Peringatan Pemerintah!

imageSaya tahu, ketika saya menulis ini, saya pasti dapat banyak hujatan dari sejumlah orang. Khususnya mereka yang anti rokok. Ah, gapapa…udah biasa. Sejak menulis Gadis Kretek, kayaknya memang saya panen hujatan. Ya sutra lah ya….

Saya tidak mau berbicara soal mendukung rokok atau tidak. Saya lagi iseng saya ingin menulis hal yang menarik perhatian saya akhir-akhir ini, yaitu soal Peringatan Pemerintah di kemasan rokok.

Ketika saya kecil, dan TV cuma ada TVRI yang baru on air sore hari, saya suka mendengarkan radio bersama mamah saya. Saya lupa tahun berapa tepatnya, mungkin saya kelas 1 atau 2 SD ketika itu, tahun ‘80-an. Suatu siang, RRI mengabarkan berita bahwa tak lama lagi rokok akan diberi “Peringatan Pemerintah” di selubung kemasannya, sebab Pemerintah mulai peduli dan khawatir akan kesehatan penduduk Indonesia yang terancam akan bahaya rokok.

Almarhum papah saya adalah perokok berat, dia merokok seperti kereta. (FYI, bagi yang penasaran: no…he did not die because of smoking.) Ciri khas seorang perokok adalah bajunya yang suka bolong, karena kejatuhan letikan api kretek yang masih menyala. Ketika saya kecil, baju saya pun ada beberapa yang bolong akibat hal ini. Sebab papah saya merokok dekat dengan saya. Baju saya jadi korban. Almarhum papah, sehari merokok bisa 3 bungkus. Dari waktu ke waktu, dia merokok beberapa merk yang berbeda. Tapi, yang paling sering diisapnya adalah Djie Sam Soe, dia memang perokok kretek. Samar-samar saya ingat, papah saya berbicara pada mamah, bahwa nantinya orang-orang kayaknya jadi takut merokok karena ada Peringatan Pemerintah itu.

Tak lama, selubung kemasan rokok pun lalu ada tulisan demikian:

 

PERINGATAN PEMERINTAH:

MEROKOK DAPAT MERUGIKAN KESEHATAN

 

Setelah itu, toh, papah saya tetap merokok. Agaknya rasa asam di mulutnya karena tak merokok bisa mengalahkan Peringatan Pemerintah itu.

Bertahun kemudian, ketika saya sudah dewasa, Peringatan Pemerintah yang sederhana itu berubah menjadi lebih panjang. Agaknya Pemerintah mulai ngeh, kalau peringatannya tidak ngefek ke perokok seperti papah saya. Diabaikan. Diacuhkan. Dicuekin. Seperti pacar yang caper, Pemerintah pun tak menyerah. Dikeluarkannya PP No. 19/2003, yang mengatur berbagai hal tentang tujuan pengaturan dan produksi rokok, distribusi rokok, iklan promosi rokok dan pengaturan kawasan tanpa rokok dan kawasan terbatas merokok. Walhasil, munculah peringatan seperti ini:

 

MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER,

SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI,

DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN

 

Bersamaan dengan itu, beberapa wilayah di Indonesia, khususnya di Jakarta, berbondong-bondong membuat Kawasan Bebas Asap Rokok. Mall-mall, kantor-kantor, dan tempat-tempat umum lainnya kini menyediakan Smoking Room bagi perokok. Bagi saya yang bukan perokok namum mendukung industri rokok ini, dari kacamata saya hal tersebut bukanlah untuk menasbihkan bahwa mereka yang bukan perokok menang. Sebab, banyak dari teman-teman saya yang bukan perokok merasa senang dan menang, seolah bilang, “Nah…bener tuh! Mereka memang harus dikarantina.” Tidak seperti itu, tetapi justru untuk melindungi kenyamanan kedua belah pihak. Mereka yang merokok bisa dengan nyaman klempas-klempus di Smoking Room. Mereka yang bukan perokok pun bisa dengan nyaman menghirup udara tanpa asap rokok sebab ketakutan mereka akan bahaya perokok pasif yang konon lebih terancam ketimbang perokok aktif, agaknya sudah berubah jadi parno.

