Selamat merokok, sodara-sodara!

Saya tidak terlalu suka dengan urusan politik. Saya juga merasa terganggu membaca koran yang isinya cuma korupsi, kolusi, nepotisme, gontok-gontokan di DPR, dll. Sebab itu, saya berusaha untuk tidak peduli. Tapi ketika mendengar berita bahwa Bloomberg membayar Rp. 3,4 milyar kepada Muhammadiyah agar mengharamkan rokok, saya merasa marah.

Bukan karena saya merokok, tidak. Saya tidak bisa merokok. Pernah mencobanya beberapa tahun lalu, dan saya norak sekali soal hal ini: saya tidak bisa merokok. Saya juga benci dengan asap rokok, apalagi yang tercampur dengan AC di ruangan tertutup. Saya sangat setuju dengan imbauan bahwa merokok membahayakan kesehatan, amat sangat setuju. Tapi ketika rokok akan diharamkan, saya amat sangat tidak setuju.

Kenapa saya marah soal pengharaman rokok ini? Pertama, semurah itukah Muhammadiyah mau dibayar…cuma 3,4 M, gitu loh! Dan mau saja disuruh “merusak” salah satu tulang punggung perekonomian negara kita. Ya! Ini adalah poin kedua, rokok itu -setidaksuka apapun saya- adalah tulang punggung perekonomian bertahun-tahun lamanya.  Rokok yang membuat jutaan orang Indonesia punya pekerjaan, menghidupi mereka, menghidupi keluarga mereka. Belum lagi para petani tembakau dan cengkeh. Dan ketiga, nama negara kita bisa besar dan harum juga dari rokok. Semua orang di dunia tahu kalau Indonesia salah satu penghasil rokok terbaik, produk kita dijual di luar dengan harga tinggi. Bahkan, beberapa teman pernah cerita, mereka sengaja membawa dua box rokok kretek untuk dijual di luar negeri sebagai biaya hidup jika kehabisan uang saku. Lebih dari itu, yang keempat, perusahaan-perusahaan rokok yang besar itu give back penghasilan mereka dengan menjadi sponsor kesenian. Sejak jaman tahu 1920-an, rokok Bal Tiga sudah mensponsori teater, tahun 1990 Sampoerna mengirimkan marching band ke California untuk pawai bunga di sana mewakili Indonesia (yang padahal konon total dibiayai Sampoerna), dan kini kita sering melihat Djarum mensponsori acara-acara kesenian. Yak, kesenian yang jarang sekali dilirik (apalagi dicolek) Pemerintah. Kelima, setahu saya di Al-Quran itu rokok hukumnya bukan haram, tapi makruh. Jadi ya…biarin aja orang yang mau ngerokok ya ngerokok saja, tak perlu repot menentukan terganjar dosa khusus orang yang merokok. Kalau mereka sudah sakit-sakitan, bengek, kan juga lama-lama kapok sendiri.

Oya, satu lagi…ini pesan sponsor dari teman-teman saya yang perokok. Mengingat para perokok itu sudah mendukung perekonomian negara, dan jumlahnya tidak sedikit, mbok tolong fasilitas untuk perokok di tempat-tempat umum itu diperbaiki. Tidak heran orang-orang tetap saja merokok sembarangan, orang tempat merokok yang nyaman pun tak disediakan. Menyuruh para perokok merokok di luar, berdiri di tempat parkir, dekat pembuangan AC dan genset itu termasuk tak manusiawi. Setidaknya sediakan ruangan yang nyaman dengan tempat duduk dan hexos, kan mereka sudah membantu memajukan perekonomian negara.

Gitu saja deh, sudah puas beruneg-uneg! Selamat merokok, sodara-sodara!

13 thoughts on “Selamat merokok, sodara-sodara!

  1. Saya sependapat dgn mba, ayah saya juga perokok berat, saya jg suka marah kalau kena asap rokok, tapi kalau dilihat dari sudut yg lain, rokok jg bisa jadi tulang punggung keluarga

    salam kenal :)

  2. sejelek-jelek ORANG merokok tidak akan mengejek ORang yang Gak merokok… Mbak ratih udah memiliki Konsep yang Baik dalam Tulisan,, semoga Bisa jadi seperti mamanya….

