<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Lahir, Jodoh, Rejeki dan Matinya Sebuah Tulisan</title>
	<atom:link href="http://ratihkumala.com/blog/lahir-jodoh-rejeki-dan-matinya-sebuah-tulisan-319.php/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ratihkumala.com/blog/lahir-jodoh-rejeki-dan-matinya-sebuah-tulisan-319.php</link>
	<description>The Only Constant is Change</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2010 03:50:38 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: santi</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/lahir-jodoh-rejeki-dan-matinya-sebuah-tulisan-319.php/comment-page-1#comment-1115</link>
		<dc:creator>santi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 04:49:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=319#comment-1115</guid>
		<description>hello mbak ratih..
Salam kenal dr sy.
Sy pengen banget jd penulis novel ato cerpen. Rasanya ide tuh sllu ada di otak sy. Cm sy bingung sy pengen pke gaya bahasa spt apa n gmn mulainya..lebih mudah klo sy bikin laporan deh.
minta saran donk gmn cara memulai suatu tulisan.
Apakah mb sllu bikin outlinenya dulu ato ngalir spt air..
Boleh tau daftar nama majalah, suratkabar, ato penerbit yg bs
sy masukin tulisan untuk pemula spt sy.
thx b4.
Gd luck!

---------------------

@Santi:
Dear Santi,
&#039;gaya tulisan&#039; hanya bisa ketauan setelah kamu menulis. Maka hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menulis pikiranmu, gaya tulisan akan mengikutimu dengan sendirinya. Munkin kamu tidak terlalu ngeh, tapi bahkan menulis laporan pun pasti tiap orang akan ada gayanya sendiri-sendiri. Laporan itu ibaratnya bentuk sederhana/bentuk latihan dari menulis esai (yang lebih kompleks). Esais yang profesional punya gaya menulis sendiri-sendiri, meskipun urut-urutan menulis esai itu sudah terpatok.

Ini email beberapa media:
- Suara Merdeka : swarasatra@yahoo.com
- Kompas : opini@kompas.com
selain itu, coba cari di koran-koran/majalah lain, pasti ada alamat emailnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hello mbak ratih..<br />
Salam kenal dr sy.<br />
Sy pengen banget jd penulis novel ato cerpen. Rasanya ide tuh sllu ada di otak sy. Cm sy bingung sy pengen pke gaya bahasa spt apa n gmn mulainya..lebih mudah klo sy bikin laporan deh.<br />
minta saran donk gmn cara memulai suatu tulisan.<br />
Apakah mb sllu bikin outlinenya dulu ato ngalir spt air..<br />
Boleh tau daftar nama majalah, suratkabar, ato penerbit yg bs<br />
sy masukin tulisan untuk pemula spt sy.<br />
thx b4.<br />
Gd luck!</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>@Santi:<br />
Dear Santi,<br />
&#8216;gaya tulisan&#8217; hanya bisa ketauan setelah kamu menulis. Maka hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menulis pikiranmu, gaya tulisan akan mengikutimu dengan sendirinya. Munkin kamu tidak terlalu ngeh, tapi bahkan menulis laporan pun pasti tiap orang akan ada gayanya sendiri-sendiri. Laporan itu ibaratnya bentuk sederhana/bentuk latihan dari menulis esai (yang lebih kompleks). Esais yang profesional punya gaya menulis sendiri-sendiri, meskipun urut-urutan menulis esai itu sudah terpatok.</p>
<p>Ini email beberapa media:<br />
- Suara Merdeka : <a href="mailto:swarasatra@yahoo.com">swarasatra@yahoo.com</a><br />
- Kompas : <a href="mailto:opini@kompas.com">opini@kompas.com</a><br />
selain itu, coba cari di koran-koran/majalah lain, pasti ada alamat emailnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: okke</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/lahir-jodoh-rejeki-dan-matinya-sebuah-tulisan-319.php/comment-page-1#comment-1069</link>
		<dc:creator>okke</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 17:32:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=319#comment-1069</guid>
		<description>saya adalah salah satu orang yang menyebut novel saya adalah anak-anak saya. 

