Para Peburu Hantu -Lokal dan Internasional-
25

Para Peburu Hantu -Lokal dan Internasional-

Sekitar empat atau lima tahun lalu, daripada pacaran, saya termasuk salah satu orang yang lebih memilih nonton acara Dunia Lain di Trans TV. Sambil takut-takut sekaligus penasaran, saya mengumpulkan keberanian untuk menonton Dunia Lain. Segmen “Uji Nyali” di acara ini adalah bagian kesukaan saya. Saya ternganga ketika seorang ibu yang sedang uji nyali di sebuah ruangan yang ada gong besar, tiba-tiba gong tersebut bergerak-gerak. Dan tentu saja, yang paling bikin adrenalin saya berderis hebat adalah ketika mereka syuting di Lawang Sewu, Semarang –tempat paling angker sedunia! Kamera menangakap sosok setan perempuan, dan spontan peserta uji nyali teriak-teriak minta keluar. Konon, gosip yang beredar, seminggu kemudian peserta uji nyali meninggal dunia –katanya diikuti hantunya. Hiiiiiiiyyyy….

Sebetulnya saya ini orang yang lumayan penakut, apalagi kalau menyangkut yang gaib-gaib. Maunya enggak percaya, tapi hati kecil saya bilang kalau saya percaya. Ah, cape deh…. Akhir-akhir ini, acara seram-seram macam Dunia Lain, Uka-Uka, Percaya Enggak Percaya, sudah tidak ngetrend lagi di Indonesia. Atau setidaknya itulah anggapan saya, sebab saya sudah tidak tertarik dengan acara-acara model begitu. Sekarang, untuk acara reality show, saya lebih tertarik dengan American Idol, Amazing Race, Keeping Up with the Kardashians dan Kimora: Life in A Fab Lane.

Entah kenapa, hantu semacam Vampir dan Were Wolf (Manusia Serigala) tidak membuat saya takut. Beberapa teman yang saya sempat tanyakan juga bilang, mereka lebih takut pada Pocong, Kuntilanak, Tuyul dan teman-temannya, dengan kata lain; hantu-hantu lokal. Buat saya, alasannya karena (isunya) hantu-hantu pun tidak punya kekuatan lewat laut (kecuali hantu laut atau hantu yang tinggal di kapal laut, tentu saja). Kesimpulannya: Vampir, Drakula dan Manusia Serigala tidak bisa sampai ke Indonesia! Hehehehe.

Sejak saya masih kecil, saya sudah akrab dengan film Ghostbuster. Buat saya, film ini tidak seram sama sekali. Hantunya saja warna hijau dan lucu, bagaimana bisa seram? Sama imutnya dengan Casper, si hantu yang ramah. Ghostbuster adalah nama kelompok pemburu hantu yang kerjanya menangkap hantu-hantu nakal yang beredar di kota New York. Mereka punya semacam alat (yang kelihatannya sangat canggih), juga seragam overall yang sangat tidak trendi. Dengan alat yang buat saya sangat mirip dengan penyedot debu, tim Ghostbuster memerangkap hantu nakal masuk ke dalamnya. Lalu mereka memenjarakannya ke dalam semacam termos.

