Tagged foto

Street Hunting Komunitas fotografer.net

Hari ini, saya diajak Husni Munir street hunting foto bersama teman-teman fotografer.net. Sejak malam sebelumnya, Husni memang sudah nginep di tempat saya. Maklum, rumah dia rada nun jauh di sana, jadi daripada bangun kepagian buat ngumpul di Gambir, mending pilih bermalam di rumah saya. Dari kemarin-kemarin Husni sudah manas-manasi saya biar terkontaminasi kamera juga. Tapi sengaja, saya jauh-jauh kalo dia lagi provokasi. Gak apa-apa deh jadi objek dia latihan aja, ketimbang saya kena racun kamera: soalnya kalo pengen harganya lumayan mahal (hiks).

Read more

“Foto Ibu”

foto_ibu.jpg
Ilustrasi oleh Wiediantoro

Sudah kupikir masak-masak; jika aku kelak membuat tato, maka tato itu adalah wajah ibuku. Akan kuukir di kulit punggungku, lebih tepatnya lagi di bagian tengah punggung agar tak kelihatan jika aku memakai baju berpunggung agak rendah, atau kaos yang terlalu tinggi potongan pinggangnya, atau baju renang. Aku tak ingin ibuku melihatnya. Tentu ia akan mengamuk jika tahu aku membuat tato, meskipun itu tato wajahnya. Aku bisa membayangkan ibuku akan berkhotbah; orang yang ada gambar di kulit, shalatnya tidak akan diterima, lalu akan masuk neraka. Sayangnya aku tak percaya neraka itu ada, seperti pesimisnya aku akan keberadaan surga. Yang aku percaya adalah reinkarnasi. Tapi ibuku percaya, dan aku tak mau mengecewakannya. Cita-cita ibuku adalah: kami sekeluarga—Ibu, aku, kedua adikku, dan bapakku— masuk surga bersama-sama. Sedang cita-citaku adalah: di kehidupan yang akan datang, aku ingin dilahirkan sebagai ibu dari ibuku agar aku bisa membalas kasih sayangnya di kehidupan yang sekarang.
Read more