<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Doel Hamid Asal Betawi</title>
	<atom:link href="http://ratihkumala.com/blog/doel-hamid-asal-betawi-540.php/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ratihkumala.com/blog/doel-hamid-asal-betawi-540.php</link>
	<description>The Only Constant is Change</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 05:34:49 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Intan</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/doel-hamid-asal-betawi-540.php/comment-page-1#comment-1801</link>
		<dc:creator>Intan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2010 22:44:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=540#comment-1801</guid>
		<description>saya sempat baca beritanya, katanya si doel mau diangkat ke layar lebar tahun depan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sempat baca beritanya, katanya si doel mau diangkat ke layar lebar tahun depan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: syah reza fahlevi</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/doel-hamid-asal-betawi-540.php/comment-page-1#comment-1720</link>
		<dc:creator>syah reza fahlevi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 05:58:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=540#comment-1720</guid>
		<description>saya sebagai anak cucu dan cicit sama sekali tidak tau dan menikmati hasil dari karya buyut kami, setau kami hanya dikuasai oleh satu ahli waris yaitu paman kami dan rano karno saja..
kami prihatin dan sampai saat ini kami tidak  tau berapa hasil yang sudah di cetak oleh balai pustaka, mohon kebijaksanaannya, 
terimakasih,,


reza 
cicit alm, aman Dt. madjoindo ( ayah )</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sebagai anak cucu dan cicit sama sekali tidak tau dan menikmati hasil dari karya buyut kami, setau kami hanya dikuasai oleh satu ahli waris yaitu paman kami dan rano karno saja..<br />
kami prihatin dan sampai saat ini kami tidak  tau berapa hasil yang sudah di cetak oleh balai pustaka, mohon kebijaksanaannya,<br />
terimakasih,,</p>
<p>reza<br />
cicit alm, aman Dt. madjoindo ( ayah )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Udo</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/doel-hamid-asal-betawi-540.php/comment-page-1#comment-1493</link>
		<dc:creator>Udo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 13:36:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=540#comment-1493</guid>
		<description>Buku Si Doel Anak Jakarta karya Aman (Aman Dt. Madjoindo) sudah berkali-kali dicetak ulang oleh Penerbit Balai Pustaka. Saya sempatkan beli cetakan baru beberapa waktu lalu. Buku ini sudah saya baca ketika masih zaman Inpres (buku bacaan masuk sekolah-sekolah) tahun 1970-an). Ya, dulu sih gampang baca buku gratisan. Sekarang harus beli mulu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Buku Si Doel Anak Jakarta karya Aman (Aman Dt. Madjoindo) sudah berkali-kali dicetak ulang oleh Penerbit Balai Pustaka. Saya sempatkan beli cetakan baru beberapa waktu lalu. Buku ini sudah saya baca ketika masih zaman Inpres (buku bacaan masuk sekolah-sekolah) tahun 1970-an). Ya, dulu sih gampang baca buku gratisan. Sekarang harus beli mulu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: RaRa Wulan</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/doel-hamid-asal-betawi-540.php/comment-page-1#comment-1427</link>
		<dc:creator>RaRa Wulan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 06:37:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=540#comment-1427</guid>
		<description>ow ternyata film si Doel ini ada bukunya juga...
baru tau saya..
saya pikir nggak ada bukunya eh ternyata ada, tapi saya blom pernah tau cover buku si Doel, jadi penasaran pingin tau hehehe
Makacih mbak jadi nambah pengetahuan nih. Sukses slalu iah mbak :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ow ternyata film si Doel ini ada bukunya juga&#8230;<br />
baru tau saya..<br />
saya pikir nggak ada bukunya eh ternyata ada, tapi saya blom pernah tau cover buku si Doel, jadi penasaran pingin tau hehehe<br />
Makacih mbak jadi nambah pengetahuan nih. Sukses slalu iah mbak :)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adelina</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/doel-hamid-asal-betawi-540.php/comment-page-1#comment-1414</link>
		<dc:creator>adelina</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 15:27:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=540#comment-1414</guid>
		<description>kalau cerita si Doel dikembangkan, apakah harus ada ijin dari pihak pencipta tokoh yang pertama, Tih?

gimana kalo kamu ikut ngembangin cerita si Doel ini?

--------------------

@Adelina: Hhm... aku sempat berpikir soal itu juga, Na. Aman Datuk Madjoindo sendiri sudah meninggal 40 tahun yang lalu, kalau hak karya itu seingatku jadi public domain setelah 50 tahun pencipta aselinya meninggal dunia. Tapi kalau kasusunya Si Doel, kan yang diadaptasi hanya karakternya, bukan novelnya (kecuali tentu saja film Si Doel Anak Betawi yang pertama-tama dibuat oleh Bung Sjuman). Sebenarnya dia sudah jadi ikon publik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau cerita si Doel dikembangkan, apakah harus ada ijin dari pihak pencipta tokoh yang pertama, Tih?</p>
<p>gimana kalo kamu ikut ngembangin cerita si Doel ini?</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>@Adelina: Hhm&#8230; aku sempat berpikir soal itu juga, Na. Aman Datuk Madjoindo sendiri sudah meninggal 40 tahun yang lalu, kalau hak karya itu seingatku jadi public domain setelah 50 tahun pencipta aselinya meninggal dunia. Tapi kalau kasusunya Si Doel, kan yang diadaptasi hanya karakternya, bukan novelnya (kecuali tentu saja film Si Doel Anak Betawi yang pertama-tama dibuat oleh Bung Sjuman). Sebenarnya dia sudah jadi ikon publik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

