
Joseph Fiennes, pemeran William Shakespeare dalam film Shakespeare in Love
Hah?! Broken home? Ya, broken home!
Continue reading
The Only Constant is Change

Hah?! Broken home? Ya, broken home!
Continue reading
Posted by in Film, Literature, Review

A poem a day will keep the doctor away.
-rk-
Inilah kenyataan umum yang saya tahu jika saya kebetulan bertemu dengan orang-orang yang jatuh cinta pada kata-kata: mereka membaca puisi. Kisah cinta saya pada sastra juga diawali perkenalan dengan puisi. Ketika itu, saya belum punya napas yang cukup panjang untuk menyelesaikan sebuah cerpen (apalagi novel). Saya menulis puisi-puisi pendek di buku harian saya tentang tema-tema sederhana, misalnya tentang dompet merah yang hilang. Ketika itu saya masih SMP. Dulu, saya pikir, menulis puisi itu gampang. Ternyata, lama kelamaan bagi saya menulis puisi lebih sulit dibanding menulis prosa. Maka itu, sekarang saya tahu diri; tidak menulis puisi. Sampai sekarang saya masih heran dengan mereka yang bilang bahwa menulis puisi itu gampang, bagi saya menulis puisi itu pekerjaan berpikir yang tak selesai-selesai.
Ada puisi-puisi yang bagi saya tak tergantikan. Puisi-puisi yang di awal pembelajaran penulisan saya sering menemani saya, terus menerus, dan membuat saya jatuh cinta pada sastra. Meniru acara tv E! Count Down, saya ingin menghitungnya dari yang nomor lima dan terus membuncit hingga nomor satu:
Continue reading
Posted by in Literature

Bagaimanakah sebuah penyakit bisa mempengaruhi hidup sebuah keluarga? Bagi keluarga Beauchard penyakit yang diderita anak tertua mereka lama kelamaan berlaku selayaknya kompas; menunjukkan ke arah mana keluarga ini akan pergi. Jean-Christope menderita epilepsi sejak kecil. Ia bisa terserang hingga tiga kali sehari, tanpa mengenal waktu maupun tempat. Jika serangannya terjadi, ia tiba-tiba menjadi lumpuh, pandangannya tak tentu, tak punya kontrol terhadap dirinya sendiri, air liurnya pun tumpah. Lalu, jika ini terjadi di tempat-tempat umum (dan kebetulan sering), maka orang-orang akan mengerumuninya. Dengan tatapan heran, jijik, takut, sekaligus bersemangat, orang-orang bergumam-gumam, mengata-ngatainya gila, perlu dibawa ke RSJ, kesurupan, atau paling bagus, ia dituduh idiot.
Continue reading
Posted by in Graphic Novel, Literature
Di ultah komunitas milis sastra ke-3, apresiasi-sastra@ yahoogroups.com, teman-teman yang biasanya ngobrol di dunia maya kali ini kopi darat. Di Japan Foundation, teman-teman Apsas bertemu dan bersastra; mulai dari launching buku, pertunjukan teater, diskusi, monolog, sampai baca puisi yang dulu pernah diposting ke milis oleh anggota-anggotanya. Ada acara potong tumpeng segala lho!
Posted by in Gallery, Literature
Jejaring