Free Ponari!!!

Aksi Ponari saat sedang mengobati pasien. Orang yang sakit di mana, Ponarinya sendiri fokusnya juga ke mana....?!?!

Aksi Ponari saat sedang mengobati pasien. Orang yang sakit di mana, Ponarinya sendiri fokusnya juga ke mana....?!?!

Saya mendadak jadi pemirsa setia berita siang gara-gara heboh Ponari, si bocah dukun dari Jombang. Awalnya saya tidak terlalu mengikuti kisah Ponari. Tetapi karena semua orang, televisi dan koran membincangkannya, maka saya jadi ikut-ikutan.

Ponari (siswa kelas III SDN I Balongsari, Jombang, Jawa Timur) mengingatkan saya pada tokoh Micah dalam serial Heroes, seorang bocah yang punya kekuatan super bisa berkomunikasi dengan alat elektronik dan bisa memerintah. Ponari sendiri bisa punya kekuatan setelah dia disamber gledek, dan tiba-tiba ada batu di genggamannya yang konon bisa menyembuhkan. Ah, saya tidak perlu berpanjang-panjang menjelaskan siapa itu Ponari, semua orang Indonesia sudah tahu.

Yang saya heran adalah ketika mendengar kabar kalau Ponari sampai sakit gara-gara ingin menyembuhkan orang sakit (?!?!?!?!?!). Dan, ketika orang-orang diminta pulang karena Ponari ingin beristirahat, mereka semua bertahan. Kabar selanjutnya, ketika orangtua Ponari ingin menghentikan usaha pengobatan alternatif ala Ponari, justru kakak kandung Ponari marah dan menyerang ayahandanya, bahkan memukulinya. Kakak Ponari konon mengancam ingin menuntut hak asuh Ponari. Berita lain mengatakan, warga sekitar tempat tinggal Ponari ikut-ikutan marah karena tak ingin usaha pengobatan ala Ponari ditutup, sebab itu telah menjadi salah satu sumber penghasilan mereka. Bagaimana tidak, pasien yang datang bisa lebih dari 5000 orang, mau tak mau rumah warga sekitar disewakan untuk tempat berteduh, buka warung, sembari menunggu giliran air yang mereka bawa dicemplungi batu obat samber gledeknya Ponari.

Kak Seto sampai ikut campur tangan, gara-gara heboh Ponari. Saya paham betul keterlibatan Kak Seto, saya sendiri yang belum punya anak dan tidak bergiat dalam hak asasi anak juga paham: bahwa kehidupan pribadi Ponari sebagai anak kecil telah terrenggut.

Aneh sekali, ada koran yang mengutip satu kalimat seorang tetangga Ponari dan mengatakan kalau Ponari itu anak yang malas dan manja, maka ia selalu digendong ketika mengobati orang. Bagi saya wajar sekali anak seumur dia berperilaku begitu. Seindigo-indigonya Ponari, yang konon berarti jiwanya sudah “tua”, tapi fisiknya masih kecil, pikirannya juga masih pikiran anak kecil. Mungkin dia juga belum punya kesadaran penuh kalau dia sedang menolong orang dan menghasilkan banyak uang. Mungkin yang ada di pikirannya, ia masih ingin main di lapangan (yang mungkin tempat di mana ia tersembar gledek).

Sekarang, lihat saja cara Ponari menyembuhkan orang: digendong, terkantuk-kantuk, sebelah tangannya membawa batu gledek bertuah, dan orang yang menggendongnya adalah orang yang mencemplungkan batu itu ke tangan para pasien. Ponari sendiri tidak fokus, mungkin dia capek, mungkin dia ngantuk. Mungkin…. Namanya juga anak kecil.

Sampai sekarang, jika saya berpikir tentang sakit dan mati, saya kerap beripikir: bagaimana caranya saya bisa sakit/mati tapi tidak menyusahkan orang lain? Ya, saya tahu… sakit adalah ujian bagi yang menderita, maka yang menderita punya hak untuk dirawat. Tapi kalau sakit menyusahkan orang banyak, apakah itu perbuatan baik bagi si sakit? Meskipun yang merawat mungkin memang merasa berkewajiban untuk mengurus si sakit.

