Momon dan Putri

Ah, akhirnya tayang juga! Tahun lalu, selama satu tahun saya lumayan berpusing-pusing ria untuk membuat naskah acara ini; Jalan Sesama. Selain karena Sesame Workshop punya aturan khusus untuk penulisan naskahnya, juga jatah tulisan yang lumayan banyak yang harus kami selesaikan. Kami berempat; aku, Uky Atmamihardja, Devi Permatasari dan Pahala Sigiro kerja kelompok dipimpin oleh Trusye sebagai headwriter sekaligus scriptwriter juga.

Di luar pekerjaan saya menulis naskah Sesame Street versi Indonesia, seberanya saya akrab dengan Sesame Street sejak kecil. Masih segar dalam ingatan, Sesame Street dulu tayang di RCTI, siang hari, setiap hari, dan tokoh kesukaan saya…, bukan Elmo, bukan Cookie Monster, dan bukan pula Big Bird, melainkan Oscar The Grouch. Muppet berbulu hijau yang tinggal di dalam tong sampah di luar apartemen di wilayah Sesame Street. Ia memelihara seekor cacing bernama Slimy dan gajah yang tidak pernah kelihatan bentuk aselinya (selama ini yang terdengar hanya suara gajah saja berasal dari dalam tong sampahnya). Sampai-sampai, saya ingat, saking sukanya, saya beli sikat gigi Oral-B seri Sesame Street yang bergambar Oscar The Grouch.

Tantan, muppet orang utan

Bagi saya, acara ini juga yang pertama kali membuka mata saya -sebagai anak kecil- bahwa orang kulit hitam itu bisa menikah dengan orang kulit putih. Human character di Sesame Street yang saya ingat betul adalah Luis dan Maria. Dua orang beda warna kulit yang suatu hari saya lihat di televisi mereka berciuman karena saling cinta. Mungkin di Indonesia adegan human character yang saling cinta tak akan seekstrim itu dengan adegan ciuman, apalagi ini acara anak-anak. Bisa-bisa acaranya malah diban karena dianggap tidak senonoh.

Scriptwriter season 1 Jalan Sesama bersama Ginger dan Dini dari Sesame New York. Kiri-kanan: Pahala, Devi, Ginger, aku, Trusye, Uky (waktu itu lagi hamil), Dini.

Saya cukup senang bisa menjadi termasuk orang yang pertama-tama mengembangkan karakter empat muppet di acara ini. Cukup banyak hal yang saya pelajari dari Sesame Workshop. Semoga, setelah tayang acara ini bisa memberi pelajaran yang lebih banyak untuk anak-anak Indonesia. Jangan lupa, tonton di Trans7 jam 13:30 setiap Senin sampai Jumat setelah Si Unyil!

Puppeter Jalan Sesama:
1. GA Razi Hassan – Lead Puppet Jabrik
2. Wiwid Widyas Prihantoro – Right Hand Jabrik
3. Tresna Wardhana – Lead Puppet Momon
4. Tri Susatyo (Jambul) – Right Hand Momon
5. Feriana Tiarnida – Lead Puppet Putri
6. Melanie Restianty – Lead Puppet Tantan
7. Regina Stella – Right Hand Tantan
8. Ara Yogaswara – Puppet Wrangler
9. Nadia Andarini – Puppet Wrangler

===================

Update “Jalan Sesama-Sesame Street Indonesia” (6 April 2009):

Karena banyaknya teman-teman yang menanyakan pada saya (baik lewat halaman komentar artikel ini maupun melalui email japri) tentang bagaimana mendapatkan/membeli boneka dan DVD Jalan Sesama, maka dengan berat hati saya informasikan bahwa untuk saat ini baik boneka maupun DVD Jalan Sesama belum diperjual belikan. Hal ini sudah saya konfirmasikan ke pihak manajemen Indigo selaku PH yang memproduksi Jalan Sesama. Jika suatu hari nanti produk-produk tersebut sudah beredar di pasar, pasti saya akan menginformasikannya di blog ini. Percayalah… saya yang nulis juga pengin punya boneka karakter Jalan Sesama, tapi belum kesampaian….