Image

Dilan: The Power of Gombal

FotoFilmDilan

Hari ketika saya menulis artikel ini, Iqbaal Ramadhan –si pemeran Dilan- sedang belajar di luar negeri tetapi rekaman dirinya muncul di layar lebar minta maaf ke penonton sebab tak bisa hadir di tengah-tengah mereka. Di bioskop yang sama, seseorang mamah muda beranak satu sedang date night dengan suaminya menonton Dilan 1990. Di tempat lain, seorang pekerja sedang lembur sambil membuka liputan6.com dan membaca berita kalau jumlah penonton Dilan 1990 sudah mencapai 5 juta. Sedangkan seorang kid jaman now sedang posting di Instagram, menambah panjang daftar meme tentang Dilan yang kali ini isinya gambar Dilan dan Milea dilengkapi teks, “Bilang ke Dilan, yang berat itu nurunin berat badan, bukan rindu.” Tentu, semua yang baca pasti sudah tahu kalau meme soal berat dan rindu itu berasal dari dialog berikut:

Dilan: “Sekarang kamu tidur. Jangan begadang. Dan, jangan rindu.”
Milea: “Kenapa?”
Dilan: “Berat. Kau gak akan kuat. Biar aku saja.”

Dilan 1990 diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Pidi Baiq, terbit tahun 2014. Dilan bukanlah film remaja pertama yang diangkat dari karya fiksi. Ada banyak, tetapi yang menghadirkan tokoh yang namanya terus diingat, kalimat-kalimatnya dikutip, dan pembaca/penonton berharap bisa jadi dia, terbatas. Coba kita lihat daftarnya; ada Ali Topan Anak Jalanan (1977), Lupus (1986), Catatan Si Boy (1987), Rangga di Ada Apa dengan Cinta (2002) -yang ini sebenarnya bukan dari fiksi, tapi akan saya jelaskan nanti kenapa saya masukan di sini-, dan yang terbaru, tentu saja, Dilan 1990 (2014). Dari masa ke masa, selalu ada satu tokoh remaja cowok yang ikonik. Yang cewek mau jadi pacar dia, dan yang cowok ingin jadi dia. Satu lagi kesamaan mereka, dengan caranya sendiri, mereka pintar ngegombal dan bikin cewek kelepek-kelepek. Yuk dibahas.

Continue reading

Image

REMEMBER THE FLAVOR

Rembember the Flavor, the movie

Rembember the Flavor, the movie

Di awal tahun 2016, saya menulis skenario film ini selama kurang lebih tiga bulan. Bersama sutradara, Dyan Sunu Prastowo, kami berdiskusi tentang alur cerita, lokasi shooting, juga calon-calon pemain. Awalnya, film ini bukan berjudul REMEMBER THE FLAVOR. Pada perjalanannya, tim pra produksi menemukan judul tersebut, yang kemudian kami anggap judul paling pas.

Film ini tentang kenangan, makanya di judul ada kata “remember”-nya. Alkisah Arnesti dan Melodi, dua orang asing yang secara tak sengaja bertemu di kereta yang sama. Melodi kemudian bercerita tentang alasan kenapa dia pulang ke Jogjakarta.

Continue reading

Image

Film REMEMBER THE FLAVOR, Tentang Rasa, Pulang Kampung dan Kenangan

Foto_perscon_RTF

Movie Goers Magazine, 20 Mei 2016

Setiap orang tentu punya rasa yang berbeda terhadap sebuah kenangan. Ada yang ingin meninggalkannya, ada yang sekedar ingin membangkitkannya dan kemudian melupakan, ada yang ingin menghidupkannya kembali, bahkan ada yang ingin terus mengulangi kenangan itu kembali. Berangkat dari fenomena ini, Limelight dan MP Pro memproduksi film ‘Remember The Flavor’ Sebuah film tentang rasa, pulang kampung dan kenangan.
Continue reading

Image
3

Ketika Rangga Kehilangan Puisi

puisi-rangga-e1462523782727
Foto: Still Image dari Official Trailer AADC2/ Miles Film

Artikel ini pertama kali dimuat di: The River Post, 6 Mei 2016.
———-

Jika kamu hendak menonton AADC 2, persiapan yang paling penting adalah mental. Tanggalkan atribut “kritikus” dan “filmmaker”-mu di luar pintu bioskop. Masuklah ke bioskop bersama hantu masa lalu, siapkan hatimu untuk dihajar oleh kenangan. Siapkah kamu untuk mengingat persahabatanmu yang diwakili oleh Cinta, Milly, Karmen dan Maura? Siapkah kamu untuk mengingat ketika pertama benar-benar merasakan jatuh cinta yang diwakili oleh Rangga dan Cinta? Siapkah kamu untuk baper? Film AADC 2 menjual satu hal: nostalgia. Selamat buat cewek-cewek yang berhasil menarik pacarnya nonton film bergenre chick flick ini. Namanya juga chick flick, tentu film ini target penontonnya adalah perempuan. Lebih luas lagi, target penontonnya adalah orang yang menonton AADC 14 tahun yang lalu. Jika kamu (terutama para cowok) mengharapkan lebih dari itu, silakan tonton film lain dengan tema yang lebih berat. Sebab jika tidak, kalian bisa tiba-tiba mejelma jadi kritikus dadakan.
Continue reading

Image
1

Mendefinisi Ulang Arti “True Love” dalam Film Kartun/Animasi Disney

say_disney_snow_white_evil_queen

Ingatkah kalian pada masa kecil, ketika film kartun membuat setiap anak perempuan berangan-angan menjadi “princess”? Semua anak-anak yang menonton Snow White and Seven Dwarft, Sleeping Beauty dan Cinderella pasti mengangankan hal yang sama: berparas cantik, berkulit putih, dengan gaun indah, dan tinggal di istana megah dengan Pangeran Tampan. Itu adalah hari-hari ketika Disney menanamkan ke kepala setiap anak perempuan, bahwa mereka kelak akan diselamatkan oleh laki-laki. Mari kita melihat kembali ke belakang:

Maleficent mengutuk Aurora dengan kalimat ini sejak dia baru lahir, “From this slumber she shall wake, when true love’s kiss the spell shall break.” (Sleeping Beauty, 1959). Evil Queen yang iri akan kecantikan Snow White meracuni Snow White dengan jebakan apel beracun yang menyebabkan mati suri, “The victim of the sleeping death can be revived only by Love’s First Kiss” (Snow White and The Seven Dwarfts, 1937). Sedang dalam film Cinderella (1950), meskipun istilah true love tidak gamblang diucapkan dalam dialog, melaikan lebih halus dengan harapan Cinderella tentang kebahagiaan. Di sini dia pun diselamatkan oleh Pangeran Tampan yang repot-repot mencarinya sambil membawa sebelah sepatu kaca yang dicobakan ke setiap kaki gadis yang ditemuinya di negeri itu. Ketika Cinderella cocok dengan sepatu kaca itu, dia pun terselamatkan dari kekejaman Ibu Tiri dan dua saudara tirinya.
Continue reading

2

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

This one is my wedding gift to my husband, Eka Kurniawan who will publish his novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.

This is a short film, based on his novel. Produced by me, directed and DOP by Reno Marciano, assistant director is Khairul Amri, casted by Cessa Putri, Khairul Amri and Rahmat H. Panca.

Watch the clip, click the link above. And read the novel, coming soon….Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.