Berguru pada Televisi
7

Berguru pada Televisi

Tiba-tiba saya teringat pada tokoh Kenneth di serial 30 Rock. Dia adalah pegawai rendahan (kalau tidak salah posisinya Pembantu Umum) yang bekerja di sebuah televisi swasta. Kenneth yang karakternya bego-bego lugu adalah seorang yang sangat mencintai pekerjaannya. Dia bekerja dengan passion, dia bangga menjadi bagian dari sebuah televisi, apapun posisinya. Diam-diam, saya mencoba memahami kenapa…
Continue reading »

Free Ponari!!!
20

Free Ponari!!!

Saya mendadak jadi pemirsa setia berita siang gara-gara heboh Ponari, si bocah dukun dari Jombang. Awalnya saya tidak terlalu mengikuti kisah Ponari. Tetapi karena semua orang, televisi dan koran membincangkannya, maka saya jadi ikut-ikutan. Ponari (siswa kelas III SDN I Balongsari, Jombang, Jawa Timur) mengingatkan saya pada tokoh Micah dalam serial Heroes, seorang bocah yang…
Continue reading »

Slumdog Millionaire: Merayakan Kemenangan
10

Slumdog Millionaire: Merayakan Kemenangan

Baru-baru ini saya menonton film Slumdog Millionaire, film bersetting Mumbay, India, yang diangkat dari novel Q and A karya Vikas Swarup. Ada sesuatu yang segar dari film ini, yang berbeda dari film-film Bollywood lainnya. Saya termasuk orang yang akrab dengan film selain Hollywood. Saya menyukai film-film Korea, Jepang, juga India. Meskipun menari dan menyanyi sudah…
Continue reading »

Lahir, Jodoh, Rejeki dan Matinya Sebuah Tulisan
12

Lahir, Jodoh, Rejeki dan Matinya Sebuah Tulisan

Matabaca, edisi Desember 2008 Lahir Saya sering mendengar kalimat ini: “tulisanku adalah anak-anakku”. Beberapa penulis bahkan saya tahu menyebut buku-bukunya yang telah terbit sebagai ‘anak ke-1’, ‘anak ke-2’, dst. Sebutan ‘anak’ bagi sebuah tulisan, bagi saya terdengar sangat over-protektif, sebab itulah yang biasa dilakukan orang tua (dalam hal ini penulis) terhadap anak-anaknya. Sayangnya, justru sikap…
Continue reading »