Saya menyebut novel Gerhana Kembar karya Clara Ng sebagai novel tentang lesbian tanpa pretensi yang mencurigakan. Novel ini bercerita tentang Fola dan Henrietta, sepasang lesbian yang menjadi tokoh utama. Dua plot utama yang ada pada novel ini yaitu pada tahun ‘60-an dan pada tahun 2008. Cerita diawali dengan pertemuan Fola dan Henrietta. Pada bab berikutnya, pembaca baru tahu bahwa Fola dan Henrietta adalah tokoh fiktif sebuah naskah berjudul “Gerhana Kembar” yang tengah dibaca oleh Lendy, pada tahun 2008. Sedikit demi sedikit, terkuak bahwa naskah “Gerhana Kembar” ditulis oleh Diana, nenek Lendy yang tengah sekarat, dan cerita itu berdasarkan pengalaman Diana dengan Selina, pasangan lesbinya ketika muda.
Papahku sekarat ketika Olimpiade di Beijing dibuka, tanggal 8-8-08. Saya, Eka, dan beberapa teman sedang berada di Oh La La-Sarinah, ketika melihat pembawa obor ‘terbang’ ditarik tali, mengelilingi stadium untuk menyulutkan api. Seperti itulah saya ingin: terbang saat itu juga menuju Solo.
Ipong punya banyak tahi lalat: ini kesimpulan saya setelah melihat pameran lukisannya di Vivi Yip Art Room (Sabtu, 2 Agustus 2008). Di banyak lukisan, bagian leher ke atas, saya menemukan satu titik cat. Awalnya, saya pikir itu karena dia doyan mencorat-coret hasil lukisannya dengan cat yang kelihatannya sengaja dicairkan dan diacak -rada mirip abstrak gitu deh, tapi bukan- (kalo baca katalognya, katanya ini ‘teknik dripping’ …gile, udah bisa nyontek teori seni nih tiba2 hahahahaha). Tapi setelah diamat-amati lagi, kelihatannya dia sengaja menjatuhkan satu titik tinta ke bagian tertentu, dan… eng-ing-eng… jadi deh tahi lalat! Saya membayangkan, ruang lukis dia pasti berantakan, cat di mana-mana. Mungkin juga, dia punya satu kaos khusus yang dia pakai berulang-ulang hanya untuk melukis, baju yang khusus dikorbankan kena cat acrylic. Ya, mirip-mirip ama tukang cat gitu deh… he he he.
Ini gambar fotoku yang dibikin gaya gambar film “Juno”. Dibikin oleh Eka.
Dari sebulan yang lalu teman sama, Metta, wanti-wanti untuk menonton JUNO. Sebetulnya waktu film ini tayang di bioskop, saya sudah niat mau nonton, gara-garanya orang Hollywood muji-muji film ini. Termasuk waktu Ellen Page (pemeran Juno) tampil di acara Ellen Degenerest, keliatannya Ellen Page cool banget dan aktinya dipuji habis-habisan sama Ellen. Akhirnya, setelah melewati dua malam mengutak atik VCD Juno yang gak mau muter di laptop, saya berhasil juga menontonnya dengan meminjam laptop suami.




