Kongres Cerpen Nasional IV yang diadakan di Pekanbaru sukses digelar (26-30 November 2005). Acara ini dilangsungkan di hotel Nuansa, Pekanbaru. Sejumlah penulis senior seperti Budi Dharma, Melanie Budianta, Ahmad Tohari, Nirwan Dewanto, Agus R. Sarjono, Maman S. Mahayana dan banyak lagi menjadi pembicara di acara Kongres yang mengambil tema “Ayo, estetika lokal!” ini.
Akademi Kebudayaan Yogyakarta
Akademi Kebudayaan Yogyakarta, 2004 Diskusi saat Workshop Penulisan Kritis AKY, paling kiri yang jenggotan Azhari, penulis kumcer Perempuan Pala dari Aceh. Tengah pakai kaos putih, Veronica Kusuma, yang sekarang lebih aktif di perfilman.
Cakrawala Sastra Indonesia
Cakrawala Sastra Indonesia yang diadakan Dewan Kesenian Jakarta bulan September 2005 lalu menelurkan empat buku antologi dari empat propinsi di Indonesia; Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. Jawa Tengah yang tahun ini ikut berpartisipasi menelurkan buku Bidadari Sigar Rasa. Sebuah antologi cerpen dari cerpenis-cerpenis asal Jawa Tengah; Eko Tunas, Triyanto Triwikromo, SN…
Continue reading »
Wawancara dengan Rayakultura.Net
“Aku berharap di negara kita suatu hari penulis bisa menjadi profesi yang benar-benar menghidupi mereka yang memilih untuk jadi penulis.” Berikut ini petikan wawancara dengan redaksi rayakultura, Andre Birowo Sejak kapan senang menulis? Apakah karena juga didahului dengan senang membaca? Aku senang menulis mulai dari SMP, tapi lebih banyak untuk konsumsi sendiri. Sama sekali…
Continue reading »
Generasi Dunia Maya Tercermin di Novel
Karya-karya novel para pengarang muda sekarang cenderung menyajikan loncatan-loncatan ruang dan waktu yang liar. Novel Tabula Rasa karya pengarang muda Ratih Kumala misalnya, tak segan-segan menyuguhkan perasaan asing kepada pembaca dalam kerangka kosmolitisme, seperti yang lumrah ditemukan dalam novel Ayu Utami dan Dewi Lestari.