3

Ilustrator Gadis Kretek

Hampir sebulan Gadis Kretek terbit, kover novel ini banyak menuai komentar sebab dianggap “provokatif”. Pertanyaan yang paling sering saya dengar adalah, “siapa yang bikin ilustrasi kovernya, Mbak?” Kenalkan, ini Pak Iksaka Banu, ilustrator Gadis Kretek. Dia telah dengan sabar mendengarkan konsep saya atas keseluruhan novel ini. Berkali-kali ilustrasi harus bolak-balik antara saya, Mbak Mirna (editor GPU) dan Pak Iksaka, hingga akhirnya kami sepakat pada hasil akhir yang kini bisa dilihat mewujud dalam fisik novel Gadis Kretek. Sapa ia di link ini: http://www.facebook.com/profile.php?id=100000166159237

4

Oleh-oleh Dari Peluncuran Novel Gadis Kretek

Novel Gadis Kretek akhirnya resmi lahir. Tanggal 9 Maret 2012, di TB Gramedia, Grand Indonesia, jam 15:00-17:00 wib telah diluncurkan. Pada hari ini, juga untuk pertama kalinya saya memegang buku ini secara nyata, sebab memang buku betul-betul fresh from the oven, alias baru keluar dari percetakan pada hari sebelumnya di langsung dikirim ke lokasi launching.

Cukup seru ngobrol bersama Djenar Maesa Ayu dan Mumu Aloha di peluncuran ini. Tetapi jika ada yang berharap akan menemukan perebatan keras ala mempertahankan prinsip ngerokok atau tidak, maka mungkin akan kecewa. Sebab kami cenderung “bergosip” dan berbagi kisah sendiri-sendiri. Djenar menceritakan pengalamannya sebagai perempuan perokok, saya sebagai perempuan bukan perokok yang sok ngomongin rokok kretek, hahaha. Pagi pada Hari H, kami bertiga (saya, Djenar dan Mumu) sempat twitteran, membahas celana jeans andalan yang masih dijemur, dan berharap bisa kering untuk dipakai ketika launching.

Continue reading

5

Endorsement Pembaca Gadis Kretek

Mengejutkan, penuh dengan detail yang kaya sampai kalimat terakhir. Tanpa terasa kita diajak oleh tiga generasi Indonesia mutakhir yang berusaha meluruskan penyelewengan sejarah oleh generasi yang bercerai berai akibat ganasnya revolusi, politik dan kondisi sosial paling kontroversial di negeri ini lewat kretek, cinta, dan kasih tak sampai melalui ludah yang terasa manis. Semanis ludah Roro Mendut. Karya yang indah dan sayang untuk dilewatkan! (John-De Rantau, sutradara)

Gadis Kretek merupakan sebuah masterpiece — novel dengan jiwa besar dari seorang penulis muda yang selalu menghadirkan karya-karya ‘menggigit’. Gadis Kretek merupakan sebuah kajian budaya yang dibuat hidup oleh karakter-karakter yang ‘berani’ serta nuansa kekeluargaan yang meski tak sempurna, namun tetap penuh kehangatan. Bravo, Ratih! (Maggie Tiojakin, penulis)

———-

Pre-order novel Gadis Kretek dibuka dari tanggal 16 Februari-1 Maret 2012. 20 pembeli pertama akan mendapatkan bonus kumcer Larutan Senja. Untuk keterangan yang lebih detail, sila klik http://www.gramediashop.com/book/detail/9789792281415/Gadis-Kretek

2

Membaca Jakarta Lewat Kacamata Ratih Kumala


Oleh: Ayu Welirang (Kompasiana)

Siapa di sini yang nggak tahu sama Ratih Kumala? Wah, kalau nggak tahu sih ya kelewatan. Ratih Kumala ini sudah beberapa kali menulis untuk kolom cerpen koran dan cerita bersambung, di Kompas dan Republika. Keren bukan? Susah sekali untuk menembuskan tulisan kita ke dua surat kabar ternama itu, karena yang dipilih hanyalah tulisan-tulisan tertentu, dengan nilai sastra tinggi dan kajian budaya yang cukup kental.

Pertama kali yang saya lihat dari buku adalah sampul. Setelah sampul, kemudian sinopsis di bagian paling belakang buku. Setelah itu, barulah saya melihat nama pengarang. Kalau ternyata pengarangnya cukup ternama, saya sudah pasti akan membacanya. Dan ketika melihat sebuah buku dengan gambar yang etnik sekali, saya langsung tertarik. Sinopsisnya pun menarik! Dan yang lebih menyenangkan adalah, penulisnya itu Ratih Kumala.

Saya membelinya. Buku itu adalah buku yang paling keren di antara deretan buku-buku di Bogor Trade Mall. Saya ada di sana karena sudah berjanji pada keponakan, untuk mengajak dia makan di salah satu restoran fast food. Saya berangkat ke BTM bersama keponakan dan si oom-nya keponakan. Hehe. Sebelum makan, saya melihat-lihat toko buku di BTM dan langsung tertarik pada buku itu.
Continue reading

Undangan Launching Gadis Kretek

Gadis Kretek | sebuah novel Ratih Kumala | Gramedia Pustaka Utama | 2012

Pak Raja sekarat. Dalam menanti ajal, ia memanggil satu nama perempuan yang bukan istrinya; Jeng Yah. Tiga anaknya, pewaris Kretek Djagad Raja, dimakan gundah. Sang Ibu pun terbakar cemburu terlebih karena permintaan terakhir suaminya ingin bertemu Jeng Yah. Maka berpacu dengan malaikat maut, Lebas, Karim, dan Tegar, pergi ke pelosok Jawa untuk mencari Jeng Yah, sebelum ajal menjemput sang Ayah. Perjalanan itu bagai napak tilas bisnis dan rahasia keluarga. Lebas, Karim dan Tegar bertemu dengan buruh bathil (pelinting) tua dan menguak asal-usul Kretek Djagad Raja hingga menjadi kretek nomor 1 di Indonesia. Lebih dari itu, ketiganya juga mengetahui kisah cinta ayah mereka dengan Jeng Yah, yang ternyata adalah pemilik Kretek Gadis, kretek lokal Kota M yang terkenal pada zamannya.

Apakah Lebas, Karim dan Tegar akhirnya berhasil menemukan Jeng Yah?
Continue reading

3

Gadis Kretek, Sebuah Novel yang Mulai Mewujud

Bulan Februari 2012 ini saya begitu bersemangat, sebab saya “naik kelas” lagi. Memang sudah sejak Oktober 2011 novel ini selesai, setelah lebih dari tiga tahun saya berjuang di tengah kesibukan untuk melahirkannya. Ini novel terlama yang pernah saya tulis, dan saya sangat menikmati menuliskannya. Saya mengambil waktu sebanyak apapun yang saya butuhkan, baik untuk riset, menata plot, menata ulang lagi, menuliskannya, menjalih, riset lagi, menuliskannya lagi, dan menjalinnya lagi, begitu terus. Editor saya, mbak Mirna (Gramedia Pustaka Utama) memilih pak Iksaka Banu untuk mendesain kover dan ilustrasi bagian dalam.
Continue reading