Ini nggak lain (buat saya pribadi), proses panjang menulis (mendapat ide, mulai menulis draft acak-acakan, menyelesaikan sampai bergadang-bergadang saat mood, menguji ke beberapa orang, menerima feedback dan kritik,  merenungkan, merevisi, me&#039;nyodorkan&#039; pada penerbit, sampai terbit itu sama dengan proses pembuahan sampai dengan melahirkan. 

Tapi saya sadar sesadar-sadarnya, nggak usahlah menunggu saya mati, begitu naskah lepas dari saya, ya saya sudah mati :) Tulisan saya &#039;hidup&#039; sendiri, dihidupkan oleh para pembaca, penyuka dan pembencinya.

Saya rasa sejauh ini saya nggak over protektif, jujur memang ada rasa tersayat begitu menerima kritik, dan rasa terpuja begitu menerima pujian. Tapi saya tidak membela mati-matian, melindungi tulisan saya. Kalau saya demikian, buat apa saya lepas &#039;anak-anak saya itu&#039; ke luar dari laptop saya?

Lagipula, memang seharusnya begitu kan orangtua? Nggak &#039;mengerami&#039; anaknya sampai gede tua, tapi melepas. :)

Met tahun baru Ratih.
Masih ingat saya?

--------------------

@Okke:
Halo Okke, kalo gak salah kita pernah ketemu di Bandung ama Ninit Yunita kan? :)
Kapan &#039;melepas&#039; tulisan lagi?

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya adalah salah satu orang yang menyebut novel saya adalah anak-anak saya. </p>
<p>Ini nggak lain (buat saya pribadi), proses panjang menulis (mendapat ide, mulai menulis draft acak-acakan, menyelesaikan sampai bergadang-bergadang saat mood, menguji ke beberapa orang, menerima feedback dan kritik,  merenungkan, merevisi, me&#8217;nyodorkan&#8217; pada penerbit, sampai terbit itu sama dengan proses pembuahan sampai dengan melahirkan. </p>
<p>Tapi saya sadar sesadar-sadarnya, nggak usahlah menunggu saya mati, begitu naskah lepas dari saya, ya saya sudah mati :) Tulisan saya &#8216;hidup&#8217; sendiri, dihidupkan oleh para pembaca, penyuka dan pembencinya.</p>
<p>Saya rasa sejauh ini saya nggak over protektif, jujur memang ada rasa tersayat begitu menerima kritik, dan rasa terpuja begitu menerima pujian. Tapi saya tidak membela mati-matian, melindungi tulisan saya. Kalau saya demikian, buat apa saya lepas &#8216;anak-anak saya itu&#8217; ke luar dari laptop saya?</p>
<p>Lagipula, memang seharusnya begitu kan orangtua? Nggak &#8216;mengerami&#8217; anaknya sampai gede tua, tapi melepas. :)</p>
<p>Met tahun baru Ratih.<br />
Masih ingat saya?</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>@Okke:<br />
Halo Okke, kalo gak salah kita pernah ketemu di Bandung ama Ninit Yunita kan? :)<br />
Kapan &#8216;melepas&#8217; tulisan lagi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rie Yanti</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/lahir-jodoh-rejeki-dan-matinya-sebuah-tulisan-319.php/comment-page-1#comment-1067</link>
		<dc:creator>Rie Yanti</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 02:11:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=319#comment-1067</guid>
		<description>Met Tahun Baru 2009...

Aku mau nanya lagi ya. Mana yg lebih mudah &amp; cepat, ngasih naskah ke media cetak atau penerbit (publikasi/ penerbitannya, maksudku)?

Makasih...

--------------------

@Rie Yanti:

Lebih cepat ke media cetak, tentu saja. Antara 1 minggu-3 bulan, biasanya ada kepastian dimuat/gak. Kalo  lebih dari 3 bulan gak ada berita, berarti memang enggak dimuat. 

