Surat Terbuka untuk Tim Script Editor-Drama, Trans Tv

Surat Terbuka untuk Tim Script Editor-Drama, Trans Tv

image

Teman-teman tim SE yang baik dan saya sayangi,

Ada dua cara “lulus” dari Trans Tv. Yang pertama adalah kalian menjadi Best Employee (S1), yang kedua kalian resign (S2). Kalau tahun 2013 saya sudah lulus S1, makan kali ini saya lulus S2, yang berarti saya memulai lembaran baru hidup saya.

Sudah 7 tahun 3 bulan saya di Trans TV. Tempat ini bukan cuma tempat saya mencari nafkah. Tempat ini adalah rumah saya, keluarga saya, banyak cinta saya pupuk di sini. Tapi seperti semua hubungan asmara, kadang ada bete, ngambek dan kesal. Meskipun bukan berarti benci, tapi semua itu menggiring kita menjadi pribadi yang berbeda. Kita nyaris tidak mengenali diri kita sendiri. Itulah kenapa, kadang kita harus melepas hal yang sangat kita cintai agar bisa menjadi diri kita lagi.

Maafkan saya jika selama ini dalam memimpin, bekeja dan menjadi kawan, masih banyak kekurangan dan alpa. Doakan saya bisa menjadi manusia yang lebih baik di luar sana.

Bekerjalah dengan lurus, jauhi politik kantor. Kau mungkin tak akan naik dengan cepat, tapi kau tahu hatimu berada di tempat yang baik. Ketika kau jatuh, hal itulah yang akan menyelamatkanmu. Peliharalah itu. Percayalah, Tuhan tidak tidur.

Sadarilah bahwa kau bekerja di industri. Penoton di luar membutuhkanmu, mereka ingin dihibur olehmu. Jika kau cuma menyajikan idealismu, semua tahu kalau kau pintar. Tapi kalau kau menyajikan apa yang penonton inginkan, maka kau jenius.

Berkaryalah dengan tulus, karena karya yang dipenuhi cinta akan membuatmu makin mencintai diri sendiri. Kau tentu tak ingin membenci dirimu sendiri, bukan?

Jika pada akhirnya kau tak lagi mengenali dirimu sendiri, maka sudah saatnya kau move on. Jangan pernah memaksakan diri. Kau akan berakhir sakit fisik, dan AC Nielsen tidak lantas akan memberimu rating/share yang tinggi hanya karena kamu sakit.

Kalian akan punya pemimpin yang baru, yang jauh lebih baik dari saya. Terima ia, sayangi ia, ingatkan ketika ia alpa. Yakinlah ia akan bisa membawa kalian dan divisi ini menjadi lebih besar.

Baik-baik, jangan nakal.

It’s a wrap.
Bundatih