2

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

This one is my wedding gift to my husband, Eka Kurniawan who will publish his novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.

This is a short film, based on his novel. Produced by me, directed and DOP by Reno Marciano, assistant director is Khairul Amri, casted by Cessa Putri, Khairul Amri and Rahmat H. Panca.

Watch the clip, click the link above. And read the novel, coming soon….Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.

 

Betawi Jaman Doeloe

Kita semua tahu, Jakarta telah berubah sedemikian rupa. Tapi seperti apakah Jakarta (alias Betawi, alias Batavia) sebelum perubahan itu ada? Sebelum gedung menjulang tinggi, sebelum jalan padat merayap, sebelum orang berkerumun bak rayap. Saya menemukan video menarik di YouTube.com yang diposting oleh falkonungu. Selamat menonton video pendek ini. Semoga kita makin menghargai ibukota ini.

kronik-betawi
Saya sering berpikir seperti apa Jakarta jaman dulu. Menulis Kronik Betawi lebih banyak membuka memori tentang Jakarta ketika saya masih kecil. Betapa semua berbeda ketika beberapa waktu lalu saya kembali ke Pondok Gede, rumah di mana saya dibesarkan. Rumah Sakit Husni Tamrin bukan lagi sebuah klinik bersalin kecil seperti ketika adik saya yang paling kecil dilahirkan. tanah pekuburan di depan gang masuk menuju rumah saya kini telah diratakan dan konon tulang belulang manusia sudah dipindahkan dari situ. Jalan gang yang dulu besar, kini serasa pendek dan sempit, sedangkan kebun kecapi yang dulu luas dan penuh nyamuk telah disulap jadi rumah bertingkat.

Buku saya keempat, Kronik Betawi , bercerita tentang Jakarta dari jaman penjajahan Jepang (tahun ’40-an) hingga awal era Reformasi (1998). Tiga tokoh yang merupakan anak daerah, yaitu Jaelani, Jarkasi dan Juleha (beserta garis keturunan keluarga mereka) tiba-tiba tergusur dan tergeser. Novel ini sengaja saya tulis dengan sangat ringan dan sederhana, jauh dari kesan “high-literature” yang jelimet. Ini adalah persembahan saya untuk kota kelahiran saya, Jakarta. Selamat membaca dan selamat makin mencintai Jakarta.

1

“Kado Hari Jadi”, a film by Paul Agusta

 

 

Seperti biasa, saya selalu mengukai kerja-kerja indie dengan semangat muda, entah itu soal buku maupun film. Belum lama, teman saya, Paul Agusta, bercerita tengah girang sebab dia akan membuat film features pertamanya. Setelah beberapa saat menghilang dari peredaran, dia kembali dengan sebuah karya yang diomongkannya, film “Kado Hari Jadi”
Continue reading

12

Wayang Rajakaya (Rajakaya Shadow Puppet)

Si kancil anak nakal/suka mencuri ketimun/ayo lekas dikurung/jangan diberi ampun!//

Ketika saya melihat klip Wayang Rajakaya di YouTube, lagu anak-anak berjudul Si Kancil tiba-tiba muncul di kepala saya. Herlambang Bayu Aji, atau yang lebih akrab saya panggil Gundul, mengirimkan video YouTube di atas. Betapa saya senang melihatnya perkembangannya. Bagaimana tidak, sekitar tiga tahun yang lalu, Gundul meminta saya membuat naskah untuk Wayang Rajakaya.
Continue reading