JUNO

Dari sebulan yang lalu teman sama, Metta, wanti-wanti untuk menonton JUNO. Sebetulnya waktu film ini tayang di bioskop, saya sudah niat mau nonton, gara-garanya orang Hollywood muji-muji film ini. Termasuk waktu Ellen Page (pemeran Juno) tampil di acara Ellen Degenerest, keliatannya Ellen Page cool banget dan aktinya dipuji habis-habisan sama Ellen. Akhirnya, setelah melewati dua malam mengutak atik VCD Juno yang gak mau muter di laptop, saya berhasil juga menontonnya dengan meminjam laptop suami.

Juno adalah remaja berusia 16 tahun yang tiba-tiba hamil. Tidak seperti film-film kehamilan remaja lainnya, tokoh Juno adalah karakter yang cuek dan selalu yakin dengan apa yang akan dilakukannya. Ketika mengetahui dirinya hamil, langkah pertama yang dilakukannya adalah meyakinkan bahwa dia betul-betul hamil. Dia tes hingga tiga kali, setelah itu ia menelepon temannya, yang sepanjang film selalu mendukung keputusannya. Ketiga, dia menghubungi laki-laki yang menghamilinya, namanya Bleeker, teman sekolahnya yang menjadi atlit lari. Setelah itu, dia menghubungi satu klinik untuk menggugurkan kandungannya. Tetapi kemudian dia mengurungkan niatnya, sebab seorang anak yang demonstrasi sendirian di luar klinik berteriak bahwa “all babies want to get born”, jadilah Juno pulang lagi. Bersama temannya, mereka membuat rencana B, yaitu mencari iklan orang tua yang butuh anak. Juno menginginkan bayinya diasuh oleh sepasang lesbian baik hati, atau pasangan orangtua berusia pertengahan 30-an yang cool. Setelah ia menemukan orangtua yang kira-kira cocok untuk bayinya, ia baru berbicara pada orangtuanya perihal kehamilannya.

Dalam film ini, kehamilan di luar nikah diangkat menjadi hal yang sangat wajar. Meski ada beberapa teman yang menggosipinya, tapi Juno maju terus. Rasa percaya dirinya tak berkurang hanya gara-gara hamil. Di film-film dengan tema serupa, selalu digambarkan bahwa anak gadis tersebut akan mengasingkan diri hingga ia melahirkan. Di samping itu, biasanya juga ia akan stress, menyesal, dan merasa sangat-sangat berdosa karena hamil di luar nikah. Tidak dalam film Juno, ia selalu yakin dengan keputusan yang diambil. Daripada mengurung diri, ia justru tetap aktif sekolah, meski ketika makan siang ia dilihat banyak orang karena banyak makan. Juno juga cuma cengengesan ketika petugas TU memandangi perutnya yang membesar dengan curiga, saat ia minta surat ijin pergi keluar untuk meng-USG kehamilannya.

Gosip yang beredar, gara-gara Juno, sekelompok anak sekolah SMA di Amerika ramai-ramai janjian hamil bareng. Halah! Ada-ada saja. Tapi kemudian gosip beredar lagi, bahwa mereka sebeutlnya bukan janjian hamil bareng karena film Juno, melainkan karena ada guru yang melakukan pelecehan seksual terhadap sekelompok anak perempuan muridnya. Tau deh mana yang benar.

Kalau “orang kita” yang nonton film ini, pasti mereka akan bilang: pesan moral film ini, jangan melakukan seks di luar nikah, or else kamu akan hamil. Tapi kalo saya sih: siapa pun yang hamil, berhak memilih yang terbaik untuk diri sendiri dan bayinya, baik itu hamil di luar nikah atau enggak.

Anyway… saya suka sekali Juno. Keseluruhan. Opening scenes-nya sangat-sangat menarik, dibuat seperti animasi pensil (tuh di atas, lihat saja sendiri). Selain itu, lagu-lagu yang ada di Juno keren-keren!

13 thoughts on “JUNO

  1. wow harus nonton nih..pasti seru…yah minimal memberikan sudut pandang lain untuk menyelesaikan masalah. karena emang disekitar saya pun ketika mengalami KTD, solusi pertama pastilah aborsi…

  2. Sayangnya saya nggak suka film Indonesia, entah kenapa. Salam kenal aja deh. Blognya keren lho.

    ——————–

    Rafki:
    Taelah mas…, ini bukan film Indonesia. Tuh, di review aja aku sebut2 Hollywood. Ini aseli dari negera Amrik sana. Nonton deh! Salam kenal juga.

  3. saya nonton film ini di penerbang cathay pacific tokyo-hongkong bulan maret lalu..
    memang well-recommended, si juno itu, film remaja yang cerdas..
    baca ulasan bagusnya di hmmmm… di mana ya, banyak deh hehehe..tapi yang berbahasa indonesia ada di rumahfilm.org. keren pokoknya..

  4. iya memang juno bagus. mau posting hasil diskusi teman2 di lingkungan kesehatan reproduksi setelah nonton juno….pengennya sih tapi belum kesampaian juga sampai hari ini.
    anyway, seneng, akhirnya rekomendasiku di tonton juga sama RK. tapi banyak lagi yang wajib tonton nih! tunggu saja!

