<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ratih Kumala &#187; novel</title>
	<atom:link href="http://ratihkumala.com/blog/tag/novel/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ratihkumala.com</link>
	<description>The Only Constant is Change</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Apr 2012 13:52:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Undangan Launching Gadis Kretek</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/undangan-launching-gadis-kretek-840.php</link>
		<comments>http://ratihkumala.com/blog/undangan-launching-gadis-kretek-840.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 12:46:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadis Kretek]]></category>
		<category><![CDATA[Literature]]></category>
		<category><![CDATA[Gramedia]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[ratih kumala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=840</guid>
		<description><![CDATA[Gadis Kretek &#124; sebuah novel Ratih Kumala &#124; Gramedia Pustaka Utama &#124; 2012 Pak Raja sekarat. Dalam menanti ajal, ia memanggil satu nama perempuan yang bukan istrinya; Jeng Yah. Tiga anaknya, pewaris Kretek Djagad Raja, dimakan gundah. Sang Ibu pun terbakar cemburu terlebih karena permintaan terakhir suaminya ingin bertemu Jeng Yah. Maka berpacu dengan malaikat &#8230; <a href="http://ratihkumala.com/blog/undangan-launching-gadis-kretek-840.php">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ratihkumala.com/wordpress/wp-content/uploads/undanganLaunching_koverbenar.jpg" rel="lightbox[840]"><img src="http://ratihkumala.com/wordpress/wp-content/uploads/undanganLaunching_koverbenar.jpg" alt="" title="undanganLaunching_koverbenar" width="567" height="418" class="alignleft size-full wp-image-844" /></a></p>
<p>Gadis Kretek | sebuah novel Ratih Kumala | Gramedia Pustaka Utama | 2012</p>
<p>Pak Raja sekarat. Dalam menanti ajal, ia memanggil satu nama perempuan yang bukan istrinya; Jeng Yah. Tiga anaknya, pewaris Kretek Djagad Raja, dimakan gundah. Sang Ibu pun terbakar cemburu terlebih karena permintaan terakhir suaminya ingin bertemu Jeng Yah. Maka berpacu dengan malaikat maut, Lebas, Karim, dan Tegar, pergi ke pelosok Jawa untuk mencari Jeng Yah, sebelum ajal  menjemput sang Ayah.  Perjalanan itu bagai napak tilas bisnis dan rahasia keluarga. Lebas, Karim dan Tegar bertemu dengan buruh bathil (pelinting) tua dan menguak asal-usul  Kretek Djagad Raja hingga menjadi kretek nomor 1 di Indonesia. Lebih dari itu, ketiganya juga mengetahui kisah cinta ayah mereka dengan Jeng Yah, yang ternyata adalah pemilik Kretek Gadis, kretek lokal Kota M yang terkenal pada zamannya.</p>
<p>Apakah Lebas, Karim dan Tegar akhirnya berhasil menemukan Jeng Yah?<br />
<span id="more-840"></span><br />
Gadis Kretek tidak sekadar bercerita tentang cinta dan pencarian jati diri para tokohnya. Dengan latar Kota M, Kudus, Jakarta, dari periode penjajahan Belanda hingga kemerdekaan, Gadis Kretek akan membawa pembaca berkenalan dengan perkembangan industri kretek di Indonesia. Kaya akan wangi tembakau. Sarat  dengan aroma cinta.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><strong>Undangan Peluncuran Novel <em>Gadis Kretek</em><br />
Karya Ratih Kumala<br />
Penerbit Gramedia Pustaka Utama</p>
<p>Hari Jumat, 9 Maret 2012<br />
Jam 14:30-17:00 wib<br />
Di Toko Buku Gramedia, Grand Indonesia, Jakarta<br />
Bersama Djenar Maesa Ayu dan Mumu Aloha</p>
