
Tanggal 24 April 2009 malam, sebuah SMS menggembirakan datang dari Executive Produser saya, salah satu FTV program Bioskop Indonesia menang sebagai kategori Sinetron Lepas Terpuji dari Forum Film Bandung 2009. FTV ini berjudul “Baju Seragam Anak Pemulung”, berkisah tentang dua anak pemulung, Evi dan Akil, yang ingin terus sekolah.
Evi dan Akil -dua tokoh dalam FTV ini- adalah kakak beradik yang kurang beruntung. Mereka sebenarnya diajar oleh kakeknya, hingga kakek mereka punya uang yang cukup untuk menyekolahkan keduanya. Betapa bangganya sang kakek, ketika melihat kedua cucunya berseragam sekolah merah-putih dengan dasi. Sayangnya, ketika pulang, kakek yang sedang mulung ditabrak truk dan meninggal. Sejak itu, Evi dan Akil tinggal bersama Bibi dan Otoy, sepupu mereka yang gendut, super songong dan hobi makan. Di rumah bibinya, Evi dan Akil masih tetap berusaha untuk mandiri. Bagaimanapun, bibi mereka bukanlah orang kaya, hanya seorang janda yang berjualan pecel untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Continue Reading »




Di rumah, saya punya banyak sendok plastik yang saya dapat dari makan nasi kotak, pengaduk cappucino, makanan pesan-antar, dll. Memang, dibandingkan sendok logam, sendok plastik jelas berkualitas rendah. Setelah sekitar sepuluh kali pemakaian, sendok plastik biasanya patah. Setelah itu, baru saya anggap daya sendok plastik tak ada lagi. Saya membuangnya. Tapi, selama sendok plastik belum patah, saya akan memperlakukannya seperti sendok logam lain; mencuci dan menyimpan baik-baik setelah makan.