Bukannya saya mau menyalahkan orang-orang yang datang kepada Ponari, namnaya juga orang putus asa ingin sembuh. Tetapi minta pertolongan tanpa memberikan kesempatan pada Ponari untuk menjalani kehidupan pribadinya sendiri, bahkan untuk sekedar istirahat ketika Ponari sendiri sakit, apakah itu perbuatan mulia? Duh… saya kok malah jadi sok moralis sih? Udah, ah.

20 thoughts on “Free Ponari!!!

  1. Ponari emg fenomenal..
    Ada ga ya solusi gmn biar orang yg berobat ke Ponari ga berdesak2an gitu. Kan udah memakan korban tuh…
    Bikin aja tuh air satu drum yg dah dicelupin batunya ponari
    , masukin ke botol2 trus dibikin label PONARI SWEAT hehehhe..
    Hanya ALLAH lah satu2nya penolong tanpa izin Allah smuanya
    ga mgkin terjadi.

  2. Hwakakaka… lucu tuh, PONARI SWEAT!!!
    Itu keliatannya juga usul Kak Seto, untuk bikin air satu drum yang ada banyak kran terus sehari sekali batu Ponari dicelupin di situ, tinggal ambil aja. Jadi Ponari enggak perlu keliling menemui pasiennya tiap hari.

  3. @santi dan yenin,
    ini grafis Ponari Sweat yang dibikin suamiku, berdasarkan komenmu. Katanya, tak ada maksud apa pun membikin grafis itu selain rasa kagum atas kesaktian Ponari, dan semoga Tuhan memberinya panjang umur :)

  4. Pingback: Ponari Sweat

  5. usulku : simpan batu ponari di mata air bengawan solo, maka orang yang kebanjiran akhir2 ini setelah banjir mereda jadi sehat semua. semua sehat dari hulu sampai hilir.

  6. ponari……

    fenomenal di tahun 2009…….

    anak indigo……..bnar ga yaa….?

    tp syang skrang dy jd jrang skolah…krn hrz ngobatin…..org sgtu buuuaaanyaaak….

    “ponari…..tetap sekolah yaa……….”

    ini cermin klo masy. Indonesia………btuh pengobatan muraaaah…..
    tp kdu ampuuuh……ato
    masy. yg udah percya dg hal2….spt itu yaa…..??????

    bnar ga…..

  7. saya heran, katanya bangsa Indonesia itu bangsa yang religius alias percaya adanya Tuhan dan harus 100% sesuai dengan dasar negaranya; tapi begitu Tuhan menurunkan / memperlihatkan kebesaranNya, loh banyak yang malah mengolok-olok dan bilang kalau dia itu sudah mengenal Tuhan bilang bahwa dia itu yang mengerti Tuhan dan begitu ada tanda-tanda kebesaranNya buru-buru menolak, mengatakan tahayul segala padahal pada waktu dia menyatakan bahwa Tuhan itu ada (kebanyakan secara instan gitu) tidak terpikirkan kalau bisa-bisa saja dikatakan tahayul.
    Begitu ada petir menyambar dibarengi angin puyuh, naaaah mulut mulai komat-kamit melantunkan do’a (sesuai keyakinannya masing-masing) loh kok nggak ada yang mengatakan tahayul, nggak ada yang menertawakan; aaah lu bicara sama sapa? udah mulai stress yaaa…
    Ponari yang belum akil-balik kok diberi kekuatan (mukjijat) bukannya pemuka agama? kalau itu terjadi, dia kan dianggap penyebar ajaran setan. Sungguh bijak Tuhan.
    Ponari pada umurnya yang masih sangat muda sudah bisa menciptakan lapangan kerja, penghasilan bagi para tetangganya dan sangat mengurangi beban bagi orang-orang papa dan putus harapan memperoleh pengobatan secara resmi. Lha para ahli dan orang-orang pinter, penggede dst dsb peranannya apa? apa mereka bisa menciptakan penghasilan secepat Ponari? apakah para tetangganya juga diuntungkan?
    Kalau ke dokter/rumah sakit, sudah mengeluarkan biaya banyak dan tidak juga sembuh bahkan mala-praktek, nggak ada tanggung jawabnya sedangkan Ponari yang murah meriah dan terbukti banyak yang sembuh (meskipun ada yang tidak sembuh, ke dokter juga nggak ada jaminan sembuh) kok ditertawakan, bukankah lebih masuk akal menertawakan para dokter/rumah sakit? apa jaminannya dan kalau tidak sembuh, pasien akan maklum.
    Syukurilah kebesaran Tuhan, hanya pada Dia kita percaya dan hanya kekuatanNya lah semuanya berasal, Ponari hanya alat perantara saja.
    Pada waktu kita pusing dan minum obat-pusing, kemudian sembuh dan mempercayai kalau yang menyembuhkan pusing itu obat tadi, maka kita sudah berdosa dan kalau obat pusing tadi diiklankan bisa menyembuhkan pusing, maka kita menebar dosa. sekian dulu . . . .

