Tabula Rasa – Pertanyaan-pertanyaan Tentang Cinta
0

Tabula Rasa – Pertanyaan-pertanyaan Tentang Cinta

Dalam Tabula Rasa, kita melihat gambaran manusia-manusia modern yang dirangkai dalam bentuk fragmen-fragmen dengan setting waktu dan tempat semau si pengarang. Sudut pandang cerita yang dibuat bergerak cepat dan berganti-ganti membuat pembaca bisa saja ogah membaca karena membingungkan, namun bisa juga membuat pembaca lain terseret pada gelombang naik-turun gejolak emosi tokoh-tokohnya. Akan tetapi Ratih Kumala, sang pengarang, berhasil membimbing pembaca memasuki dunia tokoh-tokohnya dengan menerabas waktu dan tempat.

Tabula Rasa*1): Pasivitas Manusia dalam Menerima Lingkungan
0

Tabula Rasa*1): Pasivitas Manusia dalam Menerima Lingkungan

Saya ingat, saya mulai akrab dengan istilah Tabula Rasa ketika saya sedang menempuh pendidikan sarjana saya. Istilah ini seperti sebuah istilah ajaib semacam “Alohamora” dalam mantra “Harry Potter” sebagai pembuka kunci sebuah pintu. Dan saya tahu pintu itu adalah pintu dunia psikologis pembaca. Tabula Rasa adalah juga kata pertama yang didengung-dengungkan dalam diktat disiplin ilmu saya. Simak saja berikut:

Gangguan Kejiawaan Tokoh Ibu dalam “Genesis”
1

Gangguan Kejiawaan Tokoh Ibu dalam “Genesis”

Genesis adalah salah satu novel yang dapat dianalisis melalui pendekatan psikologi sastra. Novel karya Ratih Kumala ini menampilkan salah satu tokoh yang mengalami gangguan kejiwaan, yaitu tokoh ibu (ibu dari Pawestri sebagai tokoh utamanya) yang diceritakan terganggu kesehatan jiwanya. Novel Genesis bercerita tentang seorang gadis bernama Pawestri, yang dibesarkan dalam keluarga Katolik yang taat dalam agama. Pada usia 19 tahun ia terpikat dan jatuh cinta dengan seorang pemuda yang kemudian menghamilinya sebelum menikah dan pergi meninggalkannya begitu saja. Kenyataan ini menjadi semacam petir yang menghantam keluarga, sebuah aib yang sungguh tak dapat diterima.

Drummer yang Tidak Pamer Drumset
0

Drummer yang Tidak Pamer Drumset

Dengan alur maju-mundur, Ratih Kumala mengisi celah-celah plot cerita. Cara ini cukup berhasil memberikan informasi kepada pembaca (baca: saya) akan latar belakang masing-masing tokoh beserta kisah masa lalunya. Lewat beberapa bab berisi flashback, saya menemukan alasan-alasan di balik tindakan masing-masing karakter. Mengapa mereka berada pada posisinya sekarang, apa yang mereka cari, dan sebagainya.