Novel KRONIK BETAWI Bisa Pesan di Sini :)

3 Comments

kronik-betawi

KRONIK BETAWI
Jenis : Fiksi/Novel
Penulis: Ratih Kumala
Penerbit: Gramedia Putaka Utama, 2009
Tebal: 268 halaman

Buat teman-teman yang males ke toko buku, novel Kronik Betawi bisa dipesan langsung lewat saya :)

Novel Kronik Betawi bercerita tentang perjalanan kota Betawi dan anak daerahnya menghadapi modernisasi dan menepis berbagai persepsi miring terutama dari para pendatang. Kerelaan berbagi dengan kaum pendatang dalam mengais rejeki di ibukota ternyata tidak sebanding dengan dampaknya. Kota Jakarta bagai bukan milik penduduk aslinya lagi. Diceritakan, pembangunan yang sembarangan dan pertumbuhan permukiman bahkan telah menghilangkan asal-usul serta sejarah beberapa tempat.

Novel ini khas Betawi. Menghibur, menyindir, dan ceplas-ceplos. Sebuah pengingat, dokumentasi, dan apresiasi bagi nilai-nilai dan keluhuran budaya Betawi yang patut dibanggakan.

Harga bukunya Rp. 40.000,- dan saya tidak menarik biaya pengiriman, selama masih di Indonesia. Tapi buat yang di luar negeri, so sorry… kena biaya kirim ya (maklum, paketinnya mahal hehe).

Kalau tertarik, silakan transfer ke:
BCA No.Rek. 1530234017
atasnama Ratih Kumala.

Lalu, konfirmai lewat email ke ratihkumala@gmail.com, jangan lupa mencantumkan alamat pengiriman dan nomor telepon (just in case). Novel Kronik Betawi segera dikirim setelah pembayaran diterima.

“Baju Seragam Anak Pemulung” : Sinetron Lepas Terpuji dari Forum Film Bandung 2009

11 Comments

seragamsd

Tanggal 24 April 2009 malam, sebuah SMS menggembirakan datang dari Executive Produser saya, salah satu FTV program Bioskop Indonesia menang sebagai kategori Sinetron Lepas Terpuji dari Forum Film Bandung 2009. FTV ini berjudul “Baju Seragam Anak Pemulung”, berkisah tentang dua anak pemulung, Evi dan Akil, yang ingin terus sekolah.

Evi dan Akil -dua tokoh dalam FTV ini- adalah kakak beradik yang kurang beruntung. Mereka sebenarnya diajar oleh kakeknya, hingga kakek mereka punya uang yang cukup untuk menyekolahkan keduanya. Betapa bangganya sang kakek, ketika melihat kedua cucunya berseragam sekolah merah-putih dengan dasi. Sayangnya, ketika pulang, kakek yang sedang mulung ditabrak truk dan meninggal. Sejak itu, Evi dan Akil tinggal bersama Bibi dan Otoy, sepupu mereka yang gendut, super songong dan hobi makan. Di rumah bibinya, Evi dan Akil masih tetap berusaha untuk mandiri. Bagaimanapun, bibi mereka bukanlah orang kaya, hanya seorang janda yang berjualan pecel untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
More

Free Ponari!!!

20 Comments

Aksi Ponari saat sedang mengobati pasien. Orang yang sakit di mana, Ponarinya sendiri fokusnya juga ke mana....?!?!

Aksi Ponari saat sedang mengobati pasien. Orang yang sakit di mana, Ponarinya sendiri fokusnya juga ke mana....?!?!

Saya mendadak jadi pemirsa setia berita siang gara-gara heboh Ponari, si bocah dukun dari Jombang. Awalnya saya tidak terlalu mengikuti kisah Ponari. Tetapi karena semua orang, televisi dan koran membincangkannya, maka saya jadi ikut-ikutan.

Ponari (siswa kelas III SDN I Balongsari, Jombang, Jawa Timur) mengingatkan saya pada tokoh Micah dalam serial Heroes, seorang bocah yang punya kekuatan super bisa berkomunikasi dengan alat elektronik dan bisa memerintah. Ponari sendiri bisa punya kekuatan setelah dia disamber gledek, dan tiba-tiba ada batu di genggamannya yang konon bisa menyembuhkan. Ah, saya tidak perlu berpanjang-panjang menjelaskan siapa itu Ponari, semua orang Indonesia sudah tahu.

