingin bertemu Jeng Yah. Maka berpacu dengan malaikat…
Continue reading »