Image
3

Kisah Gadis Kretek dan Lelaki Harimau

RatihEka1

Wawancara dengan GEO Times | Sabtu, 14/02/2015

“Maaf, agak telat. Saya kira perjalanannya tidak akan semacet ini,” kata Ratih Kumala memulai perbincangan.

Ratih Kumala dan Eka Kurniawan adalah dua penulis yang belakangan ini namanya makin terkenal di dunia sastra Indonesia. Selain sebagai penulis, keduanya adalah pasangan suami istri.

Keduanya telah melahirkan beberapa novel, selain sempat juga menerbitkan kumpulan cerita pendek. Kedua penulis muda ini bertutur  pada The Geo Times tentang kecintaan mereka pada sastra.

Continue reading

1

Pengetahuan Dasar Kepenulisan

Saya adalah orang yang lumayan sering bikin typo. Itu saya mengaku sejujur-jujurnya. Di beberapa buku, typo saya pun ada yang masih miss, alias terlanjur kena cetak. Di buku yang terbaru, Bastian dan Jamur Ajaib, meskipun saya sudah memproofreadnya, sekarang saya tetap berdoa semoga minim typo. Ya, typo itu kesalahan karena mungkin jari mengetik lebih cepat daripada bayangan sendiri. Selain karena saya juga ada sedikit disleksia. Buat saya, itu belum haram hukumnya, tapi makruh. Tapi, untuk penggunaan tanda baca, saya merasa ini hukumnya haram kalau bikin kesalahan.

Hari ini, di ruang Scipt Editor (SE) kantor saya, teman-teman SE membahas tanda baca. Pasalnya, kami menerima satu skenario dengan tanda baca amburadul. Karakter yang seharusnya kalem, dialognya semua diakhir dengan tanda seru (!). Tak tanggung-tanggung, tanda seru itu bukan cuma satu, melaikan tiga bahkan ada yang empat di satu kalimat. Salah satu SE pun bilang, “gue males pake penulis ini lagi!”

Continue reading

1

(No Longer) The Ugly Sister

As we started out our Two Days Workshop, our mentor, Mr. Aaron R. Thomas said, “TV series is no longer the ugly sister of features film.” This sentence made us laugh. The word ‘ugly sisters’ seems to me a strong word. It contains underestimate on it. The thing is; it’s not wrong either. “Most of young writers,” Mr. Thomas continued his lecture, “prefer to become writer of features film. Becoming TV Series writer is never been their first option, and so was I.” But then he told us story of how he ends-up as a TV Series writer. He started as an Unpaid Intern, up to now he’s a Supervising Producer (which of course he earns good payment).

Aaron R. Thomas is writer for CSI: NY, Numb3rs and Friday Night Lights. His lecture let us to know more about ‘procedural driven plot’, which is not very often use in Indonesian TV Series. Our TV Series, or as we called as sinetron, mostly use ‘character driven plot’ that focus on emotional of the character. This kind of plot, I must say, is Indonesian audiences’ favorite.

Continue reading

5

Endorsement Pembaca Gadis Kretek

Mengejutkan, penuh dengan detail yang kaya sampai kalimat terakhir. Tanpa terasa kita diajak oleh tiga generasi Indonesia mutakhir yang berusaha meluruskan penyelewengan sejarah oleh generasi yang bercerai berai akibat ganasnya revolusi, politik dan kondisi sosial paling kontroversial di negeri ini lewat kretek, cinta, dan kasih tak sampai melalui ludah yang terasa manis. Semanis ludah Roro Mendut. Karya yang indah dan sayang untuk dilewatkan! (John-De Rantau, sutradara)

Gadis Kretek merupakan sebuah masterpiece — novel dengan jiwa besar dari seorang penulis muda yang selalu menghadirkan karya-karya ‘menggigit’. Gadis Kretek merupakan sebuah kajian budaya yang dibuat hidup oleh karakter-karakter yang ‘berani’ serta nuansa kekeluargaan yang meski tak sempurna, namun tetap penuh kehangatan. Bravo, Ratih! (Maggie Tiojakin, penulis)

———-

Pre-order novel Gadis Kretek dibuka dari tanggal 16 Februari-1 Maret 2012. 20 pembeli pertama akan mendapatkan bonus kumcer Larutan Senja. Untuk keterangan yang lebih detail, sila klik http://www.gramediashop.com/book/detail/9789792281415/Gadis-Kretek

2

Membaca Jakarta Lewat Kacamata Ratih Kumala


Oleh: Ayu Welirang (Kompasiana)

Siapa di sini yang nggak tahu sama Ratih Kumala? Wah, kalau nggak tahu sih ya kelewatan. Ratih Kumala ini sudah beberapa kali menulis untuk kolom cerpen koran dan cerita bersambung, di Kompas dan Republika. Keren bukan? Susah sekali untuk menembuskan tulisan kita ke dua surat kabar ternama itu, karena yang dipilih hanyalah tulisan-tulisan tertentu, dengan nilai sastra tinggi dan kajian budaya yang cukup kental.

Pertama kali yang saya lihat dari buku adalah sampul. Setelah sampul, kemudian sinopsis di bagian paling belakang buku. Setelah itu, barulah saya melihat nama pengarang. Kalau ternyata pengarangnya cukup ternama, saya sudah pasti akan membacanya. Dan ketika melihat sebuah buku dengan gambar yang etnik sekali, saya langsung tertarik. Sinopsisnya pun menarik! Dan yang lebih menyenangkan adalah, penulisnya itu Ratih Kumala.

Saya membelinya. Buku itu adalah buku yang paling keren di antara deretan buku-buku di Bogor Trade Mall. Saya ada di sana karena sudah berjanji pada keponakan, untuk mengajak dia makan di salah satu restoran fast food. Saya berangkat ke BTM bersama keponakan dan si oom-nya keponakan. Hehe. Sebelum makan, saya melihat-lihat toko buku di BTM dan langsung tertarik pada buku itu.
Continue reading