Yang saya heran adalah ketika mendengar kabar kalau Ponari sampai sakit gara-gara ingin menyembuhkan orang sakit (?!?!?!?!?!). Dan, ketika orang-orang diminta pulang karena Ponari ingin beristirahat, mereka semua bertahan. Kabar selanjutnya, ketika orangtua Ponari ingin menghentikan usaha pengobatan alternatif ala Ponari, justru kakak kandung Ponari marah dan menyerang ayahandanya, bahkan memukulinya. Kakak Ponari konon mengancam ingin menuntut hak asuh Ponari. Berita lain mengatakan, warga sekitar tempat tinggal Ponari ikut-ikutan marah karena tak ingin usaha pengobatan ala Ponari ditutup, sebab itu telah menjadi salah satu sumber penghasilan mereka. Bagaimana tidak, pasien yang datang bisa lebih dari 5000 orang, mau tak mau rumah warga sekitar disewakan untuk tempat berteduh, buka warung, sembari menunggu giliran air yang mereka bawa dicemplungi batu obat samber gledeknya Ponari.
More

Tokyo di Penghujung Musim Gugur

9 Comments

festival ketika musim gugur di kuil yang saya tidak tahu namanya

festival ketika musim gugur di kuil yang saya tidak tahu namanya

Ketika saya berkunjung ke Jepang tahun 2008 lalu, musim gugur hampir di penghujung, tetapi salju belum turun, jalan belum licin. Meski daun-daun yang kuning sebagian sudah berubah cokelat, tetapi angin di Tokyo cukup hangat untuk sekedar mengenakan pakaian dua lapis dan sebuah syal. Cukup nyaman untuk seorang yang biasa hidup di daerah tropis sepanjang tahun. Ornamen-ornamen natal terlihat berkerlap-kerlip di sepanjang jalan. Salah satu yang paling semarak adalah hiasan natal di depan Tokyo Tower. Lebih dari itu, 2008 juga ulangtahun Tokyo Tower ke-50. Tak heran jika di badan menara ini tertulis “50” dengan lampu gemerlap sehingga terlihat dari jauh. Meski mayoritas orang Jepang bukan beragama Kristiani, tetapi mereka suka sekali dengan segala perayaan. Tak hanya perayaan kepercayaan Shinto, tetapi juga hari Valentine, Hallowen, dan kini, menyambut Natal. Hal pertama yang menarik perhatian saya adalah kesukaan mereka pada benda-benda kecil (miniatur) dan tiruan. Mulai dari tiruan makanan, miniatur tokoh-tokoh anime, hingga miniatur kota Tokyo jaman dulu yang sangat detil digelar di lantai bawah Tokyo Tower.

Seorang teman pernah bercerita pada saya, sepulang dari Jepang, kerabat-kerabat Jepangnya membawakan sedikit kenang-kenangan yang –biarpun kecil- dibungkus lucu-lucu, disertai ucapan yang agak panjang. Kadang, ucapan itu juga menjelaskan kenapa ia memberikan hadiah tertentu untuk orang itu. Di mata saya, perayaan apapun bagi orang Jepang kelihatannya berkaitan dengan kesukaan mereka memberi hadiah yang mungil-mungil. Toko kertas (yang saya maksud di sini bukan sekedar toko kertas menjual HVS rim-riman seperti di Indonesia, tetapi juga meliputi kertas kado dengan warna dan pola unik) mungkin belum terlihat ramai, tapi jangan khawatir… tak lama lagi antriannya pasti akan panjang, dipenuhi orang-orang yang ingin mengemas hadiah Natal.

More

Naik Kelas

19 Comments

Tanggal 20 November ini saya merayakan satu bulan saya bekerja di sebuah televisi swasta.  Tiba-tiba saya kagum pada diri saya sendiri… “kok bisa ya, bertahan?” Saya merasa keluar dari cangkang kenyamanan yang selama ini saya erami.

Pertama, saya membenci rutinitas.
Kedua, saya tidak terlalu cakap bergaul dengan orang lain.
Ketiga, saya merasa sulit bekerja dengan orang lain -terutama untuk hal-hal yang kreatif.

Jadi…, hebat! Saya bisa bertahan. Untuk kali ini, saya memberi salut untuk diri sendiri (suatu hal yang jarang saya lakukan, ngomong-ngomong hehehehe).

Sudah terlalu lama saya bekerja sendiri. Dulu sempat sih, kerja kantoran. Waktu itu saya masih meraba-raba apa yang saya inginkan. Jadi, saya cenderung mencoba segala hal. Ketika saya memutuskan untuk fokus menulis, saya menjadi lebih intim dengan diri saya sendiri ketimbang dengan orang lain (istilah kerennya “autis” ya?). Hal kreatif menurut saya patutnya dilakukan sendiri saja, sebab jika dilakukan dengan orang lain, saya tidak akan mendapatkan apa yang ingin saya capai.

More