From Literature

Kisah Gadis Kretek dan Lelaki Harimau

RatihEka1

Wawancara dengan GEO Times | Sabtu, 14/02/2015

“Maaf, agak telat. Saya kira perjalanannya tidak akan semacet ini,” kata Ratih Kumala memulai perbincangan.

Ratih Kumala dan Eka Kurniawan adalah dua penulis yang belakangan ini namanya makin terkenal di dunia sastra Indonesia. Selain sebagai penulis, keduanya adalah pasangan suami istri.

Keduanya telah melahirkan beberapa novel, selain sempat juga menerbitkan kumpulan cerita pendek. Kedua penulis muda ini bertutur  pada The Geo Times tentang kecintaan mereka pada sastra.

Read more

Khatulistiwa Literary Award 2012

fotoKLA Malam Anugerah Khatulistiwa Literary Awards ke-12 telah berlangsung pada Kamis, 29 November 2012 di Plaza Senayan, Jakarta. Kali ini, dewan juri diketuai oleh Hilmar Farid. Saya cukup beruntung bisa masuk dalam 5 Besar (Short-list) Khatulistiwa Literary Awards 2012, untuk kategori prosa. Berikut adalah para nominatornya menurut urutan abjad (sumber khatulistiwaliteraryaward.wordpress.com):

Prosa:
1. Cerita Cinta Enrico, Ayu Utami
2. 65, Gitanyali
3. Seekor Anjing Mati di Bala Murghab, Linda Christanty
4. Maryam, Okky Madasari
5. Gadis Kretek, Ratih Kumala

Read more

Endorsement Pembaca Gadis Kretek

Mengejutkan, penuh dengan detail yang kaya sampai kalimat terakhir. Tanpa terasa kita diajak oleh tiga generasi Indonesia mutakhir yang berusaha meluruskan penyelewengan sejarah oleh generasi yang bercerai berai akibat ganasnya revolusi, politik dan kondisi sosial paling kontroversial di negeri ini lewat kretek, cinta, dan kasih tak sampai melalui ludah yang terasa manis. Semanis ludah Roro Mendut. Karya yang indah dan sayang untuk dilewatkan! (John-De Rantau, sutradara)

Gadis Kretek merupakan sebuah masterpiece — novel dengan jiwa besar dari seorang penulis muda yang selalu menghadirkan karya-karya ‘menggigit’. Gadis Kretek merupakan sebuah kajian budaya yang dibuat hidup oleh karakter-karakter yang ‘berani’ serta nuansa kekeluargaan yang meski tak sempurna, namun tetap penuh kehangatan. Bravo, Ratih! (Maggie Tiojakin, penulis)

———-

Pre-order novel Gadis Kretek dibuka dari tanggal 16 Februari-1 Maret 2012. 20 pembeli pertama akan mendapatkan bonus kumcer Larutan Senja. Untuk keterangan yang lebih detail, sila klik http://www.gramediashop.com/book/detail/9789792281415/Gadis-Kretek

Membaca Jakarta Lewat Kacamata Ratih Kumala


Oleh: Ayu Welirang (Kompasiana)

Siapa di sini yang nggak tahu sama Ratih Kumala? Wah, kalau nggak tahu sih ya kelewatan. Ratih Kumala ini sudah beberapa kali menulis untuk kolom cerpen koran dan cerita bersambung, di Kompas dan Republika. Keren bukan? Susah sekali untuk menembuskan tulisan kita ke dua surat kabar ternama itu, karena yang dipilih hanyalah tulisan-tulisan tertentu, dengan nilai sastra tinggi dan kajian budaya yang cukup kental.

Pertama kali yang saya lihat dari buku adalah sampul. Setelah sampul, kemudian sinopsis di bagian paling belakang buku. Setelah itu, barulah saya melihat nama pengarang. Kalau ternyata pengarangnya cukup ternama, saya sudah pasti akan membacanya. Dan ketika melihat sebuah buku dengan gambar yang etnik sekali, saya langsung tertarik. Sinopsisnya pun menarik! Dan yang lebih menyenangkan adalah, penulisnya itu Ratih Kumala.

Saya membelinya. Buku itu adalah buku yang paling keren di antara deretan buku-buku di Bogor Trade Mall. Saya ada di sana karena sudah berjanji pada keponakan, untuk mengajak dia makan di salah satu restoran fast food. Saya berangkat ke BTM bersama keponakan dan si oom-nya keponakan. Hehe. Sebelum makan, saya melihat-lihat toko buku di BTM dan langsung tertarik pada buku itu.
Read more