2

Tiga Bayangan, novel grafis

three-shadows_2 Alkisah sebuah keluarga kecil nan sederhana di sebuah desa: Louis sang ayah, Lise sang ibu dan Joachim putera mereka. Kehidupan mereka yang damai tiba-tiba diusik oleh tiga bayangan yang mengikuti Joachim. Sejak itu, apapaun dilakukan kedua orangtuanya ini untuk melindungi anak mereka. Lise mula-mula pergi ke Mistress Pike, seorang paranormal yang mampu ‘membaca’ siapa ketiga bayangan itu. Mistress Pike hanya bisa bilang, “Jangan coba melawan ‘bayangan’ ini… tidak ada gunanya. Nikamti saja setiap saat bersama Joachim, selama ia masih bersamamu.” Demikianlah, akhirnya Louis memutuskan untuk membawa Joachim jauh-jauh, pergi dari desa itu, terus berlari menghindar dari ketiga bayangan itu. Petualangan Louis dan Joachim pun dimulai, mereka ditipu, naik kapal, kena badai,  terdampar, lalu diselamatkan lelaki tua aneh yang berjanji bisa melindungi Joachim apabila Louis menyerahkan hidupnya sebagai imbalan. Lelaki tua itu lalu mengubah Joachim jadi begitu kecil (atau Louis yang jadi begitu besar?!) sehingga bocah itu masuk ke dalam telapak tangan Louis dan terlindungi selamanya dari tiga bayangan yang mengicar.

Harus saya katakan, Tiga Bayangan (Gramedia Pustaka Utama) tidak menyuguhkan happy ending (ups… sory buat yang belum baca). Cerita ini diakhiri dengan kesimpulan: hidup terus berjalan, sesakit apapun masa lalumu. Louis dan Lise punya anak lagi, yang mengggantikan Joachim, meski mereka tak pernah bisa melupakan putranya itu.

Continue reading