Film REMEMBER THE FLAVOR, Tentang Rasa, Pulang Kampung dan Kenangan

Film REMEMBER THE FLAVOR, Tentang Rasa, Pulang Kampung dan Kenangan

Foto_perscon_RTF

Movie Goers Magazine, 20 Mei 2016

Setiap orang tentu punya rasa yang berbeda terhadap sebuah kenangan. Ada yang ingin meninggalkannya, ada yang sekedar ingin membangkitkannya dan kemudian melupakan, ada yang ingin menghidupkannya kembali, bahkan ada yang ingin terus mengulangi kenangan itu kembali. Berangkat dari fenomena ini, Limelight dan MP Pro memproduksi film ‘Remember The Flavor’ Sebuah film tentang rasa, pulang kampung dan kenangan.

“Film ini menceritakan tentang rasa, pulang kampung dan kenangan. Bagaimana kita menyikapinya yang tentu berbeda-beda terhadap sebuah kenangan”, kata sutradara Dyan Sunu dalam jumpa pers film ‘Remember The Flavor’ di kafe Dixie Yogyakarta, Kamis (19/5/2016) siang.

Lebih lanjut, Sunu menerangkan, bahwa film ini sebagian besar lokasi syutingnya di Yogyakarta karena kota yang dijuluki “Kota Budaya” ini kental dengan unsur romansa, seni dan berbagai cerita yang melegenda. Ia ingin menunjukkan banyak pesan positif dari budaya yang ada di Yogyakarta. “Kita ke Yogya itu rasanya seperti kembali ke rumah, meskipun saya bukan asli orang Yogya. Film ini berkisah tentang generasi kedua penjual es krim yang ternyata punya cerita sangat menarik mengenai hidup yang mungkin bisa menunjukkan bahwa oh iya ini yang kadang kita temui dalam hidup kita sehari-hari,” ungkapnya.

Sunu tak akan menonjolkan sisi budaya klasik seperti yang sudah banyak dieksplore dalam film-film lain. “Di Yogya ini orang merasa seperti di rumah dan itulah budaya yang sebenarnya ingin kita angkat, karena di Yogya ini semua hal tampak luar biasa,” imbuhnya.

Menurut Sunu, ada beberapa hal yang bisa menunjukkan adanya sebuah nostalgia yang bisa dijadikan ikon dalam film. “Kami pilih es krim, di sini ada Tip Top yang sudah masuk generasi keempat dan ini bisa jadi sebuah hal yang luar biasa untuk diangkat,” pungkasnya.

Film ini berkisah tentang Dimas (Tarra Budiman), yang memiliki kedai es krim yang dikelola bersama ayahnya, Hendro (Ferry Salim) dan seorang pegawai yang eksentrik bernama Tanu (Encebagus).

Dimas mempunyai sahabat sejak SMP, bernama Melodi (Sahira Anjani) yang bercita-cita menjadi penyanyi profesional serta hijrah ke Jakarta. Suatu hari, Melodi yang sudah menapaki karir sebagai penyanyi, mesti pulang ke rumah ibunya (Djenar Maesa Ayu). Dalam perjalanan pulang naik kereta, ia bertemu dengan seorang perempuan muda cerdas dan cantik bernama Arnesti (Annisa Pagih). Dari obrolan sepanjang perjalanan, membuat Melodi mengenang kisah kasihnya dengan Dimas.

Selain para pemain yang tersebut di atas, film ini juga dibintangi Verdi Solaiman, Tegar Satrya, Gio dan Hakim. Soundtrack film ini berjudul ‘Panah Takdir’ dibawakan khusus oleh Andra & The Backbone. Cerita film ini diterbitkan sebagai novel bekerjasama dengan Penerbit Haru yang akan terbit sebulan sebelum filmnya tayang. Film yang skenarionya ditulis Ratih Kumala ini rencananya akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada bulan Agustus 2016. (Akhmad Sekhu)

Sumber: Movie Goers Magazine