Met tahun baru juga :) semoga menjadi tahun yang keren untuk kita semua!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Met Tahun Baru 2009&#8230;</p>
<p>Aku mau nanya lagi ya. Mana yg lebih mudah &#038; cepat, ngasih naskah ke media cetak atau penerbit (publikasi/ penerbitannya, maksudku)?</p>
<p>Makasih&#8230;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>@Rie Yanti:</p>
<p>Lebih cepat ke media cetak, tentu saja. Antara 1 minggu-3 bulan, biasanya ada kepastian dimuat/gak. Kalo  lebih dari 3 bulan gak ada berita, berarti memang enggak dimuat. </p>
<p>Met tahun baru juga :) semoga menjadi tahun yang keren untuk kita semua!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aan</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/lahir-jodoh-rejeki-dan-matinya-sebuah-tulisan-319.php/comment-page-1#comment-1064</link>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2008 10:26:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=319#comment-1064</guid>
		<description>tapi, bagaimana dengan yang lain???yg hanya mengharapkan honor dari koran???

--------------------

@aan:
Kalo menurut pengalaman saya, koran hanyalah salah satu media awal untuk sesuatu yang lebih besar. 
Atau... apa memang tujuan akhirnya hanya untuk dimuat di koran saja? Yah... kalo memang gitu, ya.. berarti memang segitulah nyawa tulisan tersebut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tapi, bagaimana dengan yang lain???yg hanya mengharapkan honor dari koran???</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>@aan:<br />
Kalo menurut pengalaman saya, koran hanyalah salah satu media awal untuk sesuatu yang lebih besar.<br />
Atau&#8230; apa memang tujuan akhirnya hanya untuk dimuat di koran saja? Yah&#8230; kalo memang gitu, ya.. berarti memang segitulah nyawa tulisan tersebut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ratih Sumiratingratri</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/lahir-jodoh-rejeki-dan-matinya-sebuah-tulisan-319.php/comment-page-1#comment-1063</link>
		<dc:creator>Ratih Sumiratingratri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2008 06:39:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=319#comment-1063</guid>
		<description>Wuihhh... setuju bangetsss.  Kalo penulis gak mau dikritik mah mending jangan nulis, hehehe....
Apa kabarmu, Suhu?  Kapan kita ngopi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wuihhh&#8230; setuju bangetsss.  Kalo penulis gak mau dikritik mah mending jangan nulis, hehehe&#8230;.<br />
Apa kabarmu, Suhu?  Kapan kita ngopi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rk</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/lahir-jodoh-rejeki-dan-matinya-sebuah-tulisan-319.php/comment-page-1#comment-1059</link>
		<dc:creator>rk</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 16:33:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=319#comment-1059</guid>
		<description>Buat   semuanya:
Teman-teman yang udah kasih komentar, dan udah mau baca artikel ini... maaf ya... ternyata artikelnya memang kepotong!
Dan saya dengan begonya baru menyadari! 
Ini saya posting yang lengkap. Entah kenapa kok artikel ini bisa kepotong, padahal kemaren pas posting (perasaan) lengkap... atau itu cuma perasaanku aja ya?! (halah!)
Sekali lagi maaf, bacanya terganggu karena kepotong. Selamat membaca! ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Buat   semuanya:<br />
Teman-teman yang udah kasih komentar, dan udah mau baca artikel ini&#8230; maaf ya&#8230; ternyata artikelnya memang kepotong!<br />
Dan saya dengan begonya baru menyadari!<br />
Ini saya posting yang lengkap. Entah kenapa kok artikel ini bisa kepotong, padahal kemaren pas posting (perasaan) lengkap&#8230; atau itu cuma perasaanku aja ya?! (halah!)<br />
Sekali lagi maaf, bacanya terganggu karena kepotong. Selamat membaca! ;)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aling</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/lahir-jodoh-rejeki-dan-matinya-sebuah-tulisan-319.php/comment-page-1#comment-1058</link>
		<dc:creator>Aling</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 15:43:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=319#comment-1058</guid>
		<description>Benar mbak...setuju dengan yang tertulis, menjadi menulis mesti tahan banting komentar...apalagi pemula seperti saya, dan tak memiliki pengetahuan menulis sama sekali.

Walaupun kutahu pujian tak membawa aku tahu kebenaran...tapi seandainya  dijelek-jelekin melulu, aku malah merasa kehilangan suport untuk menulis...

