Image
1

Mendefinisi Ulang Arti “True Love” dalam Film Kartun/Animasi Disney

say_disney_snow_white_evil_queen

Ingatkah kalian pada masa kecil, ketika film kartun membuat setiap anak perempuan berangan-angan menjadi “princess”? Semua anak-anak yang menonton Snow White and Seven Dwarft, Sleeping Beauty dan Cinderella pasti mengangankan hal yang sama: berparas cantik, berkulit putih, dengan gaun indah, dan tinggal di istana megah dengan Pangeran Tampan. Itu adalah hari-hari ketika Disney menanamkan ke kepala setiap anak perempuan, bahwa mereka kelak akan diselamatkan oleh laki-laki. Mari kita melihat kembali ke belakang:

Maleficent mengutuk Aurora dengan kalimat ini sejak dia baru lahir, “From this slumber she shall wake, when true love’s kiss the spell shall break.” (Sleeping Beauty, 1959). Evil Queen yang iri akan kecantikan Snow White meracuni Snow White dengan jebakan apel beracun yang menyebabkan mati suri, “The victim of the sleeping death can be revived only by Love’s First Kiss” (Snow White and The Seven Dwarfts, 1937). Sedang dalam film Cinderella (1950), meskipun istilah true love tidak gamblang diucapkan dalam dialog, melaikan lebih halus dengan harapan Cinderella tentang kebahagiaan. Di sini dia pun diselamatkan oleh Pangeran Tampan yang repot-repot mencarinya sambil membawa sebelah sepatu kaca yang dicobakan ke setiap kaki gadis yang ditemuinya di negeri itu. Ketika Cinderella cocok dengan sepatu kaca itu, dia pun terselamatkan dari kekejaman Ibu Tiri dan dua saudara tirinya.
Continue reading