<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ratih Kumala &#187; ellen page</title>
	<atom:link href="http://ratihkumala.com/blog/tag/ellen-page/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ratihkumala.com</link>
	<description>The Only Constant is Change</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Apr 2012 13:52:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>JUNO</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/juno-194.php</link>
		<comments>http://ratihkumala.com/blog/juno-194.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 07:45:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[ellen degenerest]]></category>
		<category><![CDATA[ellen page]]></category>
		<category><![CDATA[juno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Dari sebulan yang lalu teman sama, Metta, wanti-wanti untuk menonton JUNO. Sebetulnya waktu film ini tayang di bioskop, saya sudah niat mau nonton, gara-garanya orang Hollywood muji-muji film ini. Termasuk waktu Ellen Page (pemeran Juno) tampil di acara Ellen Degenerest, keliatannya Ellen Page cool banget dan aktinya dipuji habis-habisan sama Ellen. Akhirnya, setelah melewati dua &#8230; <a href="http://ratihkumala.com/blog/juno-194.php">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ratihkumala.com/wordpress/wp-content/uploads/juno_contact.jpg" rel="lightbox[194]"><img class="aligncenter size-full wp-image-195" title="juno_contact" src="http://ratihkumala.com/wordpress/wp-content/uploads/juno_contact.jpg" alt="" width="500" height="281" /></a></p>
<p>Dari sebulan yang lalu teman sama, Metta, wanti-wanti untuk menonton JUNO. Sebetulnya waktu film ini tayang di bioskop, saya sudah niat mau nonton, gara-garanya orang Hollywood muji-muji film ini. Termasuk waktu Ellen Page (pemeran Juno) tampil di acara Ellen Degenerest, keliatannya Ellen Page <em>cool</em> banget dan aktinya dipuji habis-habisan sama Ellen. Akhirnya, setelah melewati dua malam mengutak atik VCD Juno yang gak mau muter di laptop, saya berhasil juga menontonnya dengan meminjam laptop suami.</p>
<p><span id="more-194"></span></p>
<p>Juno adalah remaja berusia 16 tahun yang tiba-tiba hamil. Tidak seperti film-film kehamilan remaja lainnya, tokoh Juno adalah karakter yang cuek dan selalu yakin dengan apa yang akan dilakukannya. Ketika mengetahui dirinya hamil, langkah pertama yang dilakukannya adalah meyakinkan bahwa dia betul-betul hamil. Dia tes hingga tiga kali, setelah itu ia menelepon temannya, yang sepanjang film selalu mendukung keputusannya. Ketiga, dia menghubungi laki-laki yang menghamilinya, namanya Bleeker, teman sekolahnya yang menjadi atlit lari. Setelah itu, dia menghubungi satu klinik untuk menggugurkan kandungannya. Tetapi kemudian dia mengurungkan niatnya, sebab seorang anak yang demonstrasi sendirian di luar klinik berteriak bahwa &#8220;all babies want to get born&#8221;, jadilah Juno pulang lagi. Bersama temannya, mereka membuat rencana B, yaitu mencari iklan orang tua yang butuh anak. Juno menginginkan bayinya diasuh oleh sepasang lesbian baik hati, atau pasangan orangtua berusia pertengahan 30-an yang <em>cool</em>. Setelah ia menemukan orangtua yang kira-kira cocok untuk bayinya, ia baru berbicara pada orangtuanya perihal kehamilannya.</p>
<p><span style="color: #0000ee; text-decoration: underline;"><a href="http://ratihkumala.com/wordpress/wp-content/uploads/juno_2_disc.jpg" rel="lightbox[194]"><img class="alignleft size-medium wp-image-198" title="juno_2_disc" src="http://ratihkumala.com/wordpress/wp-content/uploads/juno_2_disc-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a></span>Dalam film ini, kehamilan di luar nikah diangkat menjadi hal yang sangat wajar. Meski ada beberapa teman yang menggosipinya, tapi Juno maju terus. Rasa percaya dirinya tak berkurang hanya gara-gara hamil. Di film-film dengan tema serupa, selalu digambarkan bahwa anak gadis tersebut akan mengasingkan diri hingga ia melahirkan. Di samping itu, biasanya juga ia akan stress, menyesal, dan merasa sangat-sangat berdosa karena hamil di luar nikah. Tidak dalam film Juno, ia selalu yakin dengan keputusan yang diambil. Daripada mengurung diri, ia justru tetap aktif sekolah, meski ketika makan siang ia dilihat banyak orang karena banyak makan. Juno juga cuma cengengesan ketika petugas TU memandangi perutnya yang membesar dengan curiga, saat ia minta surat ijin pergi keluar untuk meng-USG kehamilannya.</p>
<p>Gosip yang beredar, gara-gara Juno, sekelompok anak sekolah SMA di Amerika ramai-ramai janjian hamil bareng. Halah! Ada-ada saja. Tapi kemudian gosip beredar lagi, bahwa mereka sebeutlnya bukan janjian hamil bareng karena film Juno, melainkan karena ada guru yang melakukan pelecehan seksual terhadap sekelompok anak perempuan muridnya. Tau deh mana yang benar.</p>
<p>Kalau &#8220;orang kita&#8221; yang nonton film ini, pasti mereka akan bilang: pesan moral film ini, jangan melakukan seks di luar nikah, <em>or else</em> kamu akan hamil. Tapi kalo saya sih: siapa pun yang hamil, berhak memilih yang terbaik untuk diri sendiri dan bayinya, baik itu hamil di luar nikah atau enggak.</p>
<p>Anyway&#8230; saya suka sekali Juno. Keseluruhan. Opening scenes-nya sangat-sangat menarik, dibuat seperti animasi pensil (tuh di atas, lihat saja sendiri). Selain itu, lagu-lagu yang ada di Juno keren-keren!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ratihkumala.com/blog/juno-194.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