Mudah-mudahan diblog ini kutemukan pengalaman-pengalaman yang membuat aku bisa  sedikit mengerti dan memahami bagaimana menulis yang baik dan benar!

salam hangat dari Taiwan!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benar mbak&#8230;setuju dengan yang tertulis, menjadi menulis mesti tahan banting komentar&#8230;apalagi pemula seperti saya, dan tak memiliki pengetahuan menulis sama sekali.</p>
<p>Walaupun kutahu pujian tak membawa aku tahu kebenaran&#8230;tapi seandainya  dijelek-jelekin melulu, aku malah merasa kehilangan suport untuk menulis&#8230;</p>
<p>Mudah-mudahan diblog ini kutemukan pengalaman-pengalaman yang membuat aku bisa  sedikit mengerti dan memahami bagaimana menulis yang baik dan benar!</p>
<p>salam hangat dari Taiwan!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agung</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/lahir-jodoh-rejeki-dan-matinya-sebuah-tulisan-319.php/comment-page-1#comment-1057</link>
		<dc:creator>agung</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 14:03:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=319#comment-1057</guid>
		<description>kok kepotong si mbak.... :)

aku bingung mbak, soale selama ini aku nulis &#039;sekedar&#039; pencurahan yang terpikir-terasa...dan karena itu menurutku pekerjaan menulis menjadi sebuah &#039;tugas suci&#039;...

Mmm..mbak ratih mau nggak nulis cerpen buat kami, gak dibayar si?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kok kepotong si mbak&#8230;. :)</p>
<p>aku bingung mbak, soale selama ini aku nulis &#8216;sekedar&#8217; pencurahan yang terpikir-terasa&#8230;dan karena itu menurutku pekerjaan menulis menjadi sebuah &#8216;tugas suci&#8217;&#8230;</p>
<p>Mmm..mbak ratih mau nggak nulis cerpen buat kami, gak dibayar si?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nie</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/lahir-jodoh-rejeki-dan-matinya-sebuah-tulisan-319.php/comment-page-1#comment-1056</link>
		<dc:creator>nie</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 05:40:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=319#comment-1056</guid>
		<description>Berbeda dengan tulisan bergenre (so-called as) “sastra tinggi” yang sulit dipahami oleh kebanyakan orang, mungkin agak sulit mencari penerbit, meskipun karya itu bagus. ==&gt; iya, tapi menurut saya tulisan seperti inilah yang bisa disebut sebagai tulisan yang berkualitas dan memiliki &quot;jiwa&quot;. gimana yah. susah ah dibilangnya. :D

Mbak penulis? ajarin saya nulis dong..saya juga pengen bisa membuat suatu &quot;karya&quot; :p
uups..udah lah, jd ngawur. cuman blogwalking kok ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berbeda dengan tulisan bergenre (so-called as) “sastra tinggi” yang sulit dipahami oleh kebanyakan orang, mungkin agak sulit mencari penerbit, meskipun karya itu bagus. ==&gt; iya, tapi menurut saya tulisan seperti inilah yang bisa disebut sebagai tulisan yang berkualitas dan memiliki &#8220;jiwa&#8221;. gimana yah. susah ah dibilangnya. :D</p>
<p>Mbak penulis? ajarin saya nulis dong..saya juga pengen bisa membuat suatu &#8220;karya&#8221; :p<br />
uups..udah lah, jd ngawur. cuman blogwalking kok ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rie yanti</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/lahir-jodoh-rejeki-dan-matinya-sebuah-tulisan-319.php/comment-page-1#comment-1050</link>
		<dc:creator>rie yanti</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 03:17:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=319#comment-1050</guid>
		<description>Makasih, Mbak... Mudah2an aku bisa ngerti kelanjutan tulisannya...

Oya, lupa bilang. Masalah over-protektif sama &#039;anak-anak&#039; bisa jadi salah satu penyebab writer&#039;s block (aku bikin artikel ttg masalah ini di warungfiksi, sekalian promosi hehehe...). Ya, kayak yg Mbak Ratih bilang aja. Itu bisa menghambat karir menulis seseorang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Makasih, Mbak&#8230; Mudah2an aku bisa ngerti kelanjutan tulisannya&#8230;</p>
<p>Oya, lupa bilang. Masalah over-protektif sama &#8216;anak-anak&#8217; bisa jadi salah satu penyebab writer&#8217;s block (aku bikin artikel ttg masalah ini di warungfiksi, sekalian promosi hehehe&#8230;). Ya, kayak yg Mbak Ratih bilang aja. Itu bisa menghambat karir menulis seseorang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