Akhir-akhir ini saya kerap tak sengaja memencet kanal tv Star World yang menayangkan Ghost Hunters. Ini reality show asal Amerika. Diperankan oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya TAPS, mereka pergi ke tempat-tempat yang kabarnya angker. Di tempat itu, mereka berdiam selama satu malam, mencari bukti-bukti bahwa ada kehidupan selain manusia. Biasanya, mereka membawa alat yang bagi saya mirip dengan PDA (saya lupa nama alatnya), alat ini mencatat suhu yang ada di suatu tempat. Ada beberapa alat canggih lainnya yang saya tidak tahu, di antaranya; mikrofon dan kamera, tentu saja. Tetapi, tidak ada alat mirip penyedot debu untuk menjebak hantu. Di hari berikut, setelah tim TAPS selesai mendiami TKP selama satu malam, mereka mengobservasi ulang hasil tangkapan kamera, lalu membawanya ke empunya rumah/gedung, untuk memperlihatkan hasil observasi mereka. Kadang, mereka bisa menangkap sebentuk hantu dengan kamera. Lebih sering, mereka merekam suara penghuni non-manusia yang ada di sana. Ketika observasi dilakukan, kerap mereka sengaja mencoba berkomunikasi dengan para hantu dengan cara berkata, “apa ada orang di sini?”; “siapa namamu?”; “kalau ada orang di sini, ketuk dinding dua kali,” dsb, dsb. Tak ada ritual-ritual khusus untuk berkomunikasi dengan makhluk halus.

Beda bule, beda pula kita. Pernah nonton Percaya Enggak Percaya kan? Biasanya, mereka mengajak Pak Leo, sebagai paranormal yang bila melihat makhluk halus. Pak Leo ‘membuka mata batin’ pembawa acara, agar ia juga bisa melihat makhluk halus sekitar. Dengan cara inilah, pemirsa di rumah diberi tahu, bahwa di tempat-tempat tertentu ada hantu yang berbentuk tertentu. Di acara serupa; Dunia Lain dan Uka-Uka, juga biasanya ada satu orang paranormal yang menyertai mereka. Biasanya mereka hobi pakai baju hitam, berrambut gondrong, lengkap dengan cincin-cincin batu yang menghiasi setiap jari mereka –lebih dari itu, kelihatannya mereka jarang mandi. Di akhir acara berburu hantu versi Indonesia, kadang diselipkan satu orang kyai yang memberi wejangan-wejangan tentang dunia fana dan dunia nyata, dan bagaimana manusia ‘seharusnya’ menghadapinya.

Gara-gara keseringan nonton acara berburu hantu, saya jadi hobi menyimpul-nyimpulkan sendiri. Dan kesimpulan saya adalah: orang bule memang suka yang logis-logis, sedangkan orang kita memang lebih suka dengan yang tidak logis. Pasalnya, biarpun tim TAPS di acra Ghost Hunters sudah menangkap sosok/mendengar suara hantu, di akhir acara mereka lebih sering masih sanksi dengan hasil observasinya. Kalau pemilik gedung/rumah bilang, misalnya, bahwa di tempat tertentu sepertinya suka sesak napas atau merasa terdesak, maka tim TAPS tidak dengan serta-merta menyimpulkan bahwa di daerah itu hantu berdiam. Dengan alat yang mirip PDA itu tadi, mereka mengukur suhu tempat tersebut, dan memeriksa dengan seksama bahkan sampai di dalam dinding atau di di bawah tanah. Tim TAPS bilang, jika di suatu tempat ada banyak kabel atau alat-alat (mesin/elektronik), memang bisa menimbulkan “efek poltergeist” untuk orang yang ada di situ. Mereka jadi sulit bernapas, merasa terdesak, dll. Itu karena suhu yang ditimbulkan sangat tinggi. Juga ketika pemilik rumah mengaku, bahwa pernah ada penampakan yang berupa sosok hitam besar, atau sinar yang melayang-layang. Tim TAPS tak akan segan-segan menguji kebenaran penampakan itu dengan cara menyorotkan senter dari luar rumah, apakah senter/bayangan akan muncul di dalam rumah, ataukah tidak. Meski tim Percaya Enggak Percaya, Dunia Lain, ataupun Uka-Uka juga menggunakan kamera, tetapi mereka cenderung tidak memaksimalkan teknologi ini. Seolah-olah, dengan segala peralatan yang mereka bawa; kalau ada hantu yang tertangkap kamera ya syukur, kalau tidak ya tak apa-apa. Toh, pemirsa sudah ‘dipaksa’ percaya dengan adanya paranormal yang mendampingi selama acara itu. Oya, satu lagi… tim TAPS tak pernah sekalipun mengajak paranormal/ghost wishperer ke acara Ghost Hunters.

