Naik Kelas
Tanggal 20 November ini saya merayakan satu bulan saya bekerja di sebuah televisi swasta. Tiba-tiba saya kagum pada diri saya sendiri… “kok bisa ya, bertahan?” Saya merasa keluar dari cangkang kenyamanan yang selama ini saya erami.
Pertama, saya membenci rutinitas.
Kedua, saya tidak terlalu cakap bergaul dengan orang lain.
Ketiga, saya merasa sulit bekerja dengan orang lain -terutama untuk hal-hal yang kreatif.
Jadi…, hebat! Saya bisa bertahan. Untuk kali ini, saya memberi salut untuk diri sendiri (suatu hal yang jarang saya lakukan, ngomong-ngomong hehehehe).
Sudah terlalu lama saya bekerja sendiri. Dulu sempat sih, kerja kantoran. Waktu itu saya masih meraba-raba apa yang saya inginkan. Jadi, saya cenderung mencoba segala hal. Ketika saya memutuskan untuk fokus menulis, saya menjadi lebih intim dengan diri saya sendiri ketimbang dengan orang lain (istilah kerennya “autis” ya?). Hal kreatif menurut saya patutnya dilakukan sendiri saja, sebab jika dilakukan dengan orang lain, saya tidak akan mendapatkan apa yang ingin saya capai.
Dulu pernah mencoba menulis bareng teman, hasilnya acakadul. Saya tidak percaya dengan konsep “two heads better than one”. Sekarang, ketika saya diwajibkan bekerja dengan orang lain, saya belajar banyak. Dan konsep “many heads will give a better result” tiba-tiba jadi pegangan saya. Bagaimana tidak? Kenyataannya saya tidak bisa bekerja sendiri untuk mendapat hasil akhir yang keren.
Meskipun pekerjaan saya masih seputar tulisan (ya, masih di situ-situ juga! hehehe), tapi kali ini saya harus mendengar omongan orang lain: masukan, kritikan, cacian. Dan bagaimana pun, saya harus mendengarkan itu semua meski sebenarnya tidak ingin, mengingat hasil akhir yang mutakhir tidak hanya berada di tangan saya. Saya cuma sebagai pintu bagi teman-teman kru untuk membuat film televisi yang bagus.
Hal lain lagi yang saya pelajari adalah, saya harus berkompromi dengan pasar. Karena bagaimana pun, rating is the king! Di sini, saya belajar untuk lebih tidak jadi egois lagi. Saya yang terbiasa menulis sesuka-suka diri saya, kini harus mempertimbangkan pemirsa. Saya tidak bisa lagi bersikap masa bodoh untuk hal yang satu ini.
Untuk alasan itu semua, saya pikir, saya baru saja naik kelas.
——————————
Oya, sekalian… kalau teman-teman penulis punya ide, dan tertarik untuk bergabung sebagai scriptwriter, silakan kirim:
1. Sinopsis detail (kalau bisa treatment) dan karakterisasi (3-5 hal).
2. Cerita harus ada pesan moralnya.
3. Kalau bisa yang lucu.
4. Bisa menulis sesuai deadline.
5. Tulis nama lengkap dan no HP di sinopsis.
Kalau sinopsis lolos, akan diminta menuliskan scriptnya untuk durasi 120 menit.
Kirim ke: bitranstv@gmail.com, CC ke: ratihkumala@gmail.com
Selamat menulis!

November 21st, 2008 at 12:42 am
bu, gue ngelamar jadi tukang pijit aja ya…P
November 22nd, 2008 at 2:15 pm
kalau aku ngelamar jadi tukang foto aja ya …. hi hi hi
November 23rd, 2008 at 2:58 pm
@ tary & husni:
entar aku akan buka perusahaan pijet plus foto! kalian pasti aku terima jadi pegawai. servicenya: kalo lagi dipijet, pasti difoto! hehehehe
November 25th, 2008 at 2:52 pm
wah, mba Ratih kerja di TV juga.
kalo saya alhamdullilah masih bisa kerja secara kreatif dan mengedepankan idealisme. tempat saya kerja masih memberikan ruang begitu luas untuk memaksimalkan ide. topik-topik dan narasumber yang mungkin jarang dilirik televisi lain bisa kami angkat. tapi ya masih ada juga batas di sana-sini, dan skala TV yg lokal juga membuat ekspos yang dihasilkan nggak terlalu besar. tapi seneng banget kalo ada penonton yang komentar kalo topik yang sudah diangkat membuatnya terinspirasi.
oya, saya juga setuju dengan konsep ‘many heads will give a better result’, dengan tambahan jika semua kepala itu punya visi sama dan nggak mengedepankan ego.
