Kronik Betawi, Sebuah Novel:
Different are the rewards of those who come to heaven; hapines is bestowed on them; delightful their state; verily they have arrived in the land of silver. Truly yoy are directed to a place which is exalted, pointed by Dewas, who preside at death and become your guide; because the dead are mixed in a land which is wide and level, are given occupations and quickly go, each flying to the first place until arrive at the seventh
-Sir Thomas Stamford Raffles: History of Java, page cxxix-

Tidak sejak Juleha kecil ibunya hobi memelihara kucing. Kesenangan itu mulai muncul ketika ia selesai menikahkan anaknya yang paling kecil, Juleha, dengan Jiih. Suaminya, Bung Juned, semakin lama semakin lebih betah tinggal di Serang, di rumah bini ke duanya. Apalagi setelah anak terakhir mereka menikah. Seakan-akan Bung Juned sudah tidak punya tanggungan lagi di rumah bini pertamanya. Tak sampai satu tahun Juleha menikah, seekor kucing kampung datang mendekati Ipah. Ketika itu ia tengah menunggu suaminya pulang, seperti kemarin-kemarin. Tetapi laki-laki itu tak kunjung datang; ia tak pernah memberitahu Ipah kapan bakal kembali, dan berapa lama ia akan di Serang. Toh setiap hari, selayaknya bakti setia seorang istri, Ipah menyiapkan makanan untuk dua orang.



Saya seorang penulis (
Jejaring