Akhir kata, kalau memang ada such thing as ghost di luar sana, dan acara berburu hantu sebagus apapun yang bikin saya penasaran untuk nonton, saya tetap tidak mau ketemu makluk halus….

25 thoughts on “Para Peburu Hantu -Lokal dan Internasional-

  1. males deeeh….hantu-hantuan…Tih, dibuktiin aja yuk kapan2 ke lawang sewu….nggak serem…sumpeh! abis itu kita ngopi bareng…di dalam lawang sewu juga bisa….wong ada warungnya di halaman, trus dibawa kopinya ke dalam…hehehe…

  2. wah kalau ke Lawang Sewu aku mau ..tapi gak ngejar hantu dan gak ngopi … tapi jelas Huntiiiiing foto dunk he he he he …..

  3. hahaha
    di satu sisi takut dan tidak mau ditakut-takuti
    tapi di sisi lain masih penasaran
    makanya tayangan/tontonan spt ini diminati
    kl film luar yg berhasil membuat saya bergidik dg level yg mirip saat menonton film indonesia adalah sixth sense & the others.
    oia, sama.saya juga ga mau ketemu mahluk halus

    btw, nice blog theme ;)

  4. kalau loe semua mau lihat setan benaran? cerminan hati yg mudah tergoda oleh rayuan gombal dunia maya heh how absurd

  5. Adik adik,
    Tanpa sengaja blog ini aku baca, karena kalian masih pada ABG, ada baiknya memahami sedikit kebenaran tentang apa yang kalian bahas.
    apa sih ghost itu. Gost itu abstrak… wujutnya seperti energi atau sesuatu yang sulit diekspresikan lewat kata, seperti roh kalian sendiri.. bohong kalau hantu itu bisa dilihat dengan mata telanjang atau suatu alat hampir semua orang yang merasa melihat hantu itu adalah kekeliruan.. benda itu hanya dapat dilihat dengan mata batin karena imateri. nah.. kalau orang bisa mengembangkan mata batin sebenarnya melihat hantu itu hanya efek samping… orang itu secara otomatis akan bersifat wise dan positive dalam menghadapi kehidupan… ini ada satu cara yang sangat mudah untuk mengembangkan mata batin… mudah sekali… cara melatihnya agak lama dan harus konsisten.., mungkin bulanan tapi ada juga yang cepet… apalagi umur kalian masih muda muda… stages-nya begini: 1. hilangkan emosi negatif… seperti marah dendam, iri… dan maafkan semua salah orang kepadamu (ini semua adalah bagaian tersulit). percaya kalau tuhan itu ada.. pasrahkan diri dan bersukur, sebut namanya dan istigfar..

