<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ratih Kumala &#187; scriptwriter</title>
	<atom:link href="http://ratihkumala.com/blog/tag/scriptwriter/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ratihkumala.com</link>
	<description>The Only Constant is Change</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 14:21:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Naik Kelas</title>
		<link>http://ratihkumala.com/blog/naik-kelas-316.php</link>
		<comments>http://ratihkumala.com/blog/naik-kelas-316.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 15:14:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journal]]></category>
		<category><![CDATA[bioskop indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[editor]]></category>
		<category><![CDATA[scriptwriter]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>
		<category><![CDATA[trans tv]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ratihkumala.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 20 November ini saya merayakan satu bulan saya bekerja di sebuah televisi swasta.  Tiba-tiba saya kagum pada diri saya sendiri&#8230; &#8220;kok bisa ya, bertahan?&#8221; Saya merasa keluar dari cangkang kenyamanan yang selama ini saya erami. Pertama, saya membenci rutinitas. Kedua, saya tidak terlalu cakap bergaul dengan orang lain. Ketiga, saya merasa sulit bekerja dengan &#8230; <a href="http://ratihkumala.com/blog/naik-kelas-316.php">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ratihkumala.com/wordpress/wp-content/uploads/film.jpg" rel="lightbox[316]"><img class="alignleft size-full wp-image-317" title="film" src="http://ratihkumala.com/wordpress/wp-content/uploads/film.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p>Tanggal 20 November ini saya merayakan satu bulan saya bekerja di sebuah televisi swasta.  Tiba-tiba saya kagum pada diri saya sendiri&#8230; &#8220;kok bisa ya, bertahan?&#8221; Saya merasa keluar dari cangkang kenyamanan yang selama ini saya erami.</p>
<p>Pertama, saya membenci rutinitas.<br />
Kedua, saya tidak terlalu cakap bergaul dengan orang lain.<br />
Ketiga, saya merasa sulit bekerja dengan orang lain -terutama untuk hal-hal yang kreatif.</p>
<p>Jadi&#8230;, hebat! Saya bisa bertahan. Untuk kali ini, saya memberi salut untuk diri sendiri (suatu hal yang jarang saya lakukan, ngomong-ngomong hehehehe).</p>
<p>Sudah terlalu lama saya bekerja sendiri. Dulu sempat sih, kerja kantoran. Waktu itu saya masih meraba-raba apa yang saya inginkan. Jadi, saya cenderung mencoba segala hal. Ketika saya memutuskan untuk fokus menulis, saya menjadi lebih intim dengan diri saya sendiri ketimbang dengan orang lain (istilah kerennya &#8220;autis&#8221; ya?). Hal kreatif menurut saya patutnya dilakukan sendiri saja, sebab jika dilakukan dengan orang lain, saya tidak akan mendapatkan apa yang ingin saya capai.</p>
<p><span id="more-316"></span>Dulu pernah mencoba menulis bareng teman, hasilnya acakadul. Saya tidak percaya dengan konsep <em>&#8220;two heads better than one&#8221;.</em> Sekarang, ketika saya diwajibkan bekerja dengan orang lain, saya belajar banyak. Dan konsep <em>&#8220;many heads will give a better result&#8221; </em>tiba-tiba jadi pegangan saya. Bagaimana tidak? Kenyataannya saya tidak bisa bekerja sendiri untuk mendapat hasil akhir yang keren.</p>
<p>Meskipun pekerjaan saya masih seputar tulisan (ya, masih di situ-situ juga! hehehe), tapi kali ini saya harus mendengar omongan orang lain: masukan, kritikan, cacian. Dan bagaimana pun, saya harus mendengarkan itu semua meski sebenarnya tidak ingin, mengingat hasil akhir yang mutakhir tidak hanya berada di tangan saya. Saya cuma sebagai pintu bagi teman-teman kru untuk membuat film televisi yang bagus.</p>
<p>Hal lain lagi yang saya pelajari adalah, saya harus berkompromi dengan pasar. Karena bagaimana pun, <em>rating is the king!</em> Di sini, saya belajar untuk lebih tidak jadi egois lagi. Saya yang terbiasa menulis sesuka-suka diri saya, kini harus mempertimbangkan pemirsa. Saya tidak bisa lagi bersikap masa bodoh untuk hal yang satu ini.</p>
<p>Untuk alasan itu semua, saya pikir, saya baru saja naik kelas.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ratihkumala.com/blog/naik-kelas-316.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

