Wayang Rajakaya (Rajakaya Shadow Puppet)
12

Wayang Rajakaya (Rajakaya Shadow Puppet)

Si kancil anak nakal/suka mencuri ketimun/ayo lekas dikurung/jangan diberi ampun!//

Ketika saya melihat klip Wayang Rajakaya di YouTube, lagu anak-anak berjudul Si Kancil tiba-tiba muncul di kepala saya. Herlambang Bayu Aji, atau yang lebih akrab saya panggil Gundul, mengirimkan video YouTube di atas. Betapa saya senang melihatnya perkembangannya. Bagaimana tidak, sekitar tiga tahun yang lalu, Gundul meminta saya membuat naskah untuk Wayang Rajakaya.

“Wayang Rajakaya? Apaan tuh?” tanya saya waktu itu. Lalu dia menjelaskan, untuk tugas akhirnya, ia membuat wayang jenis baru dengan tokoh binatang-binatang, dan berbasis cerita fabel. Dia tahu saya banyak menulis, dan mengharapkan keterlibatan saya untuk proyek ini.

Saya ingat, ia membawa satu tas penuh wayang-wayang binatang yang masih kasar. Belum diberi warna, belum juga ada tongkatnya. Ia membuatnya dari kardus. “Aku tidak bisa berhenti bekerja menyelesaikan wayang ini!” ujarnya bersemangat, “nih… tanganku sampai lecet-lecet.” Saya langsung jatuh cinta melihat bakal wayang itu. Ia begitu antusias akan proyek ini (dan saya suka bekerja dengan orang yang antusias). Jadilah, kami berdua (di kantin sastra) membuat konsep cerita yang pertama. Setelah itu, saya menuliskan naskah lengkap, sementara Gundul menyelesaikan membuat wayang. Naskah itu berjudul Sapi yang Bodoh, yang lalu diterjemahkan ke Bahasa Inggris dengan judul The Cow, dan diterjemahkan lagi ke bahasa Jerman dengan judul Die Kuh. Wayang ini tidak berhenti sampai di tugas akhir kuliah, Gundul membawanya serta untuk pentas di Jerman. Bersama Dorle Ferber, mereka berkolaborasi musik untuk pertunjukan wayang ini. Hingga sekarang, Gundul telah membuat dua naskah lain, dan masih terus bergerak untuk mengembangkan wayang ini.

Jika Anda tertarik untuk tahu lebih banyak tentang Wayang Rajakaya, silakan kontak Herlambang Bayu Aji di: ludnuguyab@yahoo.co.uk

———-


Herlambang Bayu Aji and Dorle Ferber

The mouse deer is a naughty kid/who likes to steal cucumber/go put it into stable/do not let it out!// [Indonesian children song]

When I first saw the klip of Wayang Rajakaya (Rajakaya Shadow Puppet) at YouTube, that children lyric of mouse deer was playing on my mind. Herlambang Bayu Aji, or I oftenly called as Gundul, sent me that video (above). How I was happy to see its progress. Around three years ago, Gundul asked me to write a script for Rajakaya Shadow Puppet.

“Rajakaya shadow puppet? What is that?” I asked. Then he explained, for his final University project, he made a new kind of shadow puppet with animal characters, and the story was fable. He knew I write, and expecting me to get involve in this project.

I remember, he brought a bag full of a rough cut of animal puppets. They were not even in color and didn’t have the stick to grab on -on it. He made them from cardboard. He said excitingly, “I cant stop working on these puppets! Look at my hands, they’re chafed.” I fell in love with those puppets instantly. Gundul was so enthusiastic for his project (and I like working with spirited people). So, both of us (at the University canteen) were making the first story concept. Afterward, I wrote its complete script while Gundul was finishing his puppets. The script tittled Sapi yang Bodoh, which then translated into English as The Cow, and into German as Die Kuh. This shadow puppet was not stop at his final University project, Gundul brought it up to Germany. He colaborated with Dorle Ferber to make music for the show. Up to now, Gundul has made two other scripts, and keeps moving on to develop his shadow puppets.