——————–
@ nik.e:
Hhhmmm… aku pikir, orang yang kerja di TV bukan berarti tidak idealis, deh. Bisa aja emang idealimenya seseorang adalah memang untuk bekerja di televisi, kan? Kalo aku sendiri, akhir-akhir ini malah berusaha mengalahkan idealisme dan mencari bentuk idealisme yang baru, sebab idealismeku yang lama sudah terlalu membuat aku nyaman. Sekali lagi -dalam hidupku- aku ingin meredefinisi comfort zone-ku.
Oya… soal many head will give a better result itu, justru setelah aku masuk sendiri ke bidang ini, aku jadi tahu betul bahwa orang2 produksi televisi bekerja dengan sangat tidak egois, dan dalam waktu yang sama masih berusaha memegang idealismenya.
November 25th, 2008 at 5:50 pm
lam kenal …
jangan nulis buat tivi terus mbak, he..he..he..
ngebayangin suatu saat bisa baca kumpulan cerpenmu…
——————–
@ agung:
Halo Agung, lam kenal juga. Aku juga udah punya kumcer kok, judulnya Larutan Senja. Terbitnya udah tahun 2006 lalu, kalo sempat, baca ya…
November 26th, 2008 at 1:36 pm
wah mbak ratih selamat ya..tapi jangan lupa nulis cerpen ya:)
November 30th, 2008 at 8:45 pm
mmm, cukup menarik juga ya orang yg satu ini. padahal dulu, saya cuma sering ngelewatin gitu aja di depan cubical nya…cuma senyum tanda ramah…eh, ga taunya ada sejuta rahasia yg terpendam ttg dibalik dirinya yang low profile…salut bwt Ratih Kumala…bravo…
gw jg seneng nulis, at least just for my journey trace. mungkin next, kita bisa ‘adu kepala’ dgn tanpa mengedepankan ego dan menghasilkan sebuah karya yang mumpuni…amin
give the best for Indonesia–wah jadi sok nasionalis gini ini teh..well, setidaknya ketika Ratih dah bisa diundang ke Jepang untuk ngasih cuap2 masalah seputar novelnya, maka…setidaknya nama Indonesia terangkat dong…juga temen2nya (nyambung ga?)
——————–
@Lingga:
eh… temen kantor! hehehehehe ketemu di blog kita.
Lingga, blogmu kok gak bisa dibuka sih? emang belum diisi ya?
ada multiply atau blogspot gak?
December 3rd, 2008 at 5:14 pm
If you give more you will get even more….
December 5th, 2008 at 10:27 am
Hai, Mbak Ratih… Lam kenal…
Hebat! Mbak Ratih bisa kerja sama orang lain… Aku udah nonton beberapa filmnya… Terakhir nonton ‘Jejak Berdarah’ kemaren malam. Endingnya nyebelin! Aku & keponakanku kena tipu!!!
Kok bisa sih, Mbak, kerja sama orang lain? Aku malah anteng kerja sendiri. Pengidap autis juga. Hehehe…
Terus, ‘penulis naskah’ & ‘tim penulis’ bedanya apa?
Makasih…
December 5th, 2008 at 10:25 pm
Wah, selamat naik kelas…

Saya salah satu pengagum tulisan2x mbak dan blog ini loh.
Tertarik sih ikut menulis scriptwriter, tapi nggak ada pengetahuan khusus tentang yang satu ini, huhuhu
Salam kenal ya, sukses selalu!
December 19th, 2008 at 6:16 pm
hai!
Salam kenal ya
tema utk sinopsis nya bebas kan?
December 26th, 2008 at 1:34 pm
Suhuuu… aku juga mau ikutan angkat jempol ah! Salut dah berani banting setir jadi gadis kantor, hehhehe… tapi masih enjoy kan? Itu yang paling penting. Kalo d TV kan at leat gak terpaku jam kerja yang sama tiap hari to, hehehe… Aku skarang juga jauh lebih enjoy d kantor soalnya lagi disuruh bikin sandiwara radio, hehheee… Jadi ada pelarian dari rutinitas.
Skalian mau minta maaf untuk 2 hal:
1. Aku menghilangkan input darimu untuk cerpenku (semoga nanti ada ks4an untuk memperbaiki keteledoran yang gila ini.
2. Aku blom s4 kirim sinopsis lagi.