Gallery

My Translators

Lady of words, that’s what they are: Hiltrud Cordes, Annie Tucker and Soe Tjen Marching. They are my dear translators.

Continue reading

1

Khatulistiwa Literary Award 2012

fotoKLA Malam Anugerah Khatulistiwa Literary Awards ke-12 telah berlangsung pada Kamis, 29 November 2012 di Plaza Senayan, Jakarta. Kali ini, dewan juri diketuai oleh Hilmar Farid. Saya cukup beruntung bisa masuk dalam 5 Besar (Short-list) Khatulistiwa Literary Awards 2012, untuk kategori prosa. Berikut adalah para nominatornya menurut urutan abjad (sumber khatulistiwaliteraryaward.wordpress.com):

Prosa:
1. Cerita Cinta Enrico, Ayu Utami
2. 65, Gitanyali
3. Seekor Anjing Mati di Bala Murghab, Linda Christanty
4. Maryam, Okky Madasari
5. Gadis Kretek, Ratih Kumala

Continue reading

3

Ilustrator Gadis Kretek

Hampir sebulan Gadis Kretek terbit, kover novel ini banyak menuai komentar sebab dianggap “provokatif”. Pertanyaan yang paling sering saya dengar adalah, “siapa yang bikin ilustrasi kovernya, Mbak?” Kenalkan, ini Pak Iksaka Banu, ilustrator Gadis Kretek. Dia telah dengan sabar mendengarkan konsep saya atas keseluruhan novel ini. Berkali-kali ilustrasi harus bolak-balik antara saya, Mbak Mirna (editor GPU) dan Pak Iksaka, hingga akhirnya kami sepakat pada hasil akhir yang kini bisa dilihat mewujud dalam fisik novel Gadis Kretek. Sapa ia di link ini: http://www.facebook.com/profile.php?id=100000166159237

4

Oleh-oleh Dari Peluncuran Novel Gadis Kretek

Novel Gadis Kretek akhirnya resmi lahir. Tanggal 9 Maret 2012, di TB Gramedia, Grand Indonesia, jam 15:00-17:00 wib telah diluncurkan. Pada hari ini, juga untuk pertama kalinya saya memegang buku ini secara nyata, sebab memang buku betul-betul fresh from the oven, alias baru keluar dari percetakan pada hari sebelumnya di langsung dikirim ke lokasi launching.

Cukup seru ngobrol bersama Djenar Maesa Ayu dan Mumu Aloha di peluncuran ini. Tetapi jika ada yang berharap akan menemukan perebatan keras ala mempertahankan prinsip ngerokok atau tidak, maka mungkin akan kecewa. Sebab kami cenderung “bergosip” dan berbagi kisah sendiri-sendiri. Djenar menceritakan pengalamannya sebagai perempuan perokok, saya sebagai perempuan bukan perokok yang sok ngomongin rokok kretek, hahaha. Pagi pada Hari H, kami bertiga (saya, Djenar dan Mumu) sempat twitteran, membahas celana jeans andalan yang masih dijemur, dan berharap bisa kering untuk dipakai ketika launching.

Continue reading

5

Endorsement Pembaca Gadis Kretek

Mengejutkan, penuh dengan detail yang kaya sampai kalimat terakhir. Tanpa terasa kita diajak oleh tiga generasi Indonesia mutakhir yang berusaha meluruskan penyelewengan sejarah oleh generasi yang bercerai berai akibat ganasnya revolusi, politik dan kondisi sosial paling kontroversial di negeri ini lewat kretek, cinta, dan kasih tak sampai melalui ludah yang terasa manis. Semanis ludah Roro Mendut. Karya yang indah dan sayang untuk dilewatkan! (John-De Rantau, sutradara)

Gadis Kretek merupakan sebuah masterpiece — novel dengan jiwa besar dari seorang penulis muda yang selalu menghadirkan karya-karya ‘menggigit’. Gadis Kretek merupakan sebuah kajian budaya yang dibuat hidup oleh karakter-karakter yang ‘berani’ serta nuansa kekeluargaan yang meski tak sempurna, namun tetap penuh kehangatan. Bravo, Ratih! (Maggie Tiojakin, penulis)

———-

Pre-order novel Gadis Kretek dibuka dari tanggal 16 Februari-1 Maret 2012. 20 pembeli pertama akan mendapatkan bonus kumcer Larutan Senja. Untuk keterangan yang lebih detail, sila klik http://www.gramediashop.com/book/detail/9789792281415/Gadis-Kretek