<p>Be there, guys! :)</strong></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Pre-order novel Gadis Kretek dibuka dari tanggal 16 Februari-1 Maret 2012. 20 pembeli pertama akan mendapatkan bonus kumcer Larutan Senja. Untuk keterangan yang lebih detail, sila klik <a href="http://www.gramediashop.com/book/detail/9789792281415/Gadis-Kretek">http://www.gramediashop.com/book/detail/9789792281415/Gadis-Kretek</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ratihkumala.com/blog/undangan-launching-gadis-kretek-840.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gadis Kretek, Sebuah Novel yang Mulai Mewujud</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/gadis-kretek-sebuah-novel-832.php</link>
		<comments>http://ratihkumala.com/blog/gadis-kretek-sebuah-novel-832.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 04:51:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadis Kretek]]></category>
		<category><![CDATA[Literature]]></category>
		<category><![CDATA[On Writing]]></category>
		<category><![CDATA[Gramedia]]></category>
		<category><![CDATA[Iksaka Banu]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Februari 2012 ini saya begitu bersemangat, sebab saya &#8220;naik kelas&#8221; lagi. Memang sudah sejak Oktober 2011 novel ini selesai, setelah lebih dari tiga tahun saya berjuang di tengah kesibukan untuk melahirkannya. Ini novel terlama yang pernah saya tulis, dan saya sangat menikmati menuliskannya. Saya mengambil waktu sebanyak apapun yang saya butuhkan, baik untuk riset, &#8230; <a href="http://ratihkumala.com/blog/gadis-kretek-sebuah-novel-832.php">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ratihkumala.com/wordpress/wp-content/uploads/GadisKretek_small.jpg" rel="lightbox[832]"><img src="http://ratihkumala.com/wordpress/wp-content/uploads/GadisKretek_small.jpg" alt="" title="GadisKretek_small" width="198" height="295" class="alignleft size-full wp-image-833" /></a></p>
<p>Bulan Februari 2012 ini saya begitu bersemangat, sebab saya &#8220;naik kelas&#8221; lagi. Memang sudah sejak Oktober 2011 novel ini selesai, setelah lebih dari tiga tahun saya berjuang di tengah kesibukan untuk melahirkannya. Ini novel terlama yang pernah saya tulis, dan saya sangat menikmati menuliskannya. Saya mengambil waktu sebanyak apapun yang saya butuhkan, baik untuk riset, menata plot, menata ulang lagi, menuliskannya, menjalih, riset lagi, menuliskannya lagi, dan menjalinnya lagi, begitu terus. Editor saya, mbak Mirna (Gramedia Pustaka Utama) memilih pak Iksaka Banu untuk mendesain kover dan ilustrasi bagian dalam.<br />
<span id="more-832"></span><br />
Pilihan mbak Mirna tidak salah, kami bisa melihat passion dalam hasil desainnya. Pak Iksaka Banu memberi beberapa opsi pilihan kover, dan dengan sabar mendengarkan keseluruhan konsep yang telah lama saya bentuk di kepala saya. Novel saya <strong><em>Gadis Kretek</em></strong> akhirnya mulai mewujud. Berikut adalah percobaan nomor 3 kover <strong><em>Gadis Kretek</em></strong> yang <em>almost finsih</em> dan sudah dipublish baik di socmed. Pak Iksaka Banu sedang memberikan <em>final touch</em> untuk kover di atas.</p>
<p>Saya mengujibacakan novel ini ke beberapa proofreader yang juga teman-teman sendiri sebelum akhirnya saya dan mbak Mirna mengedit <strong><em>Gadis Kretek</em></strong>. Terimakasih untuk Annisa Pandan Sari, Maggie Tiojakin, Hetih Rusli, Andreas Teguh Trijaya, dan John D&#8217;Rantau yang telah bersedia menjadi pembaca pertama dan menjadi pengkritik yang demikian membangun.</p>
<p><strong><em>Gadis Kretek</em></strong> akan terbit pada 28 Februari 2012, dan <em>launching</em> pada Maret 2012. Selamat membaca, teman-teman.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ratihkumala.com/blog/gadis-kretek-sebuah-novel-832.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kronik Betawi, sebuah novel</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/kronik-betawi-sebuah-novel-3-398.php</link>