  6. Temukan tempat yang tenang, bersih, positive dan terang kalau ada suara musik atau televisi biarkan saja tapi jangan dihadapanya, harus enggak ada orang yang merhatiin kamu.. cari ketenangan pada diri kamu, jangan dikamar gelap, nanti malah takut, cari tempat duduk yang nyaman, jangan lapar atau kekenyangan, rileks… bebaskan pikiranmu, jangan konsentrasi biarkan saja pikiranmu berjalan bebas maunya kemana… ikuti dan amati… amati dengan jelas ikuti saja dengan rilek dan pasrah apa pikiranmu, kalau timbul emosi negative seperti merasa tidak adil, marah sama ortu, iget pacar, dll cepet cepet pasrahkan kepada tuhan, maafkan kesalahan orang, bebaskan lagi pikiranmu.. atur napas jadi rileks tapi jangan pikirin tentang napas (mau panjang mau pendek terserah)… lakukan hal yang seperti itu… itu namanya samadi (inget jangan konsentrasi… cukup rileks pikiran saja… kalau jadi ngantuk ya tidur… besok diulangi… lakukan hal tersebut pada waktu luang yang rileks dan tenang (kerjakan PR atau sholat dulu bagi yang muslim)… lakukan hal tersebut dengan konsisten dan terus menerus… jangan terlalu kencang dan jangan terlalu kendor… capailah keseimbangan… kalau ada orang bahwa shamadi itu adalah konsentrasi berarti orang itu enggak tahu dan cuma bohong… mungkin dua bulan atau tiga nulan.. nanti kalian akan mampu menangkap suatu abstraksi (kesan) tentang sesuatu.. tanpa terasa kalian mampu membaca masalah-masalah teman, keluarga, sifat orang yang kamu kenali dll… berdulilah dengan orang lain (tat twam asi artinya kamu adalah aku) … dan bersifat positive pemaaf… sampai terbuka mata batin kamu…namanya agnya chakra kata orang india.. nanti kalian akan mampu melihat hantu (inget: bukan setan… setan itu bisikan nafsu nafsu kamu sendiri)dengan mata batin… bentuknya macam macam… sesuai sifat energi yang dimilikinya, tanpa rasa takut lagi, karena kamu telah punya pikiran positive dan bijak.. kalau kaget dan heran terkadang iya… catatan: jangan bohong sedikitpun, karena mata batin itu apa adanya, jangan mengotori diri karena membikin kamu tidak bisa berfikir positive, jangan mabuk, hentikan masturbasi…
    silahkan coba, jangan memaksakan diri atau terburu buru…

    ——————–

    @om:
    Wah, Om… siapa yang ABG?! Saya (pemilik blog ini) udah tua! Hwakakakaka… serius amat sih nanggapin artikel ini. Sante aja lagi! Wong ini membahas acara tentang hantu-hantuan, dan tidak bermaksud memberitahu pembaca caranya melihat hantu! Hihihihihihi… (ketawanya mirip Kuntilanak)

  7. Ketika kami mengunjungi lawang sewu tgl 3 OKt 08 kemarin, g sengaja kami melihat2 gedung tua tsb. Ada cuplikan acara uji nyali disana. Eh, tiba2 lagi asik nonton, ada seorang kru – ada semacam tempat istirahat u para pemudik disana – mendatangi kami dan menanyakan apakah anda takut? Lgs aja salah seorang- saudara saya – menunjuk ke anak saya yg memang suka hal gaib tapi penakut. Orang tsb – sptnya paranormal – sgr menghampri anak saya dan mengusapkan kain hitam yg dibawanya ke wajah anak saya, sambil melafalkan mantra2 sesudah itu dia berkata : sudah, saya sdh tutup mata bathinnya … apakah adik sudah tdk takut? Sebenarnya saya tdk suka anak saya diperlakukan spt itu, namun berhubung sdh terlanjur saya cm lihat aja apa reaksi anak saya. Anak saya menjawab : tambah takut pa … ( hehe … )

  8. wah kalau di lawang sewu mah kurang hot
    kalau mau di kota lama hahaha lebih asyik tuh
    tapi hampir sama seh
    banyak londonya, sambil ngomong hei yee eksrtreemesh
    enlander-enlander bodoh, jangan ganggu ikh
    huahahahahaha
    serem-serem asyik tuh

  9. saya sependapat dengan om say

    Bagaimanapun juga kita harus percaya bahwa hal gaib (setan, jin, ruh, malaikat, dll ) itu ada. Setan & Jin diciptakan oleh Allah SWT jauh sebelum manusia diciptakan. Memang beberapa orang bisa melihat hal2 yang berhubungan dng gaib. Manusia bisa melihat hal2 yg gaib karena mmg dia benar2 mempunyai kelebiahan utk melihatnya atau mahluk gaib itu sendiri yang ingin menampakan diri yang bisanya bertujuan untuk menakut-nakuti, untuk yg terakhir ini manusia biasa pun bisa melihatnya.