    ———————

    @Mbah Nu:
    Wooow… santai Mbah, santai… enggak usah emosi gitu dong!
    Wong saya nulisnya juga santai kok…, malah siMbah yang “terlalu bersemangat”.
    Dibawa santai aja Mbah, inget jantung tua tuh bisa-bisa copot karena gak kuat lho hehehehehe

  8. Coba kalau batunya dicelupin ke sungai yang kebanjiran, terus airnya disalurkan ke petak2 sawah mungkin nggak ada penyakit yang namanya hama wereng, hama Tikus, Hama belalang, tapi kalau dikasih ke manusia mungkin bisa menyembuhkan penyakit korupsi yang lagi merajalela di negeri ini…….

  9. trlalu banyak tangan yg memegang ponari. si empunya tangan masing-masing punya maksud tertentu di kepalanya. itulah saat dimana rasionalitas dan religiositas tdk berlaku lagi untuk kasus ini.
    mungkin kita harus berhenti membicarakan ini. supaya ponari ga menjelma jadi sesuatu yg lebih besar dari dirinya. tapi, bagaimanapun, hak-haknya sebagai anak harus tetap dilindungi.
    salam kenal… :)

  10. batu ibarat kekuatan atawa kekuasaan, sementara Ponari mewakili anak-anak. barangkali Tuhan sedang berpesan bahwa saat ini di negeri dimana batu itu ditemukan sedang di huni oleh penguasa atawa orang2 kuat yang kekanak-kanakan.

    siapa tahu aja, di sebuah ruang, komunitas alam -minus manusia- sedang ngakak sinis. “tuh, liat yang di sono, no!”

    tapi, pasien2 Ponari menyimbolkan apa, ya?

  11. Muzizat tu cuman buat Nabi, kalo karomah buat Wali Alloh (siapa aja bisa), tapi yang namanya Wali Alloh tentu akan menjalankan Syariat Alloh minimal yang 5 Rukun Islam tersebut. Sedangkan jika orang yang jauh dari mengerjakan syariat Alloh mendapat keajaiban itu namanya Istidrad dan sering digunakan syaitan untuk menggelincirkan manusia.
    Lihat brp banyak penduduk dan pasien yang mengabaikan waktu sholat ketika antri antri dan sibuk melayani ponari. Ini semua ujian keimanan buat hamba Alloh.

  12. smoga yang pada antri juga tidak lupa shalat 5 waktu, Amin. saya juga bisa berharap nanti suatu ketika ada ponari ponari yang lain muncul di setiap propoinsi di Indonesia. Biar Ponari Jombang tidak kewalahan.

  13. Anugrah Tuhan penuh misteri.Mengapa datang kepada anak kecil yang masih polos dan suci.Bukan para ulama yang mengaku-ngaku suci.Karena kesucian seseorang Tuhan yang menilai,Semoga jaman kegelapan ini cepat berlalu.

Comments are closed.