Gadis Kretek, Sebuah Novel yang Mulai Mewujud
3

Gadis Kretek, Sebuah Novel yang Mulai Mewujud

Bulan Februari 2012 ini saya begitu bersemangat, sebab saya “naik kelas” lagi. Memang sudah sejak Oktober 2011 novel ini selesai, setelah lebih dari tiga tahun saya berjuang di tengah kesibukan untuk melahirkannya. Ini novel terlama yang pernah saya tulis, dan saya sangat menikmati menuliskannya. Saya mengambil waktu sebanyak apapun yang saya butuhkan, baik untuk riset, menata plot, menata ulang lagi, menuliskannya, menjalih, riset lagi, menuliskannya lagi, dan menjalinnya lagi, begitu terus. Editor saya, mbak Mirna (Gramedia Pustaka Utama) memilih pak Iksaka Banu untuk mendesain kover dan ilustrasi bagian dalam.

Pilihan mbak Mirna tidak salah, kami bisa melihat passion dalam hasil desainnya. Pak Iksaka Banu memberi beberapa opsi pilihan kover, dan dengan sabar mendengarkan keseluruhan konsep yang telah lama saya bentuk di kepala saya. Novel saya Gadis Kretek akhirnya mulai mewujud. Berikut adalah percobaan nomor 3 kover Gadis Kretek yang almost finsih dan sudah dipublish baik di socmed. Pak Iksaka Banu sedang memberikan final touch untuk kover di atas.

Saya mengujibacakan novel ini ke beberapa proofreader yang juga teman-teman sendiri sebelum akhirnya saya dan mbak Mirna mengedit Gadis Kretek. Terimakasih untuk Annisa Pandan Sari, Maggie Tiojakin, Hetih Rusli, Andreas Teguh Trijaya, dan John D’Rantau yang telah bersedia menjadi pembaca pertama dan menjadi pengkritik yang demikian membangun.

Gadis Kretek akan terbit pada 28 Februari 2012, dan launching pada Maret 2012. Selamat membaca, teman-teman.

3 thoughts on “Gadis Kretek, Sebuah Novel yang Mulai Mewujud

  1. Selamat, Mbak atas kelahiran novel barunya :)
    Saya dengar dari teman2 ZonkSisters ttg launching novel Mbak Ratih, yg sayangnya berbarengan dg wisuda saya. Meski tak bisa hadir, tapi saya berdoa semoga Gadis Kretek sukses.
    Sekali lagi selamat!

  2. Selamat atas peluncuran Gadis Kretek!
    Saya menikmati membaca novel ini karena dikemas dalam gaya bercerita yang menarik dipadu dengan bumbu sejarah melalui kehidupan persaingan dua perusahaan kretek.
    Namun ada yang sedikit mengganggu, yaitu ketidaksinkronan fakta mengenai Purwanti, putri dari Soedjagad. Pada halaman 196 disebutkan bahwa Purwanti merupakan anak satu-satunya dari Mbah Djagad. Sedangkan pada halaman 235 disebutkan Soeraja memiliki 5 orang anak, di mana Purwanti merupakan putri tertua dengan dua orang adik perempuan dan dua orang adik laki-laki. Pada awal cerita mengenai Soedjagad dan Lilis juga disebutkan bahwa Lilis digambarkan sebagai perempuan yang subur, terbukti Lilis mampu memberikan 5 orang anak kepada Soedjagad.
    Bagaimana nasib keempat anak dari Mbah Djagad lainnya? Mengapa ketiga anak tersebut tidak mencari tahu mengenai Jeng Yah dari paman dan bibi mereka, mengapa tidak ada satupun keturunan Mbah Djagad yang tinggal di Kudus atau di Kota M?
    Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>