    ———————

    @Wanuel:
    Wah, aritkel ini lumayan banyak yang menanggapi dengan serius ya….
    Padahal saya nulis dengan asik dan enggak terlalu dipikirin hehehehe

  10. Hii. . . .gag tkut.mlah laper aku. .hahahehehoho. Bwat yg trlalu srius nnggapina. .ap kalian sudah gila? Take it easy bro. .gag usah over gto napa, byasa ajah. .yg pnting beriman. gag ad yg prlu dtnjukin.cih

    Wawawawawawawawa. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ,
    . . . . . . . . . .

  11. takut deh ahhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!serem deh ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!

  12. lawang sewu emank enak buat tmpat jalan di Semarang…
    hehehehe……….
    tpi klo soal hantu…gw g mau ketemu,pa lagi sampai ketemuan…
    BBbbbbbRrrrrrrrrrrrrrr………..takut…………

  13. wah rame yg komen….kalo saya sih percaya adanya hantu… tapi saya lebih takut ngeliat diri saya sendiri….hantu aja takut ngeliat saya…hahahahahahaha

  14. @om, saya tanpa disadari telah melewati semua yg om anjurkan sebelum membaca petunjuk apapun yg mengarahkan saya ke shamadi, saya otodidak dan efeknya memang saya positive thingking. tapi saya memiliki penafsiran berbeda atas apa yg om rasa. mata bathin yg om rasa itu adalah bukan keadaan yg sebenarnya tapi lebih kearah bagaimana om memaknainya. dan om memaknainya dgn positif bahkan untuk hal yg sangat negatif sekalipun.contoh om menjadi peka akan orang lain karena om menjadikan diri om bebas dari hawa nafsu pribadi dan menciptakan pemahaman akan karakter orang lain secara objektif dan bebas dari rasa subjektif dan untuk jin/ energi halus, saya punya pengalaman yg beda. saya tidak memiliki imajinasi apapun ttg bentuk jin tersebut sehingga ia tidak pernah terlihat (namanya juga ghaib, ya tak terlihat, tak terdengar dll) jadi jin yg om lihat itu adalah, maaf ya om, manifestasi dari alam bawah sadar om sendiri akan bentuk energi makhluk halus. dgn kata lain itu halusinasi. kalau om doyan kopi dan rokok, maka efek halusinasi tsb lebih cepat terasa ( kalau ternyata saya salah dan ternyata om tidak ngopi dan ngerokok, maka sebelum shamadi coba deh ngopi, lebih cepet nyampenya). hal ini yg menyebabkan pencitraan kita thdp makhluk halus bisa sangat subyektif ( tiap kultur memiliki ikonnya sendiri)..

  15. tindakan setan yg paling nyata dalam kehidupan manusia adalah bisikannya yang sangat halus dan kreatif seolah olah itu adalah hasil pemikiran diri sendiri ( saking halusnya bisikan setan dia menyerupai hati nurani itu sendiri, meyerupai pusat kesadaran itu sendiri). apa yang bisa menolong kita kalau bisikan itu sudah hampir menyerupai suara tuhan? dengan menyimpulkan pertanyaannya saya yakin oom sudah menemukan jawabannya…

  16. oh ya om satu lagi, kalo om masih bisa “melihat” hantu. berarti shamadi om belum mencapai tahap sempurna. masih hampir sempurna. karena kalo bisa melihat itu berarti om masih subyektif. jadikan diri seobyektif mungkin hingga bebas dari pengaruh apapun, jadikan kebenaran sejati sebagai pegangan diri hanyai itu yg mampu menolong. ketika sudah sempurna maka yg terlihat hanya diri sendiri, alam semesta dan kebesaran tuhan. hati2 om, dalam fase om seperti om saat ini tidak boleh terlalu lama bisa melihat, nanti bisa “disusupi pesan pesan sponsor”. ini penyebab mengapa banyak sekali sekte sekte keagamaan padahal sumbernya cuma satu…..

Comments are closed.