Apakah orang lantas berhenti merokok karena Peringatan Pemerintah makin panjang? Sepertinya sih tidak. Tapi saya senang, sebab para perokok ini memang lebih tertib. Mereka tidak merokok di ruang AC, mereka mencari Smoking Room dan tidak mengganggu orang yang bukan perokok seperti saya. Dan yang paling saya senang, sebetulnya karena letikan api dari kretek yang terbakar dan kadang jatuh ke baju, hilang sudah. Baju saya utuh, tidak bolong-bolong akibat letikan api kretek tersebut.

Masih seperti pacar yang ngambek dan minta perhatian, tahun ini pun Pemerintah mengeluarkan Peringatan Pemerintah yang lebih tajam. Berkat PP No. 28/2013, semua selubung kemasan rokok kini harus menyantumkan Peringatan Pemerintah yang lebih “hot”.  Meskipun PP sudah keluar tahun 2013, tetapi Pemerintah memberi waktu 18 bulan bagi produsen rokok untuk menyiapkan kemasan terbaru mereka. Maka, baru mulai pada 24 Juni 2014 lalu kemasan terbaru dengan peringatan terbaru beredar di pasar. Tak tanggung-tanggung, kini ada gambarnya, meskipun kalimatnya jadi lebih pendek. Hanya tertulis seperti ini:

 

PERINGATAN PEMERINTAH:

MEROKOK MEMBUNUHMU

 

Tapi, yang ekstrem kali ini adalah ada gambarnya. Tak tanggung-tanggung, gambar dada manusia yang dibeleh dan menunjukan organ-organnya yang rusak, gambar orang dengan kanker tenggorokan yang sudah stadium sebentar-lagi-meninggal-dunia, ada juga gambar ibu-ibu merokok di sebelah anak kecil, dan yang paling terkenal adalah gambar bapak-bapak dengan kumis bertampang enggak ganteng sama sekali dilatari dengan gambar tengkorak. Pokoknya, saking hot-nya, gambar-gambar itu kira-kira kalau masuk TV harus diblur dan pasti kena KPI.

Jika Anda sering berkunjung ke negara-negara maju, sebenarnya Peringatan Pemerintah dengan gambar semacam itu, sudah lama mereka terapkan. Lengkap dengan tulisan “Smoking Kills”. Apakah para perokok akan mengindahkannya? Entahlah, perlu waktu menjawabnya. Yang pasti, saya kasih bocoran saja soal pendapatan Negara dari industri rokok. Mereka adalah penyumpang cukai yang besar per tahun. Orang-orang bisa punya kerjaan karena ditampung pabrik rokok. Tahun 2006, pemerintah mendapat cukai dari rokok sebanyak Rp. 37,06 trilliun. Tahun ini, meskipun Pemerintah sudah menempelkan Peringatan Pemerintah yang ekstrim, tetapi Pemerintah yang sama tetap mengharapkan cukai dari rokok yang ditargetkan mencapai Rp. 110,5 triliun. Kadang saya jadi berkerut kening, sebetulnya Pemerintah itu mendukung rokok atau enggak sih? Kayaknya rada galau.

Jadi, apakah para perokok akan kapok merokok karena Peringatan Permerintah terbaru tersebut? Apakah saya akan dapat hujatan lagi karena menulis artikel ini? Yaaah…lihat aja nanti komentar-komentarnya, hahaha.

 

Ratih Kumala,

Penulis Gadis Kretek

Kolektor rokok, bukan perokok

2 thoughts on “Peringatan Pemerintah!

  1. Ya, namanya juga pemerintah negeri lucu. Tak cuma merokok, sistem perekonomian dan segala tetek bengeknya pun maunya ambil-baiknya-buang-jeleknya. Padahal, mana mungkin demikian?

    Negeri yang lucu. Lengkap dengan mayoritas penghuninya yang tak kalah lucu.

Comments are closed.