“Kado Hari Jadi”, a film by Paul Agusta
1

“Kado Hari Jadi”, a film by Paul Agusta

 

 

Seperti biasa, saya selalu mengukai kerja-kerja indie dengan semangat muda, entah itu soal buku maupun film. Belum lama, teman saya, Paul Agusta, bercerita tengah girang sebab dia akan membuat film features pertamanya. Setelah beberapa saat menghilang dari peredaran, dia kembali dengan sebuah karya yang diomongkannya, film “Kado Hari Jadi”

Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift) Synopsis:
A young man wakes up chained to metal chair in a room painted a sickening shade of pink and illuminated by a single blinding block of neon lights placed at his right. A razorblade hangs on a string before him, and sharp pink pencils are aimed at his left eye and stomach. He does not know where he is or why he’s there. Periodically, a beautiful young woman dressed in floral summer dress enters the room and performs cruel and calculated acts of seemingly senseless torture. Who is she? Why is she doing this? What has he done to deserve this? And most importantly, will he survive?

Seorang pemuda terbangun di sebuah ruangan kecil berwarna merah muda. Ia dirantai di sebuah kursi terbuat dari besi. Di hadapannya terdapat sebuah silet yang tergantung pada tali, dan disampingnya ada sebatang besi yang mengarahkan sebuah pensil tajam ke mata kirinya. Dia tak tahu dirinya dimana ataupun kenapa dia disekap disitu. Sesekali masuk ke dalam ruangan itu seorang wanita cantik bergaun indah yang mulai menyiksanya secara kejam dan pelan. Siapakah wanita ini? Kenapa dia menyiksa si pemuda? Apakah pemuda itu akan selamat?

Biografi Sutradara dan Penulis:

Paul Agusta: Director/Executive Producer/Composer/Story
Paul Agusta was born in Jakarta in1980 and studied film in America before returning to Indonesia in 2003. This young moviemaker believes that video levels the playing field in filmmaking of any kind due to its affordability and availability, and that the only true resource a video-maker needs is a solid, well thought out idea; the rest is simply implementation. There is no excuse for video-makers not to fulfill their creative urge, you can always beg, borrow, or steal a camera. His short videos (mostly shot on borrowed or discarded cameras) have been included in various local and international film events and screenings. Prior to 2007, Paul had been a nationally known film critic, festival manager, and film curator. He has since resigned from those previous careers to focus on his work as a film and video-maker. Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift) is his first feature film.

Paul Agusta lahir di Jakarta pada tahun 1980. Ia kembali ke Indonesia pada tahun 2003 setelah belajar film di Amerika. Sebagai pembuat film dan video, Paul berpegan teguh pada prinsip bahwa video telah menyamaratakan kesempatan semua orang untuk berkarya dalam bidang sinema, dan bahwa satu-satunya hal yang dibutuhkan seorang pembuat film adalah ide cerita yang dikembangkan dan dipikirkan secara penuh, sisanya hanya sekedar pelaksanaan. Tak ada alasan bagi seorang pembuat film untuk tidak memuaskan keinginannya untuk berkarya, kamera bisa selalu didapatkan dengan cara apapun; meminjam, membeli, menyewa, ataupun lewat cara-cara lain. Karya-karya video Paul (yang hampir semua dibuat menggunakan kamera pinjaman ataupun kamera bekas dan buangan) telah diputar di berbagai pemutaran film di Indonesia dan dunia. Sebelum 2007, Paul lebih telah dikenal sebagai seorang kritikus film dan musik, kurator film, dan lewat keterlibatannya dalam berbagai festival. Awal tahun 2007 ia mengundurkan diri dari semua itu untuk berkonsentrasi pada karyanya sendiri. Kado Hari Jadi adalah film panjang pertamanya.

Dalih Sembiring: Story/Screenplay
Born in Binjai, North Sumatera on May 4th, 1983. A graduate of English Literature, Gadjah Mada University, Yogyakarta, he is currently working in Jakarta as a freelance writer, translator, and editor. He has been writing fiction since senior high school. His short stories have been published in newspapers, magazines, journals, as well as in anthologies with other writers. He co-wrote a teen novel called Cha untuk Chayang with Abmi Handayani (2007, Gramedia Pustaka Utama), now in its second printing. He has also been writing features for The Jakarta Post since September 2007 under the pseudonym Daniel Rose. Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift) is his second attempt at writing a film script, the first one being an unfinished script called Bila Baik Budi. Dalih Sembiring has recently completed his first solo novel, titled Nel, which is awaiting publication.

Dalih Sembiring, seorang penulis lulusan Fakultas Sastra Inggris Universitas Gajah Mada Yogyakarta, lahir di Binjai, Sumatera Utara pada tanggal 4 Mei1983. Saat ini ia tinggal di Jakarta dan bekerja sebagai seorang penulis, penterjemah, dan editor lepas. Ia mulai menulis fiksi sejak SMA. Karya-karyanya telah dimuat di berbagai Koran, majalah, jurnal, dan antologi-antologi sastra bersama penulis lain. Novel remaja yang ia tulis bersama Abmi Handayani yang berjudul Cha untuk Chayang (2007, Gramedia Pustaka Utama), telahu memasuki cetakan kedua. Sejak September 2007, Dalih telah menjadi kontributor tetap di harian berbahasa Inggris, The Jakarta Post, menggunakan Nama Pena Daniel Rose. Kado Hari Jadi adalah percobaan keduanya dalam menulis scenario film setelah sebuah script yang tak selesai berjudul Bila Baik Budi. Dalih juga telah menyelesaikan novel solo pertamanya yang berjudul Nel yang sedang menunggu tanggal terbit.

One thought on ““Kado Hari Jadi”, a film by Paul Agusta

Comments are closed.