  3. wah, britanya dapet dari mana mba?? kl brita gtu smpe k publik bakal jadi kontroversi besar tu.
    salam kenal..
    oia, sy prokok. dan fatwa2 bwt saya adalah pilihan. terserah mau terima ato tidak. :)

  4. kalau dipikir2, kurang logis apa lg fatwa haram merokok…?
    bukan umur panjang yg kita mau, tapi hidup sehat selama umur kita itu..
    jadi, selamat -tidak- merokok sodara-sodara…

  5. “Kelima, setahu saya di Al-Quran itu rokok hukumnya bukan haram, tapi makruh.”

    eh, mnurut saya Al-Quran ngga pernah bicara masalah rokok deh… apakah artinya gak ada hukum yang jelas untuk rokok? terserah, gw ga peduli!

    tapi, mnurut gw emang rokok harus dicegah sebisa mungkin supaya tidak semakin banyak lagi yang kecanduan rokok. tapi emang masalahnya adalah mencari solusi yang paling tepat yang bisa menguntungkan semuanya.

    gw mencoba mengajak sob buat berfikir lebih luas:

    1. HAM dan rokok
    para perokok banyak menuding yang buat peraturan tentang dimana saja boleh merokok itu telah menginjak haknya sebagai manusia, di saat yang bersamaan banyak yang rela makan asap sepanjang perjalanan di bus kota daripada harus cekcok dengan perokok yang merasa KEMANUSIAANNYA terusik. bisa saja kita bilang yang rela makan asap itu bodoh, tapi bagaimana mungkin dia berani bicara kalau dia sudah merasa si perokok akan segera menantangnya buat menyediakan tempat layak buat merokok baginya. ‘gak ada tempat khusus merokok yang layak, jadi terserah gw dong, derita lo ga’ usah diaduin k gw, lapor sana sama si Foke!!!!!

    2. Uang dan rokok
    perusahaan rokok emang baik. banyak beasiswa, banyak kegiatan anak muda, banyak agenda amal disponsorinya. terlepas dari strategi pasar/bisnis yang emang gw juga ga’ berani bicara banyak, disaat bersamaan, apakah perusahaan rokok itu juga pernah mencoba untuk tahu bahwa tak sedikit orang yang menyandang status ‘tidak mampu’ lebih merasa mampu mengeluarkan MINIMAL 10 ribu rupiah perhari untuk rokok daripada melunasi uang sekolah anaknya yang menunggak sekian bulan?
    gw tidak sedang membicarakan masalah bencana kesehatan akibat rokok lo?

    3. silahkan pikir sendiri. hehe…..

  6. wah kelihatannya saya harus banyak baca dan belajar berbagai hal , baru bisa komentar disini, salam kenal…

  7. Pemaparan dari sudut pandang yang cukup menarik.

    Semua juga tau rokok merusak kesehatan. Saya perokok tapi saya menghormati orang-orang yang tidak merokok dengan tahu tempat untuk merokok.

    Benar banget fasilitas untuk orang merokok sebaiknya diberi kenyamanan, agar tidak merokok sembarang, dan itu mengurangi perokok pasif.

    salam kenal

  8. saya tersenyum membacanya… tapi senyumnya beda. 3,4 M buat fatwa haram: murah bener… setuju… artinya emang fatwa itu keluar ga karena itu… UMY aja harganya lebih dari 3,4 M… padahal Muhammadiyah punya banyak tuh UM-UM… 3,4 M? cincai lah buat Muhammadiyah… he he he… cuma saya memang ga setuju duit yahudi itu masuk ke Muhammadiyah… Yahudi Anti Rokok (bloomberg) tampaknya ingin berperan menggusur Yahudi Pro Rokok (philip morris) di Indonesia :)… tapi saya yakin, Majelis Tarjih Muhammadiyah… ga bakal terpengaruh dengan ‘uang kecil’ itu…. salam…

    Makruh dari kata Karaha artinya di benci. kalo anda berkata rokok hukumnya makruh artinya rokok hukumnya dibenci oleh Alloh… sama seperti cerai… naudzubillah… semoga kita tidak termasuk orang yang dibenci oleh Alloh… cerai mungkin 1-2 kali… merokok? berapa kali anda ingin di benci oleh Allah…?

