Gallery

Frankfurt Book Fair 2015

Ada banyak pertentangan sebelum Frankfurt Book Fair 2015 berlangsung. Sejumlah orang dari berbagai pihak banyak yang tidak puas dan protes, baik itu cuma sekedar mengeluh di belakang, maupun vokal di socmed. Ssaya tidak perlu menyebut satu per satu siapa saja yang buka mulut, protes ini-itu. Pada akhirnya saya cuma bisa memaklumi, dan berkata dalam hati, mungkin mereka ingin didengar. 

Pada tanggal 13 Oktober 2015 saya terbang ke Frankfurt untuk menghadiri FBF 2015. Tiba di kota itu siang hari, sekitar jam 1. Pembukaan FBF 2015 dijadwalkan jam 5 sore. Saya tidak bisa ikut pembukaan karena baru menemukan hotel sekitar jam 5 lewat. Hari itu saya gunakan untuk istirahat. 13 jam perjalanan pesawat dengan satu kali transit di Abu Dhabi cukup membuat saya lelah. Meski di dalam pesawat saya merasa cukup produktif dengan menonton serial How to Get Away with Murder dan membaca e-book di iPad saya.

Continue reading

Image

Das Zigaretten Madchen

koverGK_JermanVersion

Über das Buch

Jeng Yah – diesen Namen flüstert der Zigarettenbaron Pak Raja immer wieder, als er im Sterben liegt. Er möchte sie noch einmal sehen, bevor er stirbt. Seine drei Söhne wollen dem letzten Wunsch ihres Vaters entsprechen. Was aber hat es mit dieser Frau auf sich, über die ihre Mutter vor Wut und Eifersucht nicht reden will? Die jungen Männer machen sich auf die Reise, die sie von Jakarta tief ins Herzen Javas führt – und in eine Vergangenheit, die von Schuld und Verrat, von Liebe und Freundschaft, von Neid und Eifersucht erzählt. Zwei Männer, die wegen einer schönen Frau zu bitteren Feinden werden, zwei Familien, deren Wege sich über drei Generationen immer wieder kreuzen, bis die Versöhnung unmöglich scheint …

Continue reading

Gallery

My Translators

Lady of words, that’s what they are: Hiltrud Cordes, Annie Tucker and Soe Tjen Marching. They are my dear translators.

Continue reading

Undangan Launching Gadis Kretek

Gadis Kretek | sebuah novel Ratih Kumala | Gramedia Pustaka Utama | 2012

Pak Raja sekarat. Dalam menanti ajal, ia memanggil satu nama perempuan yang bukan istrinya; Jeng Yah. Tiga anaknya, pewaris Kretek Djagad Raja, dimakan gundah. Sang Ibu pun terbakar cemburu terlebih karena permintaan terakhir suaminya ingin bertemu Jeng Yah. Maka berpacu dengan malaikat maut, Lebas, Karim, dan Tegar, pergi ke pelosok Jawa untuk mencari Jeng Yah, sebelum ajal menjemput sang Ayah. Perjalanan itu bagai napak tilas bisnis dan rahasia keluarga. Lebas, Karim dan Tegar bertemu dengan buruh bathil (pelinting) tua dan menguak asal-usul Kretek Djagad Raja hingga menjadi kretek nomor 1 di Indonesia. Lebih dari itu, ketiganya juga mengetahui kisah cinta ayah mereka dengan Jeng Yah, yang ternyata adalah pemilik Kretek Gadis, kretek lokal Kota M yang terkenal pada zamannya.

Apakah Lebas, Karim dan Tegar akhirnya berhasil menemukan Jeng Yah?
Continue reading