		<comments>http://ratihkumala.com/blog/kronik-betawi-sebuah-novel-3-398.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 10:24:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kronik Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[betawi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[ratih kumala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Untuk almarhum papahku, Haris Fadillah, dan Jakarta, kota kelahiranku. Dua nama yang telah membesarkanku.&#8221; Kronik Betawi terbit pertama kali sebagai cerita bersambung di harian Republika, Agustus-Desember 2008. Fiksi ini saya tulis selama kurang lebih satu tahun, berdasarkan ide cerita Nugroho Suksmato yang kemudian saya kembangkan menjadi novel. Hari ini, tanggal 22 Mei 2009, saya menerima &#8230; <a href="http://ratihkumala.com/blog/kronik-betawi-sebuah-novel-3-398.php">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_399" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-399" title="kronik4" src="http://ratihkumala.com/wordpress/wp-content/uploads/kronik4-300x225.jpg" alt="Kronik Betawi" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Kronik Betawi</p></div>
<blockquote><p><em><strong>&#8220;Untuk almarhum papahku, Haris Fadillah, dan Jakarta, kota kelahiranku. Dua nama yang telah membesarkanku.&#8221;</strong></em></p></blockquote>
<p><em><strong>Kronik Betawi</strong></em> terbit pertama kali sebagai cerita bersambung di harian Republika, Agustus-Desember 2008. Fiksi ini saya tulis selama kurang lebih satu tahun, berdasarkan ide cerita Nugroho Suksmato yang kemudian saya kembangkan menjadi novel. Hari ini, tanggal 22 Mei 2009, saya menerima POD sebagai contoh fisik buku yang akan terbit dari Mbak Mirna, editor saya di GPU.</p>
<p>Bagi saya, novel ini menguak memori masa kecil. Saya lahir dan besar di Jakarta, tepatnya di Pondok Gede. Saya tinggal di lingkungan yang kental dengan budaya Betawi, di mana Bokir, Mandra (yang waktu itu masih miskin) sehari-hari bertemu dengan saya. Saya juga kerap menonton cucu-cucu Pak Haji Bokir berlatih di sanggar mereka saat malam minggu tiba.</p>
<p>Ketika novel ini terbit sebagai cerber di Republika pada tanggal 8 Agustus 2008, tengah malam hari tanggal 9 Agustus 2009, papah saya dipanggil Yang Kuasa. Ia belum sempat melihat karya saya yang teranyar. Untuk itulah novel ini saya persembahkan untuk Papah.</p>
<p><span id="more-398"></span></p>
<p><strong>Sinopsis <em>Kronik Betawi</em></strong></p>
<p>&#8220;Coba dulu babeh gue ngajarin mantra Jiung yang dipake buat nyelametin orang-orang waktu tentara Jepang ngejarah, pasti tanah gue sekarang masih utuh&#8230; bisa selamet dari orang-orang yang pada ngegusur!&#8221; <em>-Ha</em><em>ji Jaelani, pengusaha sapi perah baru kena gusur-</em></p>
<p>&#8220;Kira-kira kapan ye, pertunjukan lenong dibayar seratus juga sekali manggung?&#8221; <em>-Haji Jarkasi, pernah berguru pada Haji Bokir-</em></p>
<p>&#8220;Emang orang Betawi itu tukang kawin ye? Aye kagak setuju kalo ini dibilang tradisi!&#8221; <em>-Juleha, belum hajjah-</em></p>
<p>Kebanyakan  orang Jakarta sekarang pada kurang paham, kalau Menteng itu nama buah, Bintao itu nama pohon dan Kebon Jeruk, memang dulu di sana ada hamparan tanaman yang benar-benar jeruk buahnya. Para pendatang agaknya hanya kenal nama-nama itu sebagai kawasan gedongan. Lalu, benarkah yang namanya peradaban itu berarti membangun banyak gedung? Dalam <em>Kronik Betawi</em>, Ratih Kumala bercerita tentang perjalanan Betawi dan anak daerahnya menghadapi modernisasi ibukota tercinta ini. Ternyata, yang hilang tidak cuma tanaman-tanaman itu -yang menyisakan nama- tetapi sejarahnya pun juga ikut terkubur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ratihkumala.com/blog/kronik-betawi-sebuah-novel-3-398.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