  9. saya kenal banyak orang tua yang rata-rata usianya di atas 60 tahun. mereka perokok berat. dan rata-rata dari mereka (kondisi fisik) aman-aman aja tuh. ada yang bilang, yg penting imbangi dengan banyak minum air putih trus banyak makan buah nanas atau kemaren saya sempat baca di artikel: konsumsi jus wortel.

    nah…dengan tips dan trik itu, kan bisa juga membantu petani dan pedagang buah nanas trus membantu petani dan pedagang wortel sekaligus membantu penjual jus wortel…

    @mas fandi: kalo cerai emang dibenci. tapi dibolehkan. kira-kira dosa g?

  10. Kakek saya adalah perokok berat yg seharinya bisa habis 6 bungkus kretek (bukan filter lho) dan beliau meninggal di usia 76 tahun karena sakit jantung. Kakek saya yg satunya juga perokok kretek berat meninggal di usia 65 tahun karena keserempet truk. Saya juga punya kakek angkat yg juga perokok berat dan meninggal di usia 95 tahun karena sakit demam (mungkin jatah usianya di dunia sudah habis). Merokok adalah kegiatan yg unik dan hanya dapat dirasakan kenikmatannya oleh orang2 yg melakukannya. Orang2 yg tidak merokok akan mengalami kesulitan utk melukiskan nikmatnya kegiatan merokok. Kebanyakan orang2 yg sehat sampai usia tua, umumnya/mayoritas adalah perokok berat; ini adalah pengamatan sehari2 yg saya lihat di lapangan (terutama di kampung2 dan wilayah pesantren tradisional). Mungkin ini adalah kesimpulan yg prematur, yaitu; di tempat/kota yg polusi udaranya sangat tinggi dan tingkat stress yg juga tinggi, rasa2nya merokok adalah salah satu alat untuk melepas/menghilangkan pengaruh polusi yg masuk ke tubuh/stress yg menghantui jiwa. Walhasil, jika anda ingin panjang umur seperti kakek2 saya dan orang2 lain yg sehat hingga masa tuanya, maka merokoklah agar anda mempunyai ketahanan tubuh yg sangat tinggi dari berbagai penyakit (terutama penyakit2 baru)! Atau anda ingin mencari tahu dulu, berapa panjang usia anda di dunia yg ingin anda capai?? 50/60tahun, 70/80 tahun,
    90/100 tahun atau bahkan lebih?

  11. Betul komentar anda semua! Lain otak (pikiran) lain isinya… Terlalu banyak orang yg berkaitan dengan rokok; mulai dari petani tembakau, pengepul, bandar, pedagang/toko & karyawannya, pabrik2 dan puluhan ribu karyawannya. Bila perkebunan mau diberangus (gaya2 PKI nih..) dan pabrik2 rokok ditutup; maka kita harus mau memberi ganti ladang usaha bagi mereka, minimalnya menanggung biaya hidup mereka & keluarganya selama sekian lama sampai mereka mendapat usaha/pekerjaan yg memadai. Bila tidak mau; maka anda yg mahasiswa bisa disebut mahasiswa yg tidak bertanggungjwb, anda yg dokter bisa disebut dokter yg tdk bertanggungjwb, anda yg tukang ibadah bisa disebut sbg tukang ibadah yg lari dari tanggungjwb. Atau paling nggak, anda wajib memikirkan atau mengganti besarnya pajak pendapatan yg diperoleh negara dari rokok yg nilainya trilyunan rupiah! Pajak yg digunakan utk kelangsungan pembangunan negara dan kembali buat kesejahteraan rakyat; atau kita berharap negara ngutang lagi…?? Dokter2 mestinya bersyukur bahwa tetap ada pasien yg datang untuk berobat dan membeli obat (obat yg dibuat dari bahan2 kimia yg juga beracun…). Kalau semua orang di dunia sehat, akan terjadi ketidakseimbangan; dokter kekurangan pasien yg berakibat berkurang pendapatan dan bisa2 fakultas kedokteran akan kosong selama satu abad ke depan…… Bertambahnya jumlah penduduk karena semuanya pada terlalu sehat juga sangat membahayakan; karena lapangan pekerjaan akan maha sempit; pemerintah akan kewalahan dan semuanya pasti menderita. Bagaimana dg binatang2 buas seperti singa, harimau dan buaya yg lebih banyak merugikan daripada manfaatnya; yg membuat hidup manusia tidak tenang & nyaman? Semestinya dibunuh/dibasmi?? Harus Ada Keseimbangan di dalam kehidupan ini…!! Merokok itu haram / dilarang bagi yang tidak kuat; tapi bagi yang kuat….. boleh-boleh saja..! Salaaaam!

Comments are closed.