If you interested to know more about Wayang Rajakaya (Rajakaya Shadow Puppet), you may contact Herlambang Bayu Aji at ludnuguyab@yahoo.co.uk

12 thoughts on “Wayang Rajakaya (Rajakaya Shadow Puppet)

  1. Wah dahsyat. Rat, iklanmu sudah keluar di tempatku. 1000 rupiah per klik ya! Wis teken kontrake. Tapi linknya ke toko buku mana? Masa ke blogmu. Kamu bikin kontrak sama toko buku online apa gitu, dan jangan lupa minta komisinya! SERIUSS!!!
    (kembar sama komentar di tempat eka)

  2. wew… wayang rajakaya ini agaknya bisa menjadi media yang tepat untuk menyampaikan nilai2 keluhuran budi kepada anak2, mbak ratih. sungguh menarik. di jateng ada juga yang disebut wayang kancil dg mengambil kisah2 fabel yang akrab dg dunia anak2.

    ======

    Pak Sawali:
    Iya Pak, saya juga kenal ‘wayang kancil’. Tadinya, saya akan menggunakan ‘wayang rajakaya’ ini untuk salah satu segmen di acara Jalan Sesama. Tetapi karena ketika dibutuhkan ternyata Gundul masih di Jerman (dan wayangnya dibawa serta), jadilah kru Jalan Sesama bikin wayang2an binatang sendiri hehehe

  3. hai Ratih,

    ya itulah perkembangan terakhir wayang Rajakaya sebelum aku membuat pameran tunggal di V Art Gallery Jogja 1-9 desember lalu dengan judul “Wayang Rajakaya Sebuah Tafsir Seni Kontemporer” yang dibuka oleh Suwarno Wisetrotomo.

    tapi dipameran tersebut aku juga membuat anak wayang yang bayangannya bisa menghasilkan warna, dan sebuah wayang berukuran 2,5 meter. sedangkan di Biennale Jogja ix, aku juga memamerkan beberapa anak wayang sebagai karya instalasi gantung. anak-anak wayang rajakaya tersebut juga mengalami perkembangan,
    kumpulan anak wayang saya pamerkan dalam biennale jogja tersebut adalah Wayang Rajakaya in Urban Version.

    sebenarnya aku juga mendapat undangan untuk pameran besar Manifesto di Galeri nasional, jakarta. tapi sayang aku masih dijerman. aku disini sampai bulan desember.

    ok, aku juga senang kalau kamu masih mau bertaut dengan wayang rajakaya. aku sebenarnya mau menawarkan pada teman-teman dan anak-anak atas wayang Rajakaya yang tidak kaku/terikat pakem-pakem yang kadang menjadi momok bagi mereka untuk mencoba lebih dekat dengan dunia wayang. aku harap karya ini bisa jadi
    point entry bagi mereka untuk bisa bersahabat lebih dekat dengan wayang. masa nonton tv terus??? emang nggak bosen???!!!haaaaa….

    gitu tih, salam.

  4. ya, rajakaya adalah sebuah istilah yang digunakan orang jawa untuk binatang ternak khususnya yang berkaki 4. teman-teman, minta restunya agar wayang Rajakaya dapat memberikan point positive untuk nilai seni dan budaya Indonesia di mata Internasional. pasalnya, Wayang Rajakaya mendapat kesempatan untuk beraksi di sebuah International Conference “Planet Diversity 2008” di Bonn, Jerman.

    salam
    Herlambang Bayu Aji

  5. Ya, karya Bayu ini bisa memberi salah satu gambaran tentang pembacaan anak muda atas teks wayang warisan leluhurnya. Dia bisa memberi nilai baru versi kini dan cara pandang ala anak muda sekarang. Sayang ya, Bayu, aku mengundangmu di pameran Manifesto di Galeri Nasional Jakarta 21 Mei-20 Juni 2008 mendatang. Ada 300-an seniman yang diundang dari seluruh Indonesia. Oke deh, besok2 kita bikin art project yang lebih dahsyat ya! Salam untu Mbak Ratih, juga Bayu!

  6. wah iya mas Kuss! aku pengin banget sebenarnya ikutan pameran, tapi sayang sekali. bulan juli mendatang aku juga diundang untuk pameran didaerah sekitar saya tinggal mas, nama acaranya KUNSTPFAD. jadi pameran ini akan didakan di dalam hutan(tapi nggak seperti hutan di Indonesia). hutan pinus.nah, kalau pas waktu luang aku gunakakan untuk buat karya yang akan aku pamerkan. aku akan buat 3 figur wayang Rajakaya yang berukuran tinggi 2-2,5 meter berbahan blockboard.

    aku senang banget kalau bisa dilibatkan di art project lain mendatang. oke mas, salam.

  7. hebat mas bayu…..
    semangat kretifitasnya meluber kemana-mana,,
    jadi semangat berkarya….
    dimana bisa liat karya mas yg lain ya…

Comments are closed.