  5. aduh….”orang kita” kalau ngomong sex bebas…ck ck ck….
    coba deh, sebelum heboh juno keterusan, tonton semua film hollywood. semua!!!!.dari film sampah mpe oscarnya: gambaran tentang keluarga adalah single parent dan TIDAK BAHAGIA. liat deh benerannnnnnnn. kok bisabisanya “orang kita” malah mau melalui jalan yang sama sih?. aneh deh. kata goethe : orang yang tidak belajar 3000 tahun adalah orang yang TIDAK MEMANFAATKAN AKALNYA!!!!. kata sang kancil : cuma keledai yang terperosok 2 kali di lubang yang sama. liat aja tu MILION DOLLAR BABY: ngomong euthanasia aja musti sangat HATIHATI. kalah kelas dengan film baru amerika latin :inside the sea. tu hollywood tu BANDINGKAN. di million dollar baby, si subjek (dan kita) musti di dorong dengan “kelakuan busuk” keluarga yang sangat “BUKAN ORANG KITA” itu: jalanjalan dulu ke wonderland sebelum menjenguk anak sakit; ribut soal warisan dulu sebelum purapura menangis. “orang mereka” aja gelisah kok, kita malah bersuka cita. liat deh benerbener, jangan mpe KEBEBASAN cuma jadi SNOB, tak ubahnya KFC, McD, Musik Klasik, Derrida, dLL.

    TERPUJILAH NAMAMU MADONNA…

  6. sebagai film remaja, coba bandingkan dengan DANGEROUS MIND, yang samasama mengangkat tema kehamilan sebelum nikah.lihat situasisituasi konkrit yang mengitari si subjek. adakah situasi juno semenegangkan situasi si gadis afro amerika di dangerous mind. ini saya kira bisa fair untuk melihat relasi subjek-objek dalam kasus hamil di luar nikah.

  7. supaya fair, coba bandingkan dengan dangerous mind. samasama film remaja yang mengangkat tema hamil di luar nikah. adakah lingkungan juno semenegangkan si gadis afro amerika di dangerous mind?. selalu ada situasi menekan : oleh hari ini dan masa lalu. dari sana kita bisa menempatkan di mana juno musti diletakkan. agar, tidak terus menerus terjebak sematamata dalam esensialisme identitas : “orang kita” dan “mereka”, sebab ini semata-mata SIKONTOL(SItuasi KONdisi TOLeransi, kata slank (album lagi sedih, kalau gak salah)

  8. Aww..i love juno! benar-benar pilem remaja yang cerdas, tentang melakukan mistake dan bertanggung jawab akan kesalahan tsb, it’s a big moral story untuk remaja. Ini pro no sex b’for mermer ngomong apaan sih?

  9. Buat pro no sex b’for mermer:
    Ya niy… tauk pro sex b’for mermer ngomong apaan siy (setuju ama kutukutubuku.com). Gw dah nonton smua film yg disebutin pro sex b’for mermer (‘n kok rada gak nyambung ya dgn topik yg kita bahas d sini). Keliatannya malah LU YG BLOM NONTON JUNO, tapi udah pede komentar yang ‘asik-asik’?!

  10. saya ketemu blog kamu setelah nonton film yang dibingtangi oleh Ellen Philpotts Page cewek kelahiran Halifax, Kanada 21 Februari 1987 ini yang judulnya An American Crime. Ellen tampil di sana jauh lebih cakep dibanding saat perannya sebagai Juno.

    Walau saya cowok, saya nangis juga waktu nonton film AAC ini.

    And I say to my self “I’m a good guy.. ”
    (apa hubungannya? hehe.. ada dunk.. n kebeneran krn kamu adalah seorang penulis.. bolehkah saya belajar menulis.. krn ada yg sangat ingin saya tulis.. dan sempat berpikir untuk menyerahkannya ke editor atau penulis namun ditakutkan tidak memenuhi seperti apa yang saya inginkan..)

    bolehkan saya belajar sama kamu tentang menulis? di mana n kapan saya bisa menghubungi kamu?

    sori pake kamu bukannya manggil Ibu Ratih..

    Rgds,

    Philips

    ———————-

    @Philips:
    Kelihatannya film yang kamu rekomendasikan menarik. Boleh kok berbagi tulisanmu ke aku :) tapi hati-hati ya… aku ini tukang kritik karya yang lumayan keras. Kadang kalo ada yang aku kritik terus nyerah dan gak mau ngomong sama aku lagi hehehehehe…

  11. film Junno tuh emang keren bgt!! wajib d tonton.
    Michael Cera nya juga keren. Dia jadi anak polos yang suka bagt makan tic tac.
    adegan yang paling aku suka, pas Bleeker abis pertandingan lari trus dia nyari diantara penonto ada Junno atau enggak, dan ternyata Junno nggak ada disana. Dia langsung lari ke rumah sakit, padhal waktu itu lagi musin dingin. trus dia nemenin Junno tidur di atsa tempat tidur, padahal sepatunya dia kotor bgt. :p
    sama yang adegan pas mereka nyanyi “Anyone else – the Moldy Peaches” romantis